Senin, 13 Mei 2013

Muliakanlah Anak Perempuanmu!


 “Barangsiapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka,” (HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629).

ANAK laki-laki ataupun perempuan sama saja. Tetap tahukah Anda, Rasul menyebutkan sebuah kecenderungan orang tua yang menyukai seorang anak laki-laki. Sebagaimana dikatakan Rasulullah dalam hadits ‘Aisyah :


Al-Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyebutnya sebagai ibtila’ (cobaan), karena biasanya orang tidak menyukai keberadaan anak perempuan. (Syarh Shahih Muslim, 16/178)

Bahkan dulu pada masa jahiliyah, orang bisa merasa sangat terhina dengan lahirnya anak perempuan. Sehingga tergambarkan dalam firman Allah  SWT:

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)

Islam sangat memuliakan anak perempuan. Allah SWT yang menganugerahkan anak perempuan telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan kepada anak perempuannya.

‘Aisyah pernah mengatakan: Seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua anak perempuannya, maka aku memberinya tiga butir kurma. Kemudian dia memberi setiap anaknya masing-masing sebuah kurma dan satu buah lagi diangkat ke mulutnya untuk dimakan. Namun  kedua anak itu meminta kurma tersebut, maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dimakannya untuk kedua anaknya. Hal itu sangat menakjubkanku sehingga aku ceritakan apa yang diperbuat wanita itu kepada Rasulullah. Beliau  berkata: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka.” (HR. Muslim no. 2630)

Dalam riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah juga menyebutkan kedekatannya dengan orang tua yang memelihara anak-anak perempuan mereka dengan baik kelak pada hari kiamat:

“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya. (HR. Muslim no. 2631).

Al-Imam An-Nawawi  menjelaskan, hadits-hadits ini menunjukkan keutamaan seseorang yang berbuat baik kepada anak-anak perempuannya, memberikan nafkah, dan bersabar terhadap mereka dan dalam segala urusannya. (Syarh Shahih Muslim, 16/178)
Masih berkenaan dengan keutamaan membesarkan dan mendidik anak perempuan, seorang shahabat, ‘Uqbah bin ‘Amir  pernah mendengar Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan,
lalu dia bersabar atas mereka, memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hartanya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka kelak pada hari kiamat.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 56: “Shahih”)

Seorang anak yang terlahir di atas fitrah ini siap menerima segala kebaikan dan keburukan. Sehingga dia membutuhkan pengajaran, pendidikan adab, serta pengarahan yang benar dan lurus di atas jalan Islam. Maka hendaknya kita berhati-hati agar tidak melalaikan anak perempuan yang tak berdaya ini, hingga nantinya dia hidup tak ubahnya binatang ternak. Tidak mengerti urusan agama maupun dunianya. Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi kita. (Al-Intishar li Huquqil Mukminat, hal. 25)

Bahkan ketika anak perempuan ini telah dewasa, orang tua selayaknya tetap memberikan pengarahan dan nasehat yang baik. Ini dapat kita lihat dari kehidupan seseorang yang terbaik setelah Rasulullah, Abu Bakr Ash-Shiddiq , dalam peristiwa turunnya ayat tayammum. Diceritakan peristiwa ini oleh ‘Aisyah:

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah  dalam salah satu safarnya. Ketika kami tiba di Al-Baida’ –atau di Dzatu Jaisy– tiba-tiba kalungku hilang. Rasulullah pun singgah di sana untuk mencarinya, dan orang-orang pun turut singgah bersama beliau dalam keadaan tidak ada air di situ. Lalu orang-orang menemui Abu Bakr sembari mengeluhkan, “Tidakkah engkau lihat perbuatan ‘Aisyah? Dia membuat Rasulullah dan orang-orang singgah di tempat yang tak ada air, sementara mereka pun tidak membawa air.” Abu Bakr segera mendatangi ‘Aisyah. Sementara itu Rasulullah sedang tidur sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku. Abu Bakr berkata, “Engkau telah membuat Rasulullah dan orang-orang singgah di tempat yang tidak berair, padahal mereka juga tidak membawa air!” Aisyah melanjutkan, “Abu Bakr pun mencelaku dan mengatakan apa yang ia katakan, dan dia pun menusuk pinggangku dengan tangannya. Tidak ada yang mencegahku untuk bergerak karena rasa sakit, kecuali karena Rasulullah sedang tidur di pangkuanku. Keesokan harinya, Rasulullah bangun dalam keadaan tidak ada air. Maka Allah turunkan ayat tayammum sehingga orang-orang pun melakukan tayammum. Usaid ibnul Hudhair pun berkata, “Ini bukanlah barakah pertama yang ada pada kalian, wahai keluarga Abu Bakr.” ‘Aisyah berkata lagi, “Kemudian kami hela unta yang kunaiki, ternyata kami temukan kalung itu ada di bawahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 224 dan Muslim no. 267)

Al-Imam An-Nawawi t mengatakan bahwa di dalam hadits ini terkandung ta`dib (pendidikan adab) seseorang terhadap anaknya, baik dengan ucapan, perbuatan, pukulan, dan sebagainya. Di dalamnya juga terkandung ta`dib terhadap anak perempuan walaupun dia telah dewasa, bahkan telah menikah dan tidak lagi tinggal di rumahnya. (Syarh Shahih Muslim, 4/58).

Jadi, punya anak perempuan? Bersyukur, dan muliakanlah ia. [rk-i]

Sesak Nafas Di Ketinggian



فَمَنْ يُرِدِ اللهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ (125)

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS Al-An’am [6]: 125)
Formasi atmosfer sebelumnya tidak diketahu sampai Pascal membuktikan keberadaannya pada 1648. Ia membuktikan bahwa tekanan udara berkurang ketika kita pergi ke tempat yang lebih tinggi di atas permukaan laut.

Belakangan diketahui bahwa udara di lapisan bawah atmosfer lebih padat. Sekitar 50% dari massa udara terletak antara permukaan bumi hingga 20.000 meter di atas permukaan laut, dan 90% terletak antara permukaan bumi hingga 50.000 meter di atas permukaan laut.

Oleh karena itu, kerapatan udara berkurang secara vertikal hingga mencapai paling tekanan terendah di lapisan yang paling tinggi dari atmosfer, sebelum benar-benar menghilang di luar angkasa.

Ketika manusia berjalan lebih dari 10.000 meter di atas permukaan laut, hal itu tidak menyebabkannya berada dalam masalah serius, karena sistem pernafasan dapat mengatasi ketinggian 10.000 hingga 25.000 kaki di atas permukaan laut. Akan tetapi jika seseorang
masuk ke luar angkasa, jumlah penurunan tekanan dan oksigen menyebabkan penutupan dada dan dyspnea (sesak napas). Kemudian, proses pernapasan menjadi sulit karena kekurangan oksigen dan sistem pernapasan sepenuhnya gagal, sehingga menyebabkan kematian.

Sudah lazim diketahui bahwa berbagai informasi tentang lapisan atmosfer tidak dikenal pada saat Alquran diturunkan. Akibatnya, tekanan rendah dan penurunan oksigen—sesuatu yang diperlukan untuk kehidupan manusia—di lapisan yang lebih tinggi juga tidak diketahui. Orang-orang pada waktu itu tidak mengetahui fakta-fakta ini. Sebaliknya, mereka percaya bahwa setiap kali seseorang menaiki tempat yang lebih tinggi, maka dia akan merasa lebih tenang dan bahagia serta bisa menikmati angin.

Ayat mulia ini jelas menunjukkan dua fakta yang telah hanya ditemukan akhir-akhir ini oleh ilmu pengetahuan modern. Yang pertama adalah dyspnea yang terjadi jika seseorang berjalan lebih tinggi di lapisan atmosfer karena kekurangan oksigen dan penurunan tekanan udara. Yang kedua adalah kesusahan napas yang mengarah pada kematian terjadi ketika seseorang berjalan lebih dari 30.000 meter di atas permukaan laut. Hal ini disebabkan oleh penurunan drastis tekanan udara dan kekurangan oksigen secara ekstrem.

Yang penting untuk dicatat adalah keajaiban pemilihan kata yashsha’adu (menaiki) yang menunjukkan suatu kondisi yang sulit dan menggambarkan rasa sakit dan penderitaan yang menyertainya. Ini merupakan indikasi pasti bahwa Al-Qur’an ini benar-benar bersumber dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.(ERM)

Haid Menjaga Keseimbangan & Kecerdasan Wanita


Wanita adalah makhluk yang istimewa. Setiap wanita dibekali Allah SWT kecantikan dan kecanggihan sistem reproduksi. Sebagai respon penggerak utama motivasi kehidupan, berketurunan adalah sebuah mekanisme Ilahiah yang teramat indah. Karena fungsi reproduksinyalah seorang wanita dikaruniai Allah SWT dengan kelebihan pesan genetika di kromosom X-nya.

Potensi unggul itu maujud dalam bentuk hormon yang turut menjaga kecantikan dan kesehatan kulit, sehingga apabila seorang wanita dianggap cantik acap kali disebut berbinar-binar kulit wajahnya. Selain itu, kesehatan jantung dan sistem internal lainnya juga turut terkelola. Wanita pun secara anatomi diberi kelebihan-kelebihan organ yang semuanya berkonotasi positif.


Secara lahiriah, seorang wanita amatlah sedap dipandang mata, hasil mahakarya seni yang tiada tara. Dalam perspektif reproduktif kecantikan itu maujud dalam bentuk struktur alat-alat atau organ reproduksi wanita yang sangat sistematis dan super canggih. Sistem reproduksi wanita adalah representasi sekaligus bukti tentang kemaha perencanaan Allah.

Jika hanya satu sistem diciptakan dan dapat berjalan, mungkin itu masih sebatas wajar. Akan tetapi, jika beberapa sistem dengan fungsi dan struktur organ yang berbeda dapat bersinergi dan saling mengisi, itu jelas luar biasa. Demiakianlah sistem reproduksi, mulai dari sistem endokrin yang mengatur hormon, sistem persyarafan dan pengambilan keputusan (otak), indung telur, rahim, dan jalan lahir, semua bersatu bahu-membahu untuk mewujudkan niat yang satu. Niat melahirkan generasi utama, generasi istimewa generasi terbaik di antara
manusia.

Kelenjar hormon yang ada pada wanita bahu-membahu bergotong royong untuk memproduksi hormon reproduksi secara seimbang dan sesuai waktu. Oleh karena itu, seorang wanita kemudian akan mengenal sebuah siklus haid. Benih calon pemimpin ummat yang istimewa juga harus dipersiapkan secara eksklusif.

Dalam satu bulan sel telur tersebut hanya dilepaskan satu kali saja. Rentang waktu yang tercipta dan siklus hormonal yang berulang ternyata terkait dengan serangkaian persiapan lain yang bersifat fungsional. Naik turunnya hormon jadi semacam kalender yang menentukan kapan seorang wanita menjadi jauh lebih cerdas untuk belajar.

Kapan? Sejak hari terakhir haid sampai pertengahan bulan atau masa pasca ovulasi.

Mengapa? Karena pada saat itu hormon estrogen dan LH serta sebagian progesteron sedang dalam perjalanan menuju puncak. Perjalanan ini berimplikasi pada terjadinya optimasi kapasitas otak dan proses neuroregenerasi alias pembaharuan sel-sel otak.

Kok bisa? Ya bisa dong, karena saat yang bersamaan terjadi pula regenerasi sel-sel dinding rahim sebelah dalam yang disebut endometrium.

Efek stimulasi pertumbuhan oleh faktor-faktor pertumbuhan bersifat sistemis alias dialirkan melalui pembuluh darah ke segenap penjuru tubuh. Akibatnya, masa setelah haid sampai puncak ovulasi adalah masa-masa seorang wanita mendapatkan kesempatan memperbaiki dan memperbaharui diri. Terkadang haid justru disesali karena dianggap mengganggu dan membuat tidak produktif, tetapi bagi sebagian yang berilmu haid justru teramat di syukuri, disikapi dengan nikmat yang sangat berharga bagi seorang wanita. [rk-i]

Hikmah Membunuh Cicak


Diriwayatkan dari Imam Ahmad, “Bahwasanya ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam api maka mulailah semua hewan melata berusaha memadamkannya, kecuali cicak, karena sesungguhnya cicak itu mengembus-embus api yang membakar Ibrahim.” (Imam Ahmad)

Cicak yang mengembus agar api semakin membesar terjadi pada masa Nabi Ibrahim. Apakah cicak termasuk hewan terkutuk sehingga ia tetap harus dibunuh hingga akhir zaman? Bukankah cicak mengurangi populasi nyamuk?
Terdapat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membunuh cicak, di antaranya:

Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang membunuh cicak dengan sekali bantingan maka ia mendapat pahala sekian. Siapa saja yang membunuhnya dengan dua kali bantingan maka ia mendapat pahala sekian (kurang dari yang pertama), ….” (HR. Muslim).
Dalam riwayat Muslim; dari Sa’ad, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).
Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa membunuh cicak hukumnya sunnah, tanpa pengecualian.

Sikap yang tepat dalam memahami perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sikap “sami’na wa atha’na” (tunduk dan patuh sepenuhnya) dengan berusaha mengamalkan sebisanya. Demikianlah yang dicontohkan oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum, padahal mereka adalah manusia yang jauh lebih bertakwa dan lebih berkasih sayang terhadap binatang, daripada kita. Di antara bagian dari sikap tunduk dan patuh sepenuhnya adalah menerima setiap perintah tanpa menanyakan hikmahnya. Dalam riwayat-riwayat di atas, tidak kita jumpai pertanyaan sahabat tentang hikmah diperintahkannya membunuh cicak. Mereka juga tidak mempertanyakan
status cicak zaman Ibrahim jika dibandingkan dengan cicak sekarang. Jika dibandingkan antara mereka dengan kita, siapakah yang lebih menyayangi binatang?

Penjelasan di atas tidaklah menunjukkan bahwa perintah membunuh cicak tersebut tidak ada hikmahnya. Semua perintah dan larangan Allah ada hikmahnya. Hanya saja, ada hikmah yang zahir, sehingga bisa diketahui banyak orang, dan ada hikmah yang tidak diketahui banyak orang. Adapun terkait hikmah membunuh cicak, disebutkan oleh beberapa ulama sebagai berikut:

Imam An-Nawawi menjelaskan, “Para ulama sepakat bahwa cicak termasuk hewan kecil yang mengganggu.” (Syarh Shahih Muslim, 14:236)
Al-Munawi mengatakan, “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat yang jelek, sementara dulu, dia meniup api Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” (Faidhul Qadir, 6:193)
Hikmah yang disebutkan di atas, hanya sebatas untuk semakin memotivasi kita dalam beramal, bukan sebagai dasar beramal, karena dasar kita beramal adalah perintah yang ada pada dalil dan bukan hikmah perintah tersebut. Baik kita tahu hikmahnya maupun tidak.

Segala sesuatu memiliki manfaat dan madarat. Kita–yang pandangannya terbatas– akan menganggap bahwa cicak memiliki beberapa manfaat yang lebih besar daripada madaratnya. Namun bagi Allah–Dzat yang pandangan-Nya sempurna–hal tersebut menjadi lain. Allah menganggap madarat cicak lebih besar dibandingkan manfaatnya. Karena itu, Allah memerintahkan untuk membunuhnya. Siapa yang bisa dijadikan acuan: pandangan manusia yang serba kurang dan terbatas ataukah pandangan Allah yang sempurna?

Manakah yang lebih penting, antara mengamalkan perintah syariat atau melestarikan hewan namun tidak sesuai dengan perintah syariat? Orang yang kenal agama akan mengatakan, “Mengamalkan perintah syariat itu lebih penting. Jangankan, hanya sebatas cicak, bila perlu, harta, tenaga, dan jiwa kita korbankan demi melaksanakan perintah jihad, meskipun itu adalah jihad yang sunnah.”

Taubatnya Cat Steven


Aku dilahirkan di London, jantung dunia barat. Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan angkasa. Era dimana teknologi telah sampai puncaknya, di Britania. Aku berkembang dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik yang telah memberikan pengajaran kepadaku konsep kristiani tentang Allah, Al Masih, Kepastian baik dan buruk. Mereka banyak bercerita kepadaku tentang Allah, sedikit tentang Al Masih dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus. Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang tertumpah dari seluruh sarana informasi. Mereka mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah kekayaan yang sebenarnya yang hakiki, sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang hakiki, Amerika adalah lambang kekayaan, sementara dunia ketiga adalah symbol kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan keterbelakangan.


Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan dan menempuh jalurnya, supaya aku dapat hidup bahagia, beruntung dengan kenikmatan dunia. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan yang tak ada hubungannya dengan agama. Aku mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan kebahagiaan jiwa.

Dan akupun mulai mencari sarana yang mengantarkanku mencapai sukses. Dan jalan yang paling mudah ialah dengan cara membeli gitar, mengarang beberapa lagu serta menyanyikanya, kemudian aku bergerak ditengah khalayak ramai. Inilah yang kenyataannya telah kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Dalam waktu yang relative singkat, ketika aku berumur 18 tahun, sudah ada 8 kaset rekamanku. Aku mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang melimpah dan ketenaran yang memuncak.

Ketika aku sudah sampai puncak, aku melihat kebawah karena takutr terjatuh. Kegoncangan menghantui diriku, dan akupun mulai meminum segelas arak penuh setiap hari untuk menambah keberanian dalam menyanyi.Aku merasakan bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng, tak seorangpun yang membukanya, topeng yang menutupi kenyataan. Aku merasa ini adalah kesesatan. Aku mulai membenci kehidupanku serta menjauhi manusia. Sakitpun tak ayal menimpaku. Aku dipindah ke rumah sakit karena TBC. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik bagiku sebab telah membawaku berfikir.

Aku memiliki keimanan kepada Allah, namun gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ? Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang dibicarakannya. Pemikiran itu sungguh pelik, maka aku berpikir mencari jalan menempuh hidup baru. Kebetulan aku memiliki buku tentang akidah dan ketimuran. Aku sedang mencari kedamaian dan hakekat. Aku dihantui perasaan untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu, tapi aku tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku tak sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong, sehingga aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan,. Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun dalam gereja.

Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku mempelajarinya dan ber anggapan bahwa kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa yang akan terjadi esok sehingga anda dapat menghindari kejahatannya. Aku jadi percaya bintang serta ramalan yang akan terjadi, namun kudapati semua itu kosong belaka.

Kuketuk Komunis, kusangka bahwa kebaikan adalah dengan membagi seluruh kekayaan kepada setiap manusia. Namun aku merasa konsep ini tidak sesuai fitrah, karena yang adil adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih payah anda dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Kemudian aku beralih menelan Pil untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran dan kebingungan yang menyakitkan. Akhirnya akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun akidah yang sanggup memberikan jawaban dan menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang sedang aku cari. Pada saat itu aku belum mengenl islam sedikitpun. Akhirnya aku tetap pada keyakinan dan pemahaman pertama yang aku terima dari gereja. Semua akidah lain hanyalah bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik daripadanya.Aku kembali ke pangkuan gereja untuk kedua kalinya dan menekuni musik kembali. Aku merasa dialah agamaku, tak ada agama lain bagiku.

Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL Qur’an kepadaku. Qur’an itu tetap aku simpan sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina. Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut, yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang dibicarakannya.Kemudian aku mencari terjemahan Qur’an dan itulah pertama kali aku berpikir tentang islam. Islam dimata orang barat dianggap sebagai agama rasial, sedang umat islam dianggap sebagai orang orang asing baik dari Arab ataupun dari Turki. Kedua orang tuaku berasal dari
Yunani dan orang Yunani membenci muslim Turki karena motivasi warisan. Tapi aku berpendapat untuk melihat terjemahannya dan tak ada salahnya untuk mengetahui isinya.

Dari pertama kali kurasakan, Al Qur’an dimulai dengan Bismillah, dengan nama Allah bukan lainya. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah measuk mempengaruhi jiwaku. Kemudian dilanjutkan dengan Al Fatihah, pembukaan AL Kitab, Alhamdulillaahirobbil “alamin, segala puji hanya bagi Allah pencipta alam semesta, penguasa dan pengatur seluruh Makhluk.

Waktu itu, pemikiranku tentang Tuhan, dangkal sekali. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu Esa dan terbagi menjadi tiga. Bagaimana ? Aku tak tahu.

Adapun AL Qur;an telah mulai dengan penyembahan kepada Allah yang Esa, Tuhan seluruh alam, Allah satu satunya pencipta, tiada sekutu baginya. Ini merupakan konsep baru bagiku. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal Qur’an, bahwa didalamnya ada konsep persesuaian dan kekuatan yang mampu mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ), adapun sekarang, maka dalam konsep islam, Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala sesuatu.

Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam, maka aku penuhi ajakannya. Adapun gereja yang telah menghancurkanku serta mendatangkan kesengsaraan dan kepayahan, dialah yang menyuruhku menemui Al Qur’an, ketika ia tak sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh.

Aku benar benar melihat sesuatu yang unik dalam Qur’an. Al Qur’an tidak seperti kitab yang terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab yang saya pelajari sebelumnya. Di sampul Al Qur’an tidak ada nama pengarangnya. Karena itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu yang telah Allah wahyukan kepada nabi Muhammad Saw. Telah menjadi jelas bagiku, perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah yang bermacam pula. Kucoba mencari kesalahan kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan. Semua selaras dengan paham keesaan yang murni, akupun mulai tahu apa itu islam. Kudapati didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan yang lainya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya permulaan makhluk hidup dan manusia sepanjang sejarahnya ada dua macam, Mukmin dan Kafir. Al Qur’an telah menjawab seluruh pertanyaanku. Ketika selam 1 tahun, saya mempelajari AL Qur’an. Pada saat itu aku merasa bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia ini.

Kemudian aku berpikir, bagaimana caranya menjadi muslim yang sebenarnya. Akhirnya di Masjid di London, aku mengumumkan keislamanku dengan bersyahad, dan meyakini secara toal seluruh ajaran ini. Aku yakin, islam yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat, bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya dengan membaca dua kalimat syahadad.

Aku seperti dilahirkan kembali. Sebelumnya aku belum pernah ketemu dengan seorangpun dari mereka. Sekiranya aku bertemu dengan seorang muslim yang berusaha mengajakku ke islam, tentu akan kutolak ajakanya karena melihat kondisi umat islam yang memprihatinkan, dan gambaran buruk yang diberikan oleh sarana informasi barat yang selama ini menjadi rujukan banyak orang.

Aku telah datang kepada islam dari sumber terbaiknya. Kemudian aku pelajari Siroh Rosulullah, bagaimana beliau berperilaku juga sunnahnya. Aku dapatkan perbendaharaan yang melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan sunnahnya. Aku telah lupa dengan musik, dan bertanya apakah aku teruskan? Mereka menasehatiku untuk berhenti, sebab musik itu melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah bahaya besar. Akhirnya bergantilah namaku menjadi Yusuf Islam.

Inilah jalanku. Semua hasil kekayaan yang aku peroleh, semuanya kini telah kuberikan untuk dakwah islam.

Saudaraku, itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal Cat Steven yang telah berganti nama dengan Yusuf Islam. Kita ketahui, kehidupan selanjutnya ialah, betapa penampilannya yang islami menjadikan Amerika geram dan menolaknya ketika mau datang kesana, namun disisi lain jutaan umat ini bangga dengan kehadiran seorang yang telah ber azzam untuk memanfaatkan segenap waktunya untuk berjuang dalam dakwah yang mulia ini.

Marilah kita bercermin dari kisah ini. Tidak salah juga jika kita bertanya pada diri sendiri, Sudah bersemangatkah kita untuk bergabung dalam barisan dakwah seperti yang telah Allah dan rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika demikian. Mari kita bangkit!!! Karena sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti ! Semoga bermanfaat.

Daromi Aks
Sumber: Ervakurniawan.wordpress.com

Amalan-Amalan Kebaikan Di Bulan Rajab


Bulan Rajab bulan yang penuh kemuliaan dan termasuk bulan yang diharamkan (Asyhurul Hurum). Allah berfirman “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S At-Taubah: 36)
Empat bulan yang dimaksud adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram (3 bulan berurutan) dan bulan Rajab yang ada di urutan ke 7 dalam penanggalan Hijriah (Qomariah). Di bulan ini terdapat peristiwa yang sangat besar yang biasa kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu dinaikkannya Nabi Saw ke langit tujuh , untuk menerima syari’at shalat 5 waktu. Makanya para ulama berkomentar bahwasannya satu-satunya syari’at Islam yang Nabi Saw terima dari Allah secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril hanyalah shalat yang 5 waktu, ini menandakan betapan shalat lima waktu merupakan perkara yang sangat penting bagi ummat Islam.

Di bulan Rajab ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan meninggalkan sejauh-jauhnya segala bentuk kesia-siaan apalagi perbuatan ma’siat dan kejahatan terhadap manusia. Karena Ibnu Abbas r.a pernah berkata yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari bahwasannya  “Allah SWT telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.” (Tafsir Ath-Thabari)

Namun demikian,
satu hal yang perlu kita perhatikan berkenaan dengan memperbanyak amal ibadah pada bulan Rajab ini adalah sebaiknya kita menghindari ibadah-ibadah yang berdasar pada hadits-hadits lemah dan palsu yang banyak sekali berseliweran sejak dahulu hingga saat ini, kita harus cerdas dalam beribadah kepada Allah Swt karena jangan sampai kita berlelah letih melakukan sebuah ibadah sehingga menghabiskan waktu dan tenaga kita akan tetapi tertolak.  Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa yang beramal bukan di atas petunjuk kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim). Jadi walaupun ibadah yang dilakukan berdasarkan hadits shahih (sesuai tuntunan Rasul Saw) belum tentu diterima itu masih lebih baik ketimbang kita mengamalkan ibadah yang sudah jelas-jelas tertolak.

Ibnu Hajar Al-Asqalani telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan khusus di bulan Rajab; Tabyiinul ‘Ajab fii maa Warada fii Fadhaaili Rajab. Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keteranganpun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut, yang merupakan hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah.”

Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Saw berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadits yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadits-hadits palsu (Iqtidha Shirathil Mustaqim, 2/624)

Jadi alangkah baiknya jika kita memperbanyak amal ibadah di bulan ini dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas keshahihan haditsnya seperti shaum daud, shaum senin kamis, shaum tgl 13, 14, 15, shalat tahajjud, shalat dhuha, shedekah, dan lain sebagainya. Wallahu a’lam. [azam/islampos]

Abdallah : ‘Sulit Bagiku Menerima Konsep Banyak Tuhan Dalam Sebuah Agama’


ABDALLAH, seorang lelaki berdarah India namun lahir dan besar di Toronto. Agama dan budaya yang ia anut sebelum masuk Islam adalah agama Hindu dan budaya barat Kanada.

Semasa kecil ia selalu mengunjungi kuil, melakukan kemah musim panas, sekolah pada hari Minggu dan selalu mengikuti kegiatan keagamaan lainnya. Hal ini membuat ia mengenal semua adat istiadat dan ritual yang dilakukan kedua orangtuanya dan orang-orang yang berada di lingkungan sekolahnya.
Abdallah mengungkapkan bahwa perjalanannya menuju Islam berbeda jauh dari kebanyakan mualaf lain yang rata-rata memiliki masalah emosional yang mendorong mereka menuju kebenaran. Ia hanya mengaku bahwa semasa muda ia merasa tidak cocok dengan agama yang dianut orangtuanya meski ada suatu saat ketika ia begitu membela dan taat terhadap agama orang tuanya.

“Saya begitu taat seperti kerang. Namun saat itu yang ada terasa kosong dalam diri saya. Saya sadar bahwa saya hanya mencoba membela diri dan berpikir orang-orang akan menyerang keyakinan ini dari berbagai aspek,” ujar Abdallah.

Ketidakcocokan Abdallah terhadap agama yang dianut orangtuanya dikarenakan ia sangat sulit menerima gagasan banyak tuhan untuk disembah. Banyak pemaparan yang berbeda-beda yang ia dapatkan yang sama sekali tidak logis dan tidak ilmiah. Hal tersebut membuatnya tidak puas dengan kebenaran yang ia yakini saat itu.

Rasa ketidakpuasan tersebut membuat Abdallah meninggalkan agama Hindu pada uisa remaja dan menemukan kitab Injil.

“Saya membaca kitabInjil. Saat itu saya mengagumi kitab tersebut karena didalamnya terdapat  konsep satu Tuhan. Kalau tidak salah saya temukan itu pada Kitab Perjanjian Lama,” tutur Abdallah.

Tuhan yang Abdallah kenal dari Injil, menurutnya sangat baik hati dan di saat bersamaan hadir konsep nabi, yaitu seorang manusia pembawa pesan tuhan dan ia bukanlah entitas Esa.

“Bisa dibilang konsep itu sangat menarik hati saya. Setelah itu pencarian saya terus berjalan,” lanjut Abdallah.

Ia pun membuka bagian Kitab Perjanjian Baru. Lagi-lagi ia merasa takjub dengan nilai-nilai yang ia temukan didalamnya. Ia langsung jatuh cinta dengan karakter Yesus. Namun sosok dia sebagai entitas Tuhan, sulit diterima dalam hatinya dan ia kembali merasa tidak cocok.

Saat itulah ia mulai menolak semua agama dan menjadikan atheis sebagai pilihan hidupnya untuk sementara waktu. Namun ia pun sulit untuk bisa menerima konsep atheisme. Karena ia menyadari dalam hati ataupun dari logika bahwa seluruh hal yang ia temukan di sekitarnya pasti diciptakan oleh sesuatu yang luar biasa. Hal ini membuatnya terus berjalan dari satu agama ke agama lain, Budha, Katholik, kuil Sikh, bahkan juga kembali berdoa bersama orang tuanya.

Satu-satunya agama yang tidak pernah ia usik dan ia lihat saat itu adalah Islam. Hal ini dikarenakan ketika orangtuanya tinggal di kota Muslim di India, mereka termasuk Abdallah selalu berpikir bahwa Islam adalah teroris dan Islam selalu menindas hak wanita. Inilah yang selalu menahannya melihat Islam itu lebih jauh.

Namun pada akhirnya ketika Abdallah masuk sebuah universitas, ia menemukan sebuah tempat dimana ia bisa membuka
diri dari berbagai gagasan apapun. Hingga akhirnya ia menemukan buku tentang sains dalam Al Qur’an ketika ia hendak menulis tugas akhir untuk gelar sarjana.  “Itulah pertama kalinya saya benar-benar mengkritisi dan melihat apa yang diajarkan oleh Islam,” kenang Abdallah.

Saat mengkaji Islam, Abdallah mengaku dalam kondisi sangat rasional. Ia ingin berpikir berdasarkan fakta alih-alih emosi. Ia bersikap seperti itu karena sebelumnya ketika ia mencari kebenaran akan suatu agam ia selalu melibatkan emosi namun hasilnya tidak ada yang mengena. Selain itu pemahaman Abdallah saat itu adalah kebenaran bukan hanya sebuah perkara emosi, tapi juga mengandung komponen logis dan rasional.

Pada momen penentuan itulah justru Abdallah menemukan pencerahan. Semua bahan bacaan mengenai sains dalam Al Qur’an mulai mendorong kuat dirinya untuk menggali lebih dalam lagi tentang Islam yang membawa dirinya mengucapkan dua kalimah syahadat.

Setelah menjadi Muslim, Abdallah bercerita kepada orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya. Ia juga mulai memelihara janggut. Seperti yang ia duga bahwa keluarga dan orang-orang disekitarnya memiliki pandangan negatif terhadao saya karena seorang Muslim. Namun Abdallah tidak menyalahkan mereka. “Sebenarnya itu disebabkan murni ketidaktahuan karena tidak ada seorang pun yang menjelaskan kepada mereka, tidak ada yang merangkul mereka untuk memaparkan seperti apa kebenaran dan betapa indahnya Islam itu,” kata Abdallah. Begitupun saat orangtuanya sedikit bereaksi negatif, Abddalah melihat itu sekedar reaksi emosi. Karena pada akhirnya orangtua Abdallah tidak memandang rendah ketika Abdallah menjadi orang lebih baik. Namun kendala lain ia dapatkan kembali ketika ia tidak menemukan dukungan dari lingkungan sosial yang bisa memandunya sebagai Mualaf.

“Tidak ada ‘mesin besar’ untuk menyebarluaskan kebenaran tentang agama Islam ini. Karena itu saya berpikir untuk mengkontribusikan diri sebagai pengingat yang lainnya sekaligus jalan bagi saya untuk memahami agama ini setiap hari,” ujar Abdallah. “Saya melakukan ini agar bisa memberi panduan bagi mualaf lain, membantu mereka melakukan transisi semulus dan semudah mungkin dan membuat mereka memahami bahwa ketika mereka menjadi Muslim, mereka tidak akan kehilangan identitas.”

Abdallah ingin memastikan bahwa mereka masih tetap menjadi diri mereka yang dulu dengan kesukaan, ketertarikan dan hobi masing-masing.

“Saya pikir hal terbesar yang saya dapat dari Islam adalah kepuasan dalam hati. Saya akhirnya memahami mengapa saya di sini dan mengapa alam semesta diciptakan. Saya merasa menyatu dan sejalan dengan alam di sekitar saya, menyatu dengan setiap manusia, bahkan makhluk-makhluk Allah yang lainnya. Sungguh menimbulkan perasaan indah setiap kali saya bangun pagi, mengingat Tuhan dan mengingat anugerah yang telah Ia berikan kepada manusia. Itulah yang memunculkan sikap hormat saya terhadap setiap manusia, setiap makhluk, hewan, tumbuhan, apa saja. Islam adalah sistem kebenaran di banyak hal. Saya kini belajar untuk lebih menghormati orang tua, tetangga saya, orang-orang dari keyakinan lain dan dari budaya lain.” Kata Abdallah. [islampos]

Sabtu, 11 Mei 2013

Makanan Pilihan Rasul untuk Ibu Hamil


Rasulullah Saw merekomendasikan beberapa makanan yang sehat untuk ibu hamil. Selain bergizi untuk diri si ibu, makanan-makanan tersebut juga mencerdaskan otak bayi yang dikandungnya. Apa sajakah makanan itu?

Kehamilan merupakan anugerah terindah bagi setiap orang tua. Karenanya, perlu menjaga kesehatan si ibu dan kandungannya agar dapat lahir dengan selamat. Masa kehamilan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak nantinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pertumbuhan janin adalah memilih makanan yang sehat untuk ibu hamil.
Kesehatan janin dalam kandungan bergantung pada kesehatan fisik ibu. Salah satu hal yang mendukung kesehatan ibu adalah makanan yang dia makan. Karena itu, Rasulullah Saw sangat menekankan pentingnya perhatian terhadap makanan ibu hamil, khususnya makanan yang berpengaruh pada sisi psikis dan spiritual anak.
Dalam sebuah hadist disebutkan, “Orang yang sengsara telah sengsara sejak ia berada di perut ibunya dan orang yang berbahagia telah berbahagia sejak ia berada di perut ibunya.”
Maksud dari kebahagiaan dan kesengsaraan semasa di perut ibu adalah bahwa kondisi ibu tersebut menciptakan potensi pada janin untuk menjadi bahagia atau sengsara di masa mendatang. Sebagian penyakit yang diidap ibu dapat menular pada anak sehingga ia lahir dengan penyakit bawaan dan ini merupakan sebagian dari kesengsaraan hidup baginya. Atau sebaliknya, bayi akan lahir sehat dan kesehatannya itu akan terus dibawa selama hidupnya dan itu merupakan bagian dari kebahagiaannya.

Buah Pir

Berikut beberapa makanan yang dianjurkan Rasulullah Saw untuk dimakan ibu selama masa kehamilan.
Pertama adalah buah pir. Rasulullah Saw bersabda, “Makanlah buah pir karena buah itu dapat membuat terang penglihatan dan menumbuhkan rasa cinta di hati. Dan berikanlah buah ini kepada ibu yang sedang mengandung karena dapat mempercantik anak kalian.”
Buah Pir (Pear)

Luban

Kedua, luban atau kemenyan Arab. Rasulullah Saw bersabda, “Berilah luban
(kemenyan Arab) kepada istri kalian yang sedang mengandung karena itu dapat mencerdaskan anak yang sedang dikandungnya.”
Imam Ali bin Musa Ridha As berkata, “Berikanlah luban kepada istri kalian yang sedang mengandung. Jika bayi yang dikandungnya itu laki-laki, maka anak tersebut akan menjadi anak yang cerdas, pandai, dan pemberani. Jika bayi yang dikandungnya itu perempuan, maka anak itu akan menjadi cantik paras dan budi pekertinya, serta akan dihormati oleh suaminya.”

Buah Kurma

Ketiga adalah buah kurma. Rasulullah Saw bersabda, “Berikanlah buah kurma kepada istri kalian di bulan ke sembilan kehamilannya karena hal itu dapat membuat anak yang ia lahirkan menjadi orang yang berhati lembut dan bersih.”
Buah Kurma

Buah Delima

Para Imam Ahlul Bait As telah membuat daftar menu makanan yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh, seperti yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadist Ahlul Bait, misalkan Al-Kafi dan Makarim Al-Akhlaq. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah buah delima, tin, anggur, kismis, sayuran, daging, bubur daging, hijau-hijauan, dan jenis buah-buahan lainnya.
Buah Delima

Perbanyak pula makanan yang mengandung asam folat yang berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si kecil. Makanan yang mengandung asam folat terdapat pada sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya.

Selain itu, makanan yang dikonsumsi ibu hamil ada baiknya mengandung banyak zat besi. Zat besi berguna untuk mencegah terjadinya anemia pada saat kehamilan. Anemia berbahaya sekali bagi ibu hamil sehingga dapat menyebabkan terjadinya pendarahan saat-saat persalinan.

Di lain pihak, mereka melarang kita untuk memakan makanan yang membahayakan kesehatan seperti bangkai, darah, daging babi, arak, dan jenis-jenis makanan lain yang telah dilarang dalam Alquran dan hadist Nabi Muhammad Saw.

Sumber:
Makanan Islami - Tabloid Kisah Hikmah edisi 123 Minggu III-IV Maret 2012

Sisihkan 30 Menit Saja Untuk Olah Raga


Wanita lumrah jauh dari olah raga. Apalagi seorang Muslimah, sudah menikah dan punya anak.  Padahal, olah raga itu merupakan kegiatan yang wajib dilakukan lho. Cukup 30 menit saja dalam sehari.

Panduan olahraga selama 30 menit setiap hari, pada dasarnya ditujuan untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah risiko penyakit kronik. 

Pola makanyang buruk serta gaya hidup kurang aktif akan menyebabkan ketidakseimbangan energi, yakni lebih banyak kalori yang masuk daripada yang dikeluarkan. Akibatnya terjadi penumpukan lemak yang memicu kegemukan.
Olahraga 30 menit setiap hari berlaku untuk semua orang dewasa, termasuk wanita. Ada beberapa studi ilmiah yang menujukkan
durasi tersebut bermanfaat. Bila dilakukan secara teratur setiap hari, aktivitas fisik selama 30 menit akan menjaga berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, osteoporosis, serta hipertensi.

Nah, bagi mereka yang sudah melakukan olahraga selama 30 menit namun berat badannya masih bertambah, maka durasinya harus ditambah misalnya menjadi 60 menit.

Data yang berasal dari National Weight Loss Registry mengindikasikan bahwa orang yang kegemukan berhasil menurunkan berat badannya jika tingkat aktivitas fisik mereka tinggi.

Jadi, apa pun aktivitasnya, yang penting tubuh Anda bergerak aktif sehingga cukup untuk membuat detak jantung dan napas meningkat. So, olah raga ya? [rk-i]

Jumat, 10 Mei 2013

5 CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG



1. Pandai Bersyukur
Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian
Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.


3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh
Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong,
musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi
Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akherat

Hikmah Dari Capasitor


Bagi seorang muslim, menjadi hak nya mendapatkan sebanyak-banyaknya hikmah. Hikmah bukan hanya ada di  tempat-tempat tertentu, tapi hikmah ada di mana-mana.

Sebagian dari kita mungkin tidak asing lagi dengan sebutan Capasitor. Salah satu komponen elektronik yang memiliki fungsi menampung listrik (elektron) dan kemudian di salurkannya kembali. Salah satu contoh sederhana kapasitor adalah batu batre. Sifat lain dari kapasitor adalah jika ia tidak menyalurkan atau menampung listrik berlebih maka ia akan membengkak dan rusak. Dan sifat lainnya adalah jika kapasitor di rangkai secara paralel maka akan semakin besar kemampuan
menampungnya.


Subahanallah, begitulah seharusnya Ilmu diperlakukkan. Jika kita menampung begitu banyak ilmu, tanpa kita berbagi dengan orang lain, maka ilmu itu ternyata tidak akan semakin bertambah tapi sebaliknya. Bukan semakin membuat si pemiliknya berkualitas akan tetapi bisa menjadi rusak.

Tak jauh dengan kapasitor yang dirangkai paralel, ilmu pun seperti itu, semakin sering di berikan pada orang lain, semakin bertambah ilmu yang kita miliki.

Subahanallah, ternyata banyak hal Hikmah yang tercecer di sekitar kita. Sehingga tidak ada alasan sedikitpun untuk melupakanNya.(islamedia)

Apakah Jin Juga Mengalami Kematian?


Dunia jin yang ghaib tak pernah putus disukai oleh manusia. Satu pertanyaan yang menyeruak; apakah jin juga mati layaknya manusia?

Keterangan yang kita dapati dari beberapa riwayat menunjukkan bahwa jin itu seperti manusia, yaitu bisa meninggal juga. Perlu kita garis bawahi bahwa jin itu berbeda dengan iblis yang secara khusus telah diberikan ajal sampai kiamat tiba.
Ketika Allah SWT mengutuk iblis lantaran tidak taat kepada-Nya untuk bersujud kepada Nabi Adam as, iblis masih memohon untuk ditangguhkan masa hidupnya hingga akhir zaman. Permintaan terakhir itu pun dikabulkan Allah SWT.

Iblis menjawab, “Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan!”

Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

Sedangkan jin adalah jenis makhluk halus. Seperti halnya manusia, jin hidup
berkelompok-kelompok, bersuku-sku dan berbangsa-bangsa. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka saling menikah, beranak, tumbuh dewasa hingga besar dan mereka pun masing-masing mengalami kematian. Meski ukuran usianya sedikit berbeda dengan ukuran usia umumnya manusia biasa.

Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Wahb bin Munabbih bahwa ia ditanya tentang jin, Apakah jin itu makan, minum, mati dan menikah? Dijawab, “Mereka bermacam-macam. ada yang tidak makan, minum, mati dan beranak, mereka adalah jin asli. Ada lagi jenis yang bisa makan, minum, mati dan menikah.” (Wiqoyatul Insan Minal Jinni Wasy-Syaithan, Syeikh Abds Salam Bali).

Dan kesimpulan yang pasti tentang matinya jin tentunya adalah firman Allah SWT: “Semua yang ada di atas bumi akan binasa. Dan kekal wajah Rabmu Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan karena itu. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kalian dustakan.” (QS. Ar-Rahman: 26 – 28).

Tidur/Istirahat Siang (Qailulah): Sehat Dan Sunnah


Kebiaasaan yang mungkin kita lakukan ini adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, insyaAllah kita akan mendapat pahala jika kita meniatkannya. Adapun jika sekedar kebiasaan saja maka tidak berpahala. Inilah pentingnya ilmu, jika kita tidak mengetahui hal ini, maka tidur siang kita hanya semata-mata karena kebiasaan saja dan tidak mendapat pahala.

Selain itu tidur/istirahat siang (qailulah) juga termasuk kebiasaan yang menyehatkan asalkan tidak berlebihan, akan menyegarkan badan dan membantu kita untuk bangun shalat malam.


Qailulah tidak harus tidur, istirahat siang termasuk qailulah

Dalam Kamus Lisanul Arab dijelaskan makna qailulah secara bahasa,

القيلولة نومة نصف النهار

“Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang”

Karena diterjemahkan qailulah dengan “tidur siang” maka banyak yang menyangka qailulah mesti harus tidur. Yang benar, qailulah tidak mesti harus tidur, istirahat pada siang hari sudah termasuk qailulah.

Ash-Shan’ani rahimahullah berkata,

والقيلولة: الاستراحة نصف النهار، وإن لم يكن معها نوم

“Qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.”

Kapan Waktu qailulah

Terdapat ikhtilaf ulama kapan waktu qailulah, apakah sebelum dzuhur atau sesudah dzuhur atau keduanya.

Syarbini rahimahullah berkata,

هي النوم قبل الزوال

“tidur sebelum zawal (waktu dzhur)”

Al-Munawi rahimahullah berkata,

القيلولة: النوم وسط النهار عند الزوال وما قاربه من قبل أو بعد

“Qailulah adalah tidur di pertengahan siang ketika zawal atau mendekati waktu zawal sebelum atau sesudahnya.”

Al-Badri Al-Aini berkata,

القيلولة معناها النوم في الظهيرة

“Qailulah maknanya: tidur di waktu dhuzur (petengahan siang).”

Dan yang rajih adalah qailulah itu waktunya setelah zawal (dzuhur) sebagaimana hadits.

عن سهل بن سعد رضي الله عنه قال: ما كنا نقيل ولا نتغذى إلا بعد الجمعة في عهد النبي صلى الله عليه وسلم. واللفظ لمسلم.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu berkata,

“kami (dahulunya) tidaklah melakukan qailulah dan makan kecuali setelah shalat jumat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata,

كَانُوا يُجَمِّعُوْنَ ثُمَّ يَقِيْلُوْنَ

“Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang ( qailulah).”

Sunnah qailulah

Tidur siang disebutkan dalam Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (Ar-Ruum :23)

Demikian juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.”

Demikian juga perbuatan para sahabat.

رُبَّمَا قَعَدَ عَلَى بَابِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رِجَالٌ مِنْ قُرَيْشٍ، فَإِذَا فَاءَ الْفَيْءُ قَالَ: قُوْمُوا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِلشَّيْطَانِ. ثُمَّ لاَ يَمُرُّ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ أَقَامَهُ

“Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud.
Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang), Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.”

Di riwayat yang lain,

كَانَ عُمَرُ z يَمُرُّ بِنَا نِصْفَ النَّهَارِ –أَوْ قَرِيْبًا مِنْهُ – فَيَقُوْلُ: قُوْمُوا فَقِيْلُوا، فَمَا بَقِيَ فَلِلشَّيْطَانِ

“Dahulunya ’Umar bila melewati kami pada tengah hari atau mendekati tengah hari mengatakan, “Bangkitlah kalian! Istirahat sianglah! Yang tertinggal menjadi bagian untuk setan.”

Al-Khalal berkata,

قال الخلال استحباب القائلة نصف النهار قال عبد الله كان أبي ينام نصف النهار شتاء كان أو صيفا لا يدعها

“Disunnahkan qailulah pada pertengahan siang, Abdullah (bin Ahmad) berkata, “Ayahku tidur siang pada musim panas dan dingin, ia tidak meninggalkannya.”

Manfaat tidur siang

Tidur siang sangat bermanfaat dan terasa bagi mereka yang terbiasa. Terasa segar jika bangun dari tidur siang yang walaupun sebentar tetapi berkualitas.

Berikut manfaat tidur siang bagi kesehatan:

1. Meningkatkan daya ingat
Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa tidur siang selama 45 menit bisa membantu meningkatkan daya ingat. Peningkatan ini terjadi dalam fase slow-wave sleep atau tidur gelombang pendek sebagaimana biasa terjadi saat tidur siang.

Peningkatan aktivitas otak saat sedang tidur juga diyakini bermanfaat untuk mempelajari bahasa asing. Kata-kata atau istilah baru akan lebih mudah diingat jika sering diperdengarkan saat sedang tidur.

2. Meningkatkan produktivitas
Tidur siang dapat melindungi otak dari pengolahan informasi yang terjadi secara berlebihan dan membantu mengkonsolidasikan informasi yang baru dipelajari. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan konsentrasi dan produktifitas di tempat kerja. Bahkan penelitian sebelumnya menemukan tidur siang dapat menurunkan tekanan darah.

3. Mengobati insomnia
Penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidur siang selama 15 menit merasa lebih waspada dan kurang mengantuk, bahkan ketika malam hari sebelumnya kurang tidur.

Efeknya memang bisa bervariasi pada setiap individu, namun sebuah penelitian tahun 2011 menegaskan tidur siang membuat penderita insomnia jadi lebih bugar karena total waktu istirahatnya jadi lebih panjang.

4. Menurunkan stres
Ingin memotong hormon stres kortisol sebanyak separuh? Penelitian menunjukkan bahwa hormon stres secara dramatis mengalami penurunan setelah tidur siang, terutama jika semalam tidurnya kurang begitu nyenyak.

Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa ketika sekelompok pilot tidur kurang dari 7 jam semalam sebelum bertugas, kadar kortisolnya meningkat secara signifikan dan bertahan selama 2 hari. Namun ketika berhasil tidur siang barang sebentar, kadar kortisol berkurang separuhnya.

5. Mencegah penyakit jantung
Tidur siang yang pendek selama 20-40 menit bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. Kesimpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti Yunani.

Peneliti menemukan bahwa orang yang setidaknya tidur siang 30 menit selama 3 kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 37 persen. Menurut penelitian ini, tidur siang yang sehat sebaiknya dilakukan antara pukul 1-3 siang selama tak lebih dari 45 menit. Jika berlebih, justru menyebabkan terbangun dengan ‘kepala berat’.

Demikian, semoga bermanfaat.

Ketika Mendengar Ayam Berkokok, Anjing Mengonggong Dan Ringkikan Keledai Malam Hari


Terkadang kita tidak terlalu memperhatikan atau menganggap biasa saja/sepele jika kita mendengarnya, akan tetapi syariat yang sempurna ini telah mengatur dan memberi petunjuk ketika kita mendengar suara-suara ini.

Ketika mendengar anjing mengonggong dan ringkikan keledai malam hari

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَهِيْقَ الْحَمِيْرِ بِاللَّيْلِ، فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ.

‘Apabila kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari, maka mintalah perlindungan (ta’awwudz) kepada Allah, karena mereka melihat sesuatu yang tidak kalian lihat’.”

Syaikh Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan,

أي اعتصموا به منه بأن يقولأحدكم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم  أو نحو ذلك من صيغ التعوذ فإنه أي الحمار رأى شيطانا

“Berlindunglah kepada Allah, misalnya dengan mengucapkan “A’udzu billahi minas syaithanir raajim” atau yang lainnya dari lafadz ta’awwudz. Karena keledai tersebut melihat syaitan”

Berkata qadhi ‘Iyadh rahimahullah,

قال عياض وفائدة الأمر بالتعوذ لما يخشى من شر الشيطان وشر وسوسته فيلجأ إلى الله في دفع ذلك

“Faidah dari perintah agar ber-ta’awwudz karena dikhawatirkan kejelakan/kejahatan dari syaitan dan was-was, maka segeralah berlindung kepada Allah untuk mencegah hal tersebut.”

Ketika mendengar Ayam
berkokok

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الْحَمِيْرِ، فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا. وَإِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ، فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا.

“Apabila kamu mendengar ringkikan keledai, maka mintalah perlindungan (ta’awwudz) kepada Allah dari godaan setan, karena dia melihat setan. Dan apabila kamu mendengar ayam jantan berkokok, maka mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat.”

Ibnu Hajar Al-Asqalani  rahimahullah berkata,

وللديك خصيصة ليست لغيره من معرفة الوقت الليلي

“Ayam (jenis diik) mempunyai kekhususan yang tidak ada pada yang lainnya yaitu mengetahui waktu-waktu malam.”

Ad-dawudi Berkata,

يتعلم من الديك خمس خصال : حسن الصوت ، والقيام في السحر ، والغيرة ، والسخاء ، وكثرة الجماع

“diketahui dari Ayam (jenis diik) lima sifat: suara yang bagus, bangun di waktu malam, rasa cemburu, berlapang dada dan banyak berjima’.”

Qadhi ‘Iyadh berkata,

كأن السبب فيه جاء تأمين الملائكة على دعائه واستغفارهم له وشهادتهم له بالإخلاص والتضرع

“seolah-olah sebabnya adalah adanya pengaminan malaikat (malaikat mengaminkan) terhadap doa dan memintakan pengampunan bagi mereka yang ikhlas dan sukarela.”

Bandara Juanda Surabaya

Susu alami


Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa makanan yang tepat untuk bayi adalah dari susu ibunya (ASI), dan makanan ini tidak dianggap sempurna kecuali jika sang ibu telah menyusui anaknya selama dua tahun penuh! Inilah yang telah dikeluarkan olehOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada abad 21 ini, begitu juga dalam hasil konferensi medis baru-baru ini menegaskan bahwa masa terbaik untuk menyusui adalah dua tahun,
karena anak selama dua tahun tersebut sangat membutuhkan antibodi untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh, benda-benda
tersebut tidak ditemukan di tempat lain kecuali dalam susu ibu. Mari berfikir bersama saya apa yang diungkapkan dapat Al-Qur’an sebelum 14 abad yang lalu daripada konferensi ini!

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”. (Al-Baqarah:233)

Apakah ada ajaran lain yang lebih menakjubkan dari ajaran Islam?

--------------------

Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

KISAH MERTUA DAN MENANTU


Seorang ibu tersenyum kepada istri anaknya setelah berlalu bulan madu keduanya.
Dia berkata, “Engkau telah membuat putraku rajin shalat ke masjid. Engkau berhasil dalam waktu 30 hari saja, padahal aku telah berusaha menasihatinya selama 30 tahun!”

Menantu itupun mengalirkan air mata…

Menantu itu berkata, “Apakah anda telah mengetahui wahai ibuku, kisah tentang batu dan harta?

Dikisahkan bahwasana ada sebuah batu besar yang menghalangi jalannya manusia. Maka seorang laki-laki dengan sukarela berusaha memecahkan batu itu dan menyingkirkannya. Dia memukul batu itu dengan kapak hingga 99 kali, tapi batu itu tidak bergeming. Dia sangat kelelahan…

Ketika itu datanglah seorang laki-laki dan menawarkan bantuan… Dia memukul batu besar itu dengan kapak dengan sekali pukulan, tiba-tiba batu itu pun pecah!

Ternyata di bawah batu itu terdapat sekantung emas.

Berkatalah laki-laki kedua ini, “Emas ini adalah milikku, karena akulah yang telah memecahkan batu ini!”
Keduanya pun mencari keadilan kepada hakim.

Orang yang bertama berkata, “Hendaknya sebagian harta itu diberikan kepadaku, karena aku telah memukul batu itu sebanyak 99 pukulan, kemudian aku sampai keleahan!”

Laki-laki kedua berkata, “Tidak, harta itu adalah
milikku seluruhnya, karena akulah yang memecahkan batu itu!”

Hakim itu berkata, “Engkau wahai laki-laki yang pertama, engkau mendapatkan 99 bagian dari harta ini, adapun engkau laki-laki yang memecahkan batu, bagimu satu bagian saja, seandainya laki-laki pertama ini tidak memukulnya sampai 99 kali maka batu itu tidak akan pecah pada pukulan ke 100!”

Sungguh … di dalam kisah ini terdapat pelajaran akhlaq yang agung…

1. Seorang ibu, seorang ibu yang telah berusaha menasihati putranya untuk shalat selama 30 tahun tanpa putus asa, kemudian dia merasa gembira dengan anaknya yang shalat karena pengaruh dari istrinya, meskipun anaknya itu tidak memedulikan nasihat ibunya selama 30 tahun!

2. Menantu yang agung akhlaqnya! Dia tidak menyematkan keutamaan kepada dirinya, bahkan dia menjadikan keutamaan itu sepenuhnya milik ibu tersebut, karena ibu itu telah meletakkan asas kepada anaknya, satu demi satu… hingga tersisa satu bagian terakhir, yang disempurnakan oleh dirinya…

Sudahkah anda demikian…

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku”

Prof DR. Ashim al-Qaryuthi

BAGAIMANA DENGAN SHOLAT ANDA ?


Sewaktu pulang dari suatu peperangan, Nabi S.A.W telah bermalam disuatu tempat.Baginda bertanya:
"Siapa yang hendak menjaga kemahku malam ini?"

Ammar bin Yassir dari kaum Muhajirin dan Abbad bin Basyar dari kaum Ansar telah menawarkan diri masing-masing untuk mengawasi kemah Nabi S.A.W .Kedua-duanya telah ditugaskan berjaga-jaga di puncak sebuah bukit berdekatan dgn.tempat Nabi beristirahat. Abbad berkata kepada Ammar : "Marilah bertugas bergiliran setengah hari yang pertama, aku akan berjaga supaya engkau dapat melelapkan matamu.Kemudian engkau berjaga supaya aku dapat melelapkan mataku." Ammar setuju, dia pun merebahkan badannya lalu tidur dengan nyenyaknya. Sambil menjalankan tugasnya Abbad telah mendirikan sholat.
Seorang pengintai musuh telah melihatnya lalu melepaskan anak panahnya yang menembus badan Abbad. Melihat keadaan Abbad yang masih berdiri tegak itu, si pengintai tadi melepaskan lagi dua anak panahnya. Abbad kemudian mencabut ketiga anak panah tersebut lantas membangunkankan Ammar. Sementara
itu, ketika melihat Ammar bersama-sama Abbad, laskar musuh tadi melarikan diri karena menyangka ada banyak lagi laskar-laskar Islam disitu. Melihat badan Abbad yang berdarah Ammar berkata:
"Subhanallah! Mengapa kamu lambat membangunkan aku?"

Jawab Abbad: "Di dalam Qiraatku, aku telah membaca surah al-Kahfi dan aku enggan memendekkannya.Tetapi ketika anak panah yang ketiga melekat dibadanku, aku merasa bimbang dengan keselamatan Rasulullah. Aku pun segera menamatkan sholatku lalu membangunkanmu. Kalau tidak, sudah tentu aku akan menamatkan pembacaan surah al-Kahfi sebelum ruku' meskipun aku terpaksa mati dipanah musuh itu."

Oleh karena asyik membaca al-Qur'an, Abbad tidak gentar dengan senjata musuh. Nikmat membaca al-Qur'an menyebabkan dia lupa terhadap badannya yang sakit dan berdarah itu.
Di zaman sekarang ini, gigitan nyamuk sudah bisa menganggu sholat kita.
Begitulah betapa lemahnya iman kita zaman sekarang ini.

Semoga kita dijadikan hamba pilihan-Nya, sebagaimana para sahabat di atas. Amin.

Saat Sang Raja Disuruh Mencium Pantat Ayam


Seperti kita ketahui bersama bahwa Abu Nawas ini cerdik sekali sehingga meskipun dijahili orang, sekalipun itu raja, masih saja bisa membela diri dengan kata-katanya. Seperti Raja Harun yang mencoba menjebak Abu Nawas dengan ayam panggang yang lezat, Abu Nawas kembali sukses menghindar dan akhirnya malah sang raja yang merasa malu di depan para tamu undangan.

Kisahnya
Pada suatu hari Raja Harun Ar-Rasyid sedang galau dengan sikap Abu Nawas. Beberapa kali Abu Nawas telah membuatnya malu di depan para pejabat kerajaan. Berlatar belakang dendam inilah akhirnya Raja hendak membuat jebakan terhadap Abu Nawas. Jika Abu Nawas gagal menghadapi jebakan tersebut, maka hukuman akan diberikan kepadanya.


Maka dipanggillah Abu Nawas untuk menghadap Raja Harun Ar-Rasyid. Setelah melewati beberapa prosedur, sampai juga Abu Nawas di istana kerajaan. Sang raja lalu memulai pertanyaannya,
“Wahai Abu Nawas, di depan mejaku itu ada sepanggang daging ayam yang lezat dan enak dilahap, tolong segera ambilkan.”

Abu Nawas tampak bingung dengan perintah tersebut, karena tak biasanya dia disuruh mengambilkan makanan raja.
“Mungkin raja ingin menjebakku, aku harus waspada,” kata Abu Nawas dalam hati.

Mendapat Petunjuk Yang Aneh
Abu Nawas pun akhirnya menuruti perintah itu. Setelah mengambil ayam panggang sang raja, Abu Nawas kemudian memberikannya kepada raja. Namun, sang raja belum langsung menerimanya, ia bertanya lagi,
“Abu Nawas, di tangan kamu ada sepotong ayam panggang lezat, silahkan dinikmati.”

Begitu Abu Nawas hendak menyantap ayam panggang tersebut, tiba-tiba raja berkata lagi,
“Tapi ingat Abu Nawas, dengarkan dulu petunjuknya. Jika kamu memotong paha ayam itu, maka aku akan memotong pahamu dan jika kamu memotong dada ayam itu, maka aku akan memotong dadamu. Tidak hanya itu saja, jika kamu memotong dan memakan kepala ayam itu, maka aku akan memotong kepalamu. Akan tetapi kalau kamu hanya mendiamkan saja ayam panggang itu, akibatnya kamu akan aku gantung.”

Abu Nawas merasa bingung dengan petunjuk yang dititahkan rajanya itu. Dalam kebingungannya, ia semakin yakin jika hal itu hanya akal-akalan Raja Harun
saja demi untuk menghukumnya. Tidak hanya ABu Nawas saja yang tegang, tapi juga semua pejabat kerajaan yang hadir di istana tampak tegang pula. Mereka hanya bisa menebak dalam hati tentang maksud dari perintah rajanya itu.

Hampir sepuluh menit lamanya Abu Nawas hanya membolak-balikkan ayam panggang itu. Sejenak suasana menjadi hening. Kemudian Abu Nawas mulai mendekatkan ayam panggang itu tepat di indera penciumannya.

Para hadirin yang datang atas undangan raja mulai bingung dan tidak mengerti apa yang dilakukan Abu Nawas. Kemudian terlihat Abu Nawas mendekatkan indera penciumannya tepat di bagian pantat daging ayam bakar yang kelihatan sangat lezat itu. Beberapa menit kemudian ia mencium bagian panta ayam bakar itu.

Raja Merasa Malu
Setelah selesai mencium pantat ayam bakar itu, kemudian Abu Nawas berkata,
“Jika saya harus memotong paha ayam ini, maka Baginda akan memotong pahaku, jika saya harus memotong dada ayam ini, maka Baginda akan memotong dadaku, jika saya harus memakan dan memotong kepala ayam ini, Baginda akan memotong kepalaku, tetapi coba lihat, yang saya lakukan adalah mencium pantat ayam ini,” kata Abu Nawas.

“Apa maksudmu, wahai Abu Nawas,” tanya Baginda.
“Maksud saya adlah kalau saya melakukan demikian maka Baginda juga akan membalasnya demikian, layaknya ayam ini. Nah, saya hanya mencium pantat ayam panggang ini saja, maka Baginda juga harus mencium pantat ayam panggang ini pula,” jelas Abu Nawas.

Sontak saja penjelasan Abu Nawas itu membuat suasana yang tegang menjadi tampak tak menentu. Para pejabat yang hadir menahan tawa, tetapi ragu-ragu karena takut dihukum raja. Sementara itu, raja yang mendengar ucapan Abu Nawas mulai memerah mukanya. Raja tampak malu untuk kesekian kalinya. Untuk menutupi rasa malunya itu, beliau memerintahkan Abu Nawas untuk pulang dan membawa pergi ayam panggang yang lezat itu.

“Wahai Abu Nawas, cepat pulanglah, jangan sampai aku berubah pikiran,” kata raja.

Setibanya di rumah, ia mengundang beberapa tetangganya untuk berpesta ayam panggang. Untuk kesekian kalinya Abu Nawas sukses mempermalukan Raja Harun Ar-Rasyid di depan para pejabat kerajaan.

Saat Sang Raja Disuruh Mencium Pantat Ayam


Seperti kita ketahui bersama bahwa Abu Nawas ini cerdik sekali sehingga meskipun dijahili orang, sekalipun itu raja, masih saja bisa membela diri dengan kata-katanya. Seperti Raja Harun yang mencoba menjebak Abu Nawas dengan ayam panggang yang lezat, Abu Nawas kembali sukses menghindar dan akhirnya malah sang raja yang merasa malu di depan para tamu undangan.

Kisahnya
Pada suatu hari Raja Harun Ar-Rasyid sedang galau dengan sikap Abu Nawas. Beberapa kali Abu Nawas telah membuatnya malu di depan para pejabat kerajaan. Berlatar belakang dendam inilah akhirnya Raja hendak membuat jebakan terhadap Abu Nawas. Jika Abu Nawas gagal menghadapi jebakan tersebut, maka hukuman akan diberikan kepadanya.


Maka dipanggillah Abu Nawas untuk menghadap Raja Harun Ar-Rasyid. Setelah melewati beberapa prosedur, sampai juga Abu Nawas di istana kerajaan. Sang raja lalu memulai pertanyaannya,
“Wahai Abu Nawas, di depan mejaku itu ada sepanggang daging ayam yang lezat dan enak dilahap, tolong segera ambilkan.”

Abu Nawas tampak bingung dengan perintah tersebut, karena tak biasanya dia disuruh mengambilkan makanan raja.
“Mungkin raja ingin menjebakku, aku harus waspada,” kata Abu Nawas dalam hati.

Mendapat Petunjuk Yang Aneh
Abu Nawas pun akhirnya menuruti perintah itu. Setelah mengambil ayam panggang sang raja, Abu Nawas kemudian memberikannya kepada raja. Namun, sang raja belum langsung menerimanya, ia bertanya lagi,
“Abu Nawas, di tangan kamu ada sepotong ayam panggang lezat, silahkan dinikmati.”

Begitu Abu Nawas hendak menyantap ayam panggang tersebut, tiba-tiba raja berkata lagi,
“Tapi ingat Abu Nawas, dengarkan dulu petunjuknya. Jika kamu memotong paha ayam itu, maka aku akan memotong pahamu dan jika kamu memotong dada ayam itu, maka aku akan memotong dadamu. Tidak hanya itu saja, jika kamu memotong dan memakan kepala ayam itu, maka aku akan memotong kepalamu. Akan tetapi kalau kamu hanya mendiamkan saja ayam panggang itu, akibatnya kamu akan aku gantung.”

Abu Nawas merasa bingung dengan petunjuk yang dititahkan rajanya itu. Dalam kebingungannya, ia semakin yakin jika hal itu hanya akal-akalan Raja Harun
saja demi untuk menghukumnya. Tidak hanya ABu Nawas saja yang tegang, tapi juga semua pejabat kerajaan yang hadir di istana tampak tegang pula. Mereka hanya bisa menebak dalam hati tentang maksud dari perintah rajanya itu.

Hampir sepuluh menit lamanya Abu Nawas hanya membolak-balikkan ayam panggang itu. Sejenak suasana menjadi hening. Kemudian Abu Nawas mulai mendekatkan ayam panggang itu tepat di indera penciumannya.

Para hadirin yang datang atas undangan raja mulai bingung dan tidak mengerti apa yang dilakukan Abu Nawas. Kemudian terlihat Abu Nawas mendekatkan indera penciumannya tepat di bagian pantat daging ayam bakar yang kelihatan sangat lezat itu. Beberapa menit kemudian ia mencium bagian panta ayam bakar itu.

Raja Merasa Malu
Setelah selesai mencium pantat ayam bakar itu, kemudian Abu Nawas berkata,
“Jika saya harus memotong paha ayam ini, maka Baginda akan memotong pahaku, jika saya harus memotong dada ayam ini, maka Baginda akan memotong dadaku, jika saya harus memakan dan memotong kepala ayam ini, Baginda akan memotong kepalaku, tetapi coba lihat, yang saya lakukan adalah mencium pantat ayam ini,” kata Abu Nawas.

“Apa maksudmu, wahai Abu Nawas,” tanya Baginda.
“Maksud saya adlah kalau saya melakukan demikian maka Baginda juga akan membalasnya demikian, layaknya ayam ini. Nah, saya hanya mencium pantat ayam panggang ini saja, maka Baginda juga harus mencium pantat ayam panggang ini pula,” jelas Abu Nawas.

Sontak saja penjelasan Abu Nawas itu membuat suasana yang tegang menjadi tampak tak menentu. Para pejabat yang hadir menahan tawa, tetapi ragu-ragu karena takut dihukum raja. Sementara itu, raja yang mendengar ucapan Abu Nawas mulai memerah mukanya. Raja tampak malu untuk kesekian kalinya. Untuk menutupi rasa malunya itu, beliau memerintahkan Abu Nawas untuk pulang dan membawa pergi ayam panggang yang lezat itu.

“Wahai Abu Nawas, cepat pulanglah, jangan sampai aku berubah pikiran,” kata raja.

Setibanya di rumah, ia mengundang beberapa tetangganya untuk berpesta ayam panggang. Untuk kesekian kalinya Abu Nawas sukses mempermalukan Raja Harun Ar-Rasyid di depan para pejabat kerajaan.

Subhanallah! Striker Chelsea Jual Mobil Ferrari untuk Muslim Rohingnya


Ujung tombak klub bola terkenal di Eropa, Demba Ba, sangat peduli dengan penderitaan sesama Muslim di Myanmar. Untuk membantu musibah Muslim Rohingnya, striker Chelsea ini menjual mobil Ferrari kesayangannya untuk infaq.

Demikian rilis kantor berita Rohingnya, Kamis (09/05/10). Sebagian laporan berita mengungkapkan, striker The Blues menjual mobil mewahnya dan uangnya untuk disumbangkan Muslimin Burma yang menjadi sasaran kekerasan oleh orang-orang Budha.

name="more">
Demba Ba sangat dermawan untuk dakwah Islam di Eropa, seperti menyumbang pembangunan salah satu masjid di London. Dia juga selalu mengekspresikan keislaman kepada dunia dari lapangan bola, seperti sujud syukur tiap kali mencetak gol. Hal itu dilakukannya semenjak berada di New Castle United sebelum pindah ke Chelsea.

Tak hanya itu, Demba Ba bahkan menghafal bebrapa juz dari Al-Qur’an dan memiliki peran menjelaskan Islam di kalangan rekan-rekannya se-tim.(VOA-islam)

TERNYATA ANAKKU BERANI KEPADA IBUNYA KARENA AKU


Seorang Bapak heran melihat anaknya yang masih belum berumur sepuluh tahun sangat berani terhadap istrinya, yaitu ibu dari si anak itu sendiri.

Anak itu suka mencaci, memaki, memukuli ibunya, anak itu suka membanting barang dan pintu jika ia marah kepada ibunya.

Setelah sang bapak perhatikan ternyata, gaya marah, gaya memaki, gaya membanting sama persis dengan apa yang dilakukannya terhadap istrinya, yang tidak lain adalah ibu anak itu sendiri.


Sang suami ini, yang tidak lain adalah bapak dari anak tersebut, memang sering memaki istrinya bahkan tidak sedikit nama-nama binatang keluar dari mulut si suami, sibapak memang sering memukuli
istrinya, membanting pintu atau barang jika marah kepada istrinya dan itu dilakukan di depan anak-anaknya.

Kawan pembaca seiman, semoga selalu dalam lindungan Allah Ta’ala…
Ingatlah…anak-anak kita sangat terpengaruh dengan kita; perbuatan, perkataan kita, orang tua mereka.

JADI, JANGANLAH SEORANG SUAMI MEMARAHI ISTRINYA DENGAN KATA-KATA YANG BURUK ATAU KELAKUAN YANG BURUK DAN APALAGI ITU DI LAKUKAN DI DEPAN ANAK-ANAKNYA, YANG AKAN MEREKAM JEJAK BAPAKNYA DAN AKHIRNYA IA MENGIKUTINYA, YANG BERAKIBAT SECARA TIDAK LANGSUNG BAPAK TERSEBUT TELAH MENDIDIK ANAKNYA UNTUK BERANI, MEMAKI, KASAR DAN BAHKAN DURHAKA KEPADA IBUNYA!

MEMILIH TIDAK PACARAN ITU BERARTI MEMULIAKAN DIRI"


Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menjaga keteguhan hati.

Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menyayangi diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menjaga kefitrahan diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menyelamatkan diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menjaga kecantikan diri.


Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti telah menjaga kesucian diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu,
Berarti
telah menjaga kemuliaan diri.

Biarkan saja jika yang lain dengan bangganya bercerita tentang keindahan cinta belum halalnya.

Mereka belum menyadari bahwa pacaran bisa menjerumuskannya.
Mereka belum menyadari bahwa pacaran bisa berujung penyesalan di kemudian hari.
Mereka belum menyadari bahwa pacaran jaman sekarang lebih banyak hanya mengobral nafsu belaka.

Masihkah mau mengkhayalkan serta menginginkan hubungan tanpa ikatatan yang tidak diridhai-Nya?

Ayo dengan penuh keyakinan kita jawab "TIDAK".