Senin, 23 September 2013

9 Perbedaan Mendasar antara Karamah dan Sihir

lemahnya Aqidah Islamiyah yang menghujam ke hati kita, karena sedikitnya ilmu agama kita, dan juga karena pandainya agen-agen syetan mengemas produk yang mereka tawarkan dan penampilan lslami yang mereka tampakkan serta maraknya media-media yang mengiklankan mereka, maka banyak sekali masyarakat lslam yang tertipu dan terpedaya. Sihir yang mereka tawarkan dianggap karamah, kesesatan mereka dianggap ketaatan, penyimpangan mereka dianggap wajar dan suatu keharusan, keanehan mereka dianggap suatu keistimewaan.
Dan yang lebih naif lagi, figur yang dinilai sebagai ulama oleh masyarakat malah melegalisir keberadaan mereka dan mengatakan kepada orang-orang awam bahwa, “Kita tidak layak untuk menilai mereka atau mengoreksinya, karena maqomnya (levelnya) berbeda, mereka sudah ma’rifat sementara kita masih syariat.” Memang kalau kita pribadi tidak layak untuk menilai mereka, karena belum tentu kita lebih baik dari mereka. Tetapi parameter Penilaian di sini adalah syariat islam.

Syariat adalah mikroskop yang akan menguak virus-virus dan bakeri-bakteri kesesatan mereka. Syariat adalah barometer akan seberapa jauh penyimpangan mereka dengan keanehan-keanehan yang mereka miliki. Dan teladan terbaik serta figur hidup yang kita jadikan cermin dalam pengamalan syariat lslam adalah Rasulullah SAW. Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Tidak dianggap suatu perkataan kecuali bila dibuktikan dengan perbuatan. Perkatan dan perbuatan tidak dianggap benar bila tidak dibarengi niat yang benar. Perkataan, perbuatan dan niat tidak bisa dikatakan lurus dan benar bila tidak sesuai dengan sunah Rasulullah .” (Talbis lblis: 16).

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak perbedaan antara karamah dan sihir. Agar kita tidak mudah tertipu oleh syetan, baik syetan dari jin atau syetan dari manusia. Tidak mudah tergoda oleh penampilan dan kemasan. Tidak mudah tergiur oleh gencarnya iklan dan bujuk rayuan. Covernya islami tapi isinya syirik. Slogannya rahmani tapi cara dan aktifitasnya syaithani. Di antara Perbedaannya adalah sebagai berikut:

1.  Karamah itu datangnya dari Allah, sedangkan sihir berasal dari syetan.

Ketika Nabi Zakaria as. Bertanya kepada Maryam tentang makanan yang selalu tersedia di mihrabnya. Maryam meniawab, “Makanan itu dari sisi Allah.” Sedangkan kita mengetahui bahwa Maryam bukanlah seorang Rasul atau Nabi, sehingga hal yang luar biasa itu kita kategorikan sebagai mukjizat. Tapi itulah karamah yang diberikan Allah kepada sosok perempuan yang suci, ibu dari Nabi Isa as.

Kisah serupa juga pernah dialami oleh al-Hallaj atau al-Husein bin Manshur (858-922 H) bersama sekelompok pengikutnya, ketika mereka minta makanan manisan, maka Al-Hallaj bangkit dan pergi ke suatu tempat yang tidak jauh, dan tak berapa lama ia kembali dengan membawa nampan yang penuh manisan. Tapi akhirnya terkuak bahwa manisan tersebut adalah hasil curian jin (syetan) dari sebuah warung permen di Yaman. Begitulah cerita sihir yang di klaim pengikut Al-Hallaj sebagai karamah seperti yang diceritakan lbnu Taimiah dalam Majmu Fatawa di permulaan jilid 35.

Allah SWT. berfirman, “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pelindung mereka adalah thaghut (syetan) yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Boqoroh: 257).

2.  Karamah tidak dapat dipelajari sedangkan sihir bisa dipelaiari.

Dalam lembaran sirah kehidupan tauladan kita Rasulullah, tidak kita baca bahwa Rasulullah SAW. mempelajari karamah atau mengajarkannya kepada sahabatnya, para sahabatpun tidak pernah mengajarkan karamah kepada generasi sesudahnya, yaitu para tabiin. Karena memang karamah adalah hadiah langsung dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang sholih.

Dengan demikian kalau ada lembaga atau instansi yang mengajarkan karamah kepada murid-muridnya itu merupakan kesalahan yang menyimpang dari pengertian karamah itu sendiri. Ada di antara masyarakat kita yang belajar karamah dengan cara seakan-akan lslami. Seperti puasa dengan jumlah bilangan hari atau dengan wirid dan doa tertentu dalam hitungan ratusan atau ribuan, Bahkan ada yang memburu karamah dengan mediasi dan bertapa di tempat-tempat yang mereka keramatkan atau dianggap angker. Yang lebih naif lagi, dalam menjalankan ritualitas tersebut mereka mengabaikan perintah-perintah Allah yang wajib atau yang sunah. Kalau dengan metode pembelajaran tersebut, ternyata mereka berhasil memperoleh sesuatu yang luar biasa maka bisa dipastikan itu adalah sihir dan syetanlah sebagai mahaguru mereka. Allah memberitahukan hal tersebut dengan firman-Nya, “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan nabi Sulaiman (mereka mengatkan bahwa Nabi Sulaiman melakukan sihir), syetan-syetan itulah yang kafir (melakukan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS. Al-Baqorah: 102).

Kelebihan yang diambil dengan mempelajarinya atau mencarinya maka bisa dipastikan itu bukanlah karamah, tetapi sihir.

3.  Karamah tidak bisa ditransfer sedangkan sihir bisa ditransfer.

Karamah termasuk sesuatu yang tidak bisa dipindahkan ke orang lain, baik secara kontak langsung atau tidak langsung, jarak dekat atau jarak jauh. Karena karamah itu milik Allah, tetapi sebaliknya ilmu sihir bisa ditransfer ke orang lain, baik dengan jarak dekat (langsung) atau dengan jarak jauh.

Bahkan mereka sekarang memanfaatkan teknologi internet untuk mentransfer sihir ke antar negara dan antar benua. Karena pada hakekatnya kekuatan sihir mereka adalah jin (syetan) yang bisa bergerak cepat dan selalu siap siaga untuk membantu manusia dalam rangka penyesatan dan pengelabuhan. Perhatikan iklan provokatif yang ada di salah satu majalah seperti, “Transfer ilmu Hikmah. lnginkah anda mempunyai kemampuan supranatural yang  mengagumkan? Anda bisa menembus dimensi astral khodam jin, malaikat. Dalam tingkat lanjut anda dapat menguasai karamah para wali dan kyai-kyai.”

Kita tidak tahu persis, sudah berapa puluh ribu orang yang telah tertipu dengan iklan tersebut atau yang senada dengannya. Padahal kita tidak pernah mendengar Rasulullah dan para sahabatnya mentransfer karamah satu sama lainnya. Jadi jelas bagi kita kalau ada karamah yang bisa ditransfer kesana kemari adalah sihir. Dan sihir bukan karamah dalam terminology syariat lslam.

4.  Karamah tidak bisa diwariskan, berbeda dengan sihir yang bisa diwariskan kepada siapapun yang berkenan.

Karena karamah itu bukan harta atau benda yang bisa dimiliki, ia merupakan pemberian Allah seketika itu juga. Maka ia tidak dapat diwariskan kepada siapapun. Dan karena tidak ada ritual atau cara khusus untuk mendapatkannya, maka karamah tidak dapat ditelusuri untuk menemukannya kembali. Dan juga tidak bisa dinapaktilasi untuk mewarisinya jika orang yang diberi karamah sudah meninggal.

Hal ini berbeda dengan sihir yang hakekatnya merupakan tipu daya syetan. Siapa saja yang mendapatkan ilmu sihir, lalu sebelum meninggal ia ajarkan kepada orang lain metode mempelajarinya, maka orang tersebut bisa mewarisi jin yang telah membantunya dalam keberhasilan penerapan ilmu sihir-menyihir.

Jangankan ada prosesi pewarisan (pengalihan hak milik), tanpa itupun jin berusaha untuk dimiliki oleh keturunan “sangdukun”, agar bisa mendapatkan korban yang lebih banyak dan melanggengkan pengaruhnya kepada anak manusia. Tim ruqyah Majalah Ghoib sering mendapat pengaduan kasus semacam ini. Karena keturunan sang dukun tidak mau menerima
warisan tersebut, akhirnya kehidupannya diganggu dan ketenangannya diteror, bahkan sampai tahap gangguan fisik yang menyakitkan.

5.  Karamah tidak dapat didemonstrasikan, tapi sihir bisa didemonstrasikan.

Kita tidak pernah mendengar riwayat atau membaca sirah kehidupan Rasulullah dan sahabat mempersiapkan diri, latihan atau berkemas-kemas untuk pertunjukan kesaktian atau kehebatan dalam ilmu kedigdayaan. Entah itu untuk penggalangan dana atau hiburan ataupun menjadikannya sebagai sarana dakwah, sebagaimana dalih yang dikemukakan para pendekar “karamah” dan akrobatik-akrobatik sihir.

Memang Khalid bin Walid pernah melakukan sesuatu yang spektakuler, itupun terpaksa dan bukan disiapkan terlebih dahulu tapi spontanitas, selanjutnya Khalid tidak pernah mempertunjukkan kembali kejadian tersebut, yaitu meminum racun waktu dia dan pasukannya mengepung benteng musuh. Pirnpinan mereka berkata, “Kami tidak akan menyerah sebelum kamu meminum racun.” Khalid pun meminumnya dan dia tetap segar bugar dengan idzin Allah.

Maka dari itulah, apabila ada seseorang yang tampak darinya sesuatu yang luar biasa, lalu yang bersangkutan berusaha menampilkan kembali atau memamerkan ke khalayak, maka bisa dipastikan itu adalah sihir bukan karamah. Apalagi kalau hal tersebut diorganisir dan dijadikan sebagai obyek bisnis atau mesin pencetak uang.

6.  Karamah tidak bisa diprediksi kedatangannya, sedangkan sihir dapat diprediksi.

Karamah hanya diberikan kepada hamba-hamba Allah yang beriman dan bertaqwa. Namun, realitanya tidak semua orang mukmin yang bertakwa mendapat karamah dari Allah. Oleh karena itu kita tidak bisa mengatakan jika seseorang beriman dan memperbanyak ibadahnya kepada Allah, itu sebagai pertanda bahwa orang tersebut akan mendapatkan karamah. Apalagi cuma dengan puasa beberapa hari atau shalat seribu rakaat atau wirid doa sekian puluh ribu kali pasti akan mendapat karamah. ltu semua merupakan doktrin yang tidak berdasar pada dalil syariat.

Beda halnya dengan sihir, bila seseorang melakukan ritualitas tertentu atau pemujaan dengan pengabdian kepada jin, atau melecehkan ayat-ayat Allah dengan mengencingi kitab suci Al-Qur'an atau menjadikannya sebagai sandal menuju toilet dan sejenisnya, maka hampir bisa dipastikan iin akan bersenang hati dan bergegas menuruti permintaan orang tersebut. Hal itu dilakukannya untuk melanggengkan kesyirikan dan kesesatan sipelaku. Sekaligus sebagai bentuk tipu daya bagi pelaku-pelaku bid’ah yang akhirnya berdalih bahwa apa yang dia lakukan juga diterima dan dikabulkan Allah. Memang kalaupun pelaku-pelaku sihir itu sukses dalam menjalankan misinya, itu semua berkat idzin Allah. Tapi karena cara dan kenerjanya yang tidak sesuai dengan syariat, maka Allah tidak meridhoinya. Bahkan perbuatan mereka akan mengundang murka dan laknat Allah.

Jadi jangan heran kalau ada seseorang bertapa di gunung, goa, hutan beberapa minggu, atau berguru ke perguruan-perguruan kedigdayaan dengan menjalani ritualitas yang tidak pernah diajarkan Rasulullah, lalu mendapatkan “keajaiban dan keanehan”, karena itu adalah hasil karya syetan dan teman-temannya.

7.  Karamah biasanya terjadi tidak berulang-ulang, sedangkan sihir bisa diulang-ulang.

Kita pernah mendengar karamah-karamah yang dimiliki oleh beberapa sahabat. Seperti Salman al-Farisi makan di piring, lalu piring itu bertasbih. Usaid bin Hudhair saat keluar dari majlis Rasulullah ada cahaya yang meneranginya, Amir bin Fuhairah mati syahid jasadnya terangkat ke langit dan masih banyak yang lainnya. Kalau kita  perhatikan peristiwa tersebut hanya terjadi sekali dalam kehidupan mereka. Kalaupun terulang seperti yang dialami Maryam, ibunya Nabi lsa, itu beberapa hari saja saat belum punya anak, setelah itu tidak kita dengar dia selalu mendapat jatah makanan itu lagi.

Lain halnya dengan sihir, si tukang sihir terus bisa mengulangi atraksi-atraksi sihirnya, selama “upeti” yang  disetorkan kepada jin pelayannya jalan terus. Pengorbanan demi pengorbanan terus dilakukan, permintaan jinnya terus dituruti, kesyirikan demi kesyirikan terus dipersembahkan. Tapi kalau si tukang sihir membelot dan mengingkari perjanjian yang sudah disepakati dengan jin, maka jin itu akan berbalik meneror si tukang sihir dan menyakitinya, bahkan obyek sasarannya bukan cuma dia, biasanya merembet ke istri dan anak keturunannya serta keluarga yang lain. Itulah jahatnya jin (syetan). Sehingga orang yang terlanjur berprofesi sebagai dukun atau tukang sihir akan sulit dan berat untuk keluar dari belenggu syetan dan jaring-jaringnya. Di samping dia harus menanggung resiko yang begitu mengerikan dan fatal.

8.  Karamah itu dimiliki orang shalih, sedangkan sihir dimiliki orang munafiq, fasiq dan kafir.

lmam Nawawi mendefinisikan orang yang shalih adalah orang yang selalu melaksanakan kewajibannya kepada Allah dan menunaikan kewajibannya kepada sesama manusia dengan baik. lmam al-Haramain mengutip adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa sihir tidak akan muncul kecuali dari orang yang fasiq sedangkan karamah tidak akan muncul dari orang yang fasiq (pendosa). Akan tetapi karamah itu kadang muncul sesuai kondisi seseorang. Jika karamah itu diberikan saat iman orang tersebut melemah, maka ia akan memperkokoh lmannya.

Orang yang lebih sempurna iman dan ketaqwaannya tidak akan membutuhkan karamah. Karena dia sudah merasa cukup atas apa yang dimilikinya, yaitu kedekatan Allah Yang Maha Perkasa dengannya dan senantiasa melindunginya.

Maka dari itulah orang-orang yang memiliki karamah tidak akan gentar bila bertemu dengan orang-orang shalih sepertinya. Bahkan merasa aman dan tentram serta bergembira. Pertemuan tersebut tidak akan mengancam keberadaannya.

Apalagi bila berhadapan dengan tukang-tukang sihir, mereka tidak akan bergeming atau menciut nyalinya. Sebaliknya tukang-tukang sihir kalau bertemu dan berhadapan dengan orang-orangyang shalih, mereka akan gentar dan gemetar. Takut dan khawatir kalau jin (syetan) yang setia membantunya lari dan kabur, sehingga sihirnya luntur dan sirna.

9.  Karamah tidak bisa diperjualbelikan sedangkan sihir bisa diperiualbelikan.

Kalau anda memperhatikan media-media cetak, terutama yang berkaitan dengan mistik, maka anda akan menjumpai beraneka macam iklan yang menawarkan sihir berkedok karamah. Ada yang memakai kata karamah, keramat, benda supranatural atau tenaga dalam serta kedigdayaan atau kesaktian. Ada yang berterus terang mencantumkan label harganya ada yang diperhalus bahasanya dengan kata mahar, infaq, ongkos kirim atau pengganti puasa dan tirakat. Kalau kita mendapatkan karamah yang diobral semacam itu maka pastilah itu adalah sihir.

Karamah itu bukanlah benda atau barang yang bisa dijadikan hak milik atau hak paten, dan juga bukan obyek dagangan yang menjanjikan income yangmenggiurkan. Jual beli dalam hal ini sarat dengan penipuan dan penyesatan. Karena konsumen digiring kepada kemusyrikan dan pendangkalan tawakal kepada Allah. Bahkan bisa jadi si konsumen akan dibawa kepada penduaan Allah dan pemujaan syetan beserta bala tentaranya. Maka dari itulah, hindari transaksi-transaksi yang berkaitan dengan ilmu atau benda “keramat”, sebelum anda merugi dunia dan akhirat.

Akhirnya, janganlah anda mudah terpesona dan terpedaya dengan tawaran untuk menjadi orang shalih yang instan atau orang sakti dadakan ataupun ahli pengobatan. Karena sihir bukanlah karamah. Dan sihirlah yang banyak bergentayangan hari ini. Waspadalah, jangan gadaikan iman.



Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Jumat, 13 September 2013

Ketika Ghibahtainment Menjadi Trend Pembicaraan

 Baru-baru ini lagi booming masalah pertunangan seorang artis yang batal karena kekasihnya seorang penipu ulung. Di semua channel TV ditayangkan sepertinya. Pagi tayang. Siang tayang. Sore tayang. Malam pun juga. Tak henti-hentinya masyarakat dicekoki berita yang berisi aib seseorang.

Ghibahtainment pun seakan mendapat durian runtuh. Bad news is a good news. Maka tak henti-hentinya masyarakat kita diputar hal-hal yang dibuat lebay dan fantastis. Makin kasak-kusuk ditambahi bumbu di sana-sini. Semakin sedap di tonton.

Tidak hanya itu saja, ternyata seakan menjadi trend kata-kata orang itupun diboomingkan oleh ghibahtainment yang diamini orang-orang galau yang memang eksentrik. Saya lihat di status facebook, twitter, dan media social lainnya kata-kata nyeleneh itu seakan jadi konsumsi jiwa-jiwa yang lapar akan lelucon.

Kasus hilangnya tempe menjadi lenyap, kasus mesir agak tersingkir, kasus Syiria pun raib dari pembicaraan di linimasa. Dan yang sangat membuat perih hati, banyak da’i yang ikut-ikutan LATAH menjadikan tren tersebut sebagai lelucon status facebook dan twitternya. Mungkin memang kata-kata yang nyeleneh dan agak crunchy di hati, renyah banget kalau harus jadi lelucon.

Tapi ingatlah, bahwa ghibah adalah haram. Membuat lelucon atas kehidupan orang yang sebenarnya privasi tetap saja meng-amini apa yang dibuat oleh ghibahtainment. Terserah sudut pandang apapun yang dipakai. Kehidupan selebriti yang memang menjadi buruan industri Ghibahtainment selalu menyuguhkan berita yang bias. Bahkan cenderung berisi fitnahan yang dibumbui hal-hal menarik sana-sini. Keakuratan berita tak jadi soal. Yang penting sensasional dan booming. Menghasilkan banyak uang.

Fenomena yang terjadi diatas memang layak disebut memprihatinkan. Masyarakat dibodohi oleh berita-berita vulgar yang harusnya tidak boleh dikonsumsi. Masalah pribadi menjadi milik bersama. Kehidupan artis menjadi panutan. Sehingga wajar saja masyarakat sulit menerima kebenaran karena sehari-hari dicekoki kebohongan. Berita yang selalu bias. Ini sangat memprihatinkan. Terlebih banyak aktifis dai yang ikut-ikutan latah menjadikan apa yang dikemas Ghibahtaiment sebagai kata-kata yang trend. Apakah karena takut dibilang ga update? Atau karena orang lain mempraktekannya kita (aktifis) juga layak mempraktekannya? Sebagaimana dikatakan oleh Al Quran jika kita mengikuti kebanyakan manusia niscaya mereka akan menyesatkanmu dari kebenaran.

Teringat kata-kata Ustadz Anis Matta dalam Narasi Penuh Hikmah dari Tulisan ke Tindakan yang diadakan pada acara IBF kemarin. Beliau berkata, “untuk menjadi seorang yang arif maka yang pertama harus dilakukan adalah kontrol mulut. Menjaga lisan. Usahakan yang keluar dari mulut adalah emas, kalau tidak bisa emas ya minimal perak, asal bukan racun”. Maka kelatahan kita atas fenomena yang terjadi di luar sana juga
harus dalam kontrol yang baik.

Ghibahtainment adalah industry yang penuh dengan hal-hal yang diharamkan. Sebagaimana zinah dan narkoba beserta miras-mirasnya. Ghibah adalah haram. Mau dilihat dari sudut pandang apapun, kita harus melakukan upaya untuk meminimalisir konsumsi ghibah. Sebagaimana meminimalisir perjudian, miras, zinah, dan narkoba.

Ada ikhwah diluar sana yang berjuang untuk menegakkan moral bangsa, misalnya mbak Azimah Subagijo yang menjadi pengurus KPI Pusat. Berkali-kali ghibahtainment mendapat sanksi dan teguran. Sebagaimana perjuangan ikhwah di KPI maka kita juga harus seiya sekata dengan mereka.

Mengikuti trend yang dibuat oleh ghibahtainment sama saja mengurangi bahkan mengkhianati perjuangan ikhwah kita di KPI. Bahkan menurut M Farrel berita yang bias termasuk di dalamnya Ghibahtainment benar-benar “completely manipulate people”. Memanipulasi agar masyarakat senada dengan industry Ghibahtainment.

Bagaimana barang ini stop dikonsumsi masyarakat jika kita jadikan trend setiap perkataannya? Bagaimana bisa membuat mereka bangkrut jika kita manggut-manggut mengikuti sensasi yang dibuat. Bahkan kita ikut larut dalam sensasi tersebut.

Belajar dari kisah keluarga yang berhasil membina 10 anaknya menjadi penghafal Al Qur’an, Ustadz Mutamimul ‘Ula dan Ustadzah Wirianingsih (yang milad pada hari ini). Mereka membina anak-anaknya dengan Al Qur’an dan menjauhkan dari Televisi. Kalau tidak saya salah ingat, sekeluarga bisa hidup tanpa menonton TV selama 4 tahun.

Salut sekali dengan pendidikan (tarbiyah) yang ditanamkan keluarga dai kepada anak-anaknya. Seharusnya begitulah tarbiyah membentuk kita agar menjadi pribadi yang qurani. Bagaimana mungkin kita di satu sisi mengharamkan ghibah namun disisi lain ikut-ikutan tren yang diboomingkan Ghibahtainment.

Dalam suatu ketika, Imam Hasan Al Hudaiby melihat dua orang ikhwah bertengkar adu mulut hingga saling membentak. Sang Imam berkata hal simpel saja, “Bagaimana mungkin kalian bisa memperbaiki ummat sedangkan kalian tidak bisa memperbaiki hubungan diantara kalian”.

Bagaimana mungkin Budaya Ghibah bisa dihilangkan sedangkan kita disini menikmati dan menjadikannya sebagai lelucon menyenangkan. Senang bukan?
Allah SWT menutup aib orang dengan sebaik-baiknya. Jika kita tau aib orang lain terkadang diri kita merasa lebih baik dari orang itu. Mengutuk bahkan menjadikan bahan olokan, padahal rasa “lebih baik” itu hanyalah fatamorgana prasangka diri. Merasa hati kita putih dan suci namun ternyata putihnya dari nanah di hati kita yang busuk. Allah sengaja menutupi aib orang lain untuk menjaga kebeningan hati kita.

Sebagaimana hadist arbain ke-7, bahwa “Ad-dienul Nasihat”. Agama ini adalah nasihat. Maka nasihat ini untuk diri sendiri yang utama dan juga bagi kita semua. Stop Ghibahtainment.

(Irfan Maulana Basya – KAMMI/islamedia)

Ketika Ghibahtainment Menjadi Trend Pembicaraan

 Baru-baru ini lagi booming masalah pertunangan seorang artis yang batal karena kekasihnya seorang penipu ulung. Di semua channel TV ditayangkan sepertinya. Pagi tayang. Siang tayang. Sore tayang. Malam pun juga. Tak henti-hentinya masyarakat dicekoki berita yang berisi aib seseorang.

Ghibahtainment pun seakan mendapat durian runtuh. Bad news is a good news. Maka tak henti-hentinya masyarakat kita diputar hal-hal yang dibuat lebay dan fantastis. Makin kasak-kusuk ditambahi bumbu di sana-sini. Semakin sedap di tonton.

Tidak hanya itu saja, ternyata seakan menjadi trend kata-kata orang itupun diboomingkan oleh ghibahtainment yang diamini orang-orang galau yang memang eksentrik. Saya lihat di status facebook, twitter, dan media social lainnya kata-kata nyeleneh itu seakan jadi konsumsi jiwa-jiwa yang lapar akan lelucon.

Kasus hilangnya tempe menjadi lenyap, kasus mesir agak tersingkir, kasus Syiria pun raib dari pembicaraan di linimasa. Dan yang sangat membuat perih hati, banyak da’i yang ikut-ikutan LATAH menjadikan tren tersebut sebagai lelucon status facebook dan twitternya. Mungkin memang kata-kata yang nyeleneh dan agak crunchy di hati, renyah banget kalau harus jadi lelucon.

Tapi ingatlah, bahwa ghibah adalah haram. Membuat lelucon atas kehidupan orang yang sebenarnya privasi tetap saja meng-amini apa yang dibuat oleh ghibahtainment. Terserah sudut pandang apapun yang dipakai. Kehidupan selebriti yang memang menjadi buruan industri Ghibahtainment selalu menyuguhkan berita yang bias. Bahkan cenderung berisi fitnahan yang dibumbui hal-hal menarik sana-sini. Keakuratan berita tak jadi soal. Yang penting sensasional dan booming. Menghasilkan banyak uang.

Fenomena yang terjadi diatas memang layak disebut memprihatinkan. Masyarakat dibodohi oleh berita-berita vulgar yang harusnya tidak boleh dikonsumsi. Masalah pribadi menjadi milik bersama. Kehidupan artis menjadi panutan. Sehingga wajar saja masyarakat sulit menerima kebenaran karena sehari-hari dicekoki kebohongan. Berita yang selalu bias. Ini sangat memprihatinkan. Terlebih banyak aktifis dai yang ikut-ikutan latah menjadikan apa yang dikemas Ghibahtaiment sebagai kata-kata yang trend. Apakah karena takut dibilang ga update? Atau karena orang lain mempraktekannya kita (aktifis) juga layak mempraktekannya? Sebagaimana dikatakan oleh Al Quran jika kita mengikuti kebanyakan manusia niscaya mereka akan menyesatkanmu dari kebenaran.

Teringat kata-kata Ustadz Anis Matta dalam Narasi Penuh Hikmah dari Tulisan ke Tindakan yang diadakan pada acara IBF kemarin. Beliau berkata, “untuk menjadi seorang yang arif maka yang pertama harus dilakukan adalah kontrol mulut. Menjaga lisan. Usahakan yang keluar dari mulut adalah emas, kalau tidak bisa emas ya minimal perak, asal bukan racun”. Maka kelatahan kita atas fenomena yang terjadi di luar sana juga
harus dalam kontrol yang baik.

Ghibahtainment adalah industry yang penuh dengan hal-hal yang diharamkan. Sebagaimana zinah dan narkoba beserta miras-mirasnya. Ghibah adalah haram. Mau dilihat dari sudut pandang apapun, kita harus melakukan upaya untuk meminimalisir konsumsi ghibah. Sebagaimana meminimalisir perjudian, miras, zinah, dan narkoba.

Ada ikhwah diluar sana yang berjuang untuk menegakkan moral bangsa, misalnya mbak Azimah Subagijo yang menjadi pengurus KPI Pusat. Berkali-kali ghibahtainment mendapat sanksi dan teguran. Sebagaimana perjuangan ikhwah di KPI maka kita juga harus seiya sekata dengan mereka.

Mengikuti trend yang dibuat oleh ghibahtainment sama saja mengurangi bahkan mengkhianati perjuangan ikhwah kita di KPI. Bahkan menurut M Farrel berita yang bias termasuk di dalamnya Ghibahtainment benar-benar “completely manipulate people”. Memanipulasi agar masyarakat senada dengan industry Ghibahtainment.

Bagaimana barang ini stop dikonsumsi masyarakat jika kita jadikan trend setiap perkataannya? Bagaimana bisa membuat mereka bangkrut jika kita manggut-manggut mengikuti sensasi yang dibuat. Bahkan kita ikut larut dalam sensasi tersebut.

Belajar dari kisah keluarga yang berhasil membina 10 anaknya menjadi penghafal Al Qur’an, Ustadz Mutamimul ‘Ula dan Ustadzah Wirianingsih (yang milad pada hari ini). Mereka membina anak-anaknya dengan Al Qur’an dan menjauhkan dari Televisi. Kalau tidak saya salah ingat, sekeluarga bisa hidup tanpa menonton TV selama 4 tahun.

Salut sekali dengan pendidikan (tarbiyah) yang ditanamkan keluarga dai kepada anak-anaknya. Seharusnya begitulah tarbiyah membentuk kita agar menjadi pribadi yang qurani. Bagaimana mungkin kita di satu sisi mengharamkan ghibah namun disisi lain ikut-ikutan tren yang diboomingkan Ghibahtainment.

Dalam suatu ketika, Imam Hasan Al Hudaiby melihat dua orang ikhwah bertengkar adu mulut hingga saling membentak. Sang Imam berkata hal simpel saja, “Bagaimana mungkin kalian bisa memperbaiki ummat sedangkan kalian tidak bisa memperbaiki hubungan diantara kalian”.

Bagaimana mungkin Budaya Ghibah bisa dihilangkan sedangkan kita disini menikmati dan menjadikannya sebagai lelucon menyenangkan. Senang bukan?
Allah SWT menutup aib orang dengan sebaik-baiknya. Jika kita tau aib orang lain terkadang diri kita merasa lebih baik dari orang itu. Mengutuk bahkan menjadikan bahan olokan, padahal rasa “lebih baik” itu hanyalah fatamorgana prasangka diri. Merasa hati kita putih dan suci namun ternyata putihnya dari nanah di hati kita yang busuk. Allah sengaja menutupi aib orang lain untuk menjaga kebeningan hati kita.

Sebagaimana hadist arbain ke-7, bahwa “Ad-dienul Nasihat”. Agama ini adalah nasihat. Maka nasihat ini untuk diri sendiri yang utama dan juga bagi kita semua. Stop Ghibahtainment.

(Irfan Maulana Basya – KAMMI/islamedia)

Kebiasaan Sepele Yang Membuat Otak Rusak

Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jika manusia diibaratkan sebuah komputer, otak adalah prosesornya. Tapi tanpa disadari, setiap harinya otak bisa mengalami kerusakan dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Seperti dilansir Calorielab, Kamis (11/2/2010), otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak adalah penyalur energi terbesar bagi tubuh. Meski ukuran otak hanya sebesar 2 persen dari keseluruhan berat badan manusia, tapi seluruh kegiatan tubuh dikontrol olehnya. Artinya jika berat badan seseorang 60 kg, maka berat otaknya sekitar 1,2 kg. Hampir 75 persen otak manusia terdiri atas air.

Hanya sekitar 10% fungsi otak yang difungsikan oleh manusia, dengan demikian seharusnya masih banyak potensi otak yang belum diolah oleh manusia. Apalagi kekuatan kompetensi otak adalah sekitar 1013 – 1016 operasi per detik.
Untuk itulah otak perlu dijaga dan dirawat, jika tidak penyakit-penyakit yang merusak otak pun bisa terjadi. Seperti dikutip dari Healthmad, Kamis (11/2/2010), berikut ini 10 kebiasaan sepele yang menyebabkan otak menjadi rusak, yaitu:

1. Tidak sarapan
Mereka yang tidak sarapan akan memiliki kadar gula darah yang rendah. Hal ini akan memicu ketidakcukupan nutrisi pada otak padahal otak butuh nutrisi yang cukup untuk tetap bisa bekerja. Akibat kurang suplai nutrisi terutama glukosa, akhirnya kemampuan otak akan cepat menurun.


2. Makan berlebihan
Sikap yang terlalu berlebihan bisa mengeraskan pembuluh darah di otak yang akhirnya dapat menurunkan kekuatan mental.


3. Merokok
Semua orang tahu merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan ada banyak dampak buruk yang dihasilkan bagi organ tubuh jika merokok. Khusus untuk organ otak, merokok bisa menyebabkan otak menyusut dan memicu penyakit pikun atau Alzheimer. Sel-sel saraf akan menyusut pada bagian hippocampus dan korteks depan yang berfungsi menyimpan ingatan.


4. Konsumsi gula berlebih
Terlalu banyak mengonsumsi gula akan mengganggu proses penyerapan protein dan nutrisi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan gizi
(malnutrisi) dan akhirnya mengganggu perkembangan otak.


5. Polusi udara
Otak adalah organ yang mengonsumsi oksigen paling banyak dari tubuh. Menghirup udara yang penuh polusi akan mengurangi suplai oksigen ke otak dan akhirnya mengurangi efisiensi otak dalam bekerja.


6. Kurang tidur
Tidur akan membuat otak berisitirahat. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama sama saja dengan membunuh sel otak perlahan-lahan karena otak terus dipaksa untuk tetap menyala padahal otak juga butuh istirahat.


7. Menutup kepala saat tidur
Tidur dengan kepala ditutup bantal misalnya, akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke otak. Saat bernafas dengan kepala tertutup, karbondioksida hasil bernafas akan masuk kembali ke dalam tubuh dan hal itu sangat berbahaya.


8. Tetap bekerja dalam keadaan sakit
Memaksakan diri untuk bekerja atau belajar dalam kondisi sakit sangat tidak baik untuk otak dan akan merusak sel-sel otak.


9. Jarang berbicara
Percakapan akan membantu seseorang untuk terus mengaktifkan sel-sel otaknya, apalagi percakapan yang berbau intelektual. Orang yang jarang berbicara akan membiarkan sel-sel otaknya mati perlahan-lahan karena tidak pernah mengaktifkannya.


10. Jarang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara paling baik untuk melatih otak. Kurang menstimulasi otak dengan berbagai hal akan menyebabkan otak menyusut. Sel-sel otak akan mati karena tidak ada sesuatu yang membuat otak berkembang.

Penyakit yang berhubungan dengan otak antara lain ketidak mampuan berkomunikasi (Asperger syndrome), trauma atau kerusakan batang otak (traumatic brain injury), keterbelakangan mental (Down syndrome), epilepsi, autisme, ganguan kejiwaan (psychiatric disorders), penyakit disorientasi otak (Alzheimer), kelainan otak kronis yang mengganggu pergerakan (Parkinson), kelumpuhan (Paralyses), kerusakan atau kematian sebagian otak (partial brain degenerative disorder), Szhizoprenia dan lainnya.

Pengobatan yang biasa diterapkan untuk penyakit-penyakit otak adalah menggunakan obat-obatan dan terapi psikis. Tapi kini peneliti dan para ilmuwan sedang giat mengembangkan teknik pengobatan terapi gen dan stem cell yang diyakini dapat memperbaiki neuron atau bagian otak yang telah rusak atau mati.

Selain itu, pengembangan virus tertentu yang telah dimodifikasi secara molekular juga menjadi alternatif baru yang sedang duji peneliti. Virus yang telah dilemahkan ini kemudian diinjeksi ke pasien dan selanjutnya akan bermanfaat memperbaiki sistem saraf yang rusak.

Sukses Gubernur Irwan Prayitno, Investasi Sumbar Naik 239 Persen

Krisis ekonomi global tidak mempengaruhi minat investor menanamkan investasi di Sumbar. Hingga kini telah terjadi peningkatan nilai investasi sebanyak 239 persen dari target investasi penanaman modal asing (PMA).

Data Badan Koordinasi Pe­na­naman Modal (BKPMP) Sumbar, realisasi PMA di Sumbar mencapai USD 55.194,50. Sementara untuk penanaman modal dalam negeri ( PMDN) sebesar Rp 368,45 miliar atau 79 persen. Persentase realisasi PMDN jauh lebih rendah diban­dingkan realisasi PMA.

Kepada Padang Ekspres, kema­rin (9/9), Kepala BKPMP Sumbar Masrul Zein mengatakan, tahun ini ada 24 PMA berinvestasi di Sumbar. Dari 24 perusahaan itu, terserap 266 tenaga kerja. PMA tersebut bergerak di bidang usaha  pertambangan umum, jasa pertambangan, pro­perti, geothermal, jasa akomodasi,  perkebunan sawit, pengolahan sa­wit, industri bumbu masak, industri kemasan air minum, industri mi­nyak goreng dan perdagangan ekspor.

Adapun 24 PMA yang telah menanamkan investasi adalah PT Jio Gua Mining USD 200 ribu, PT Jixing Mining Indonesia USD 32 ribu, PT Dempo Tongda Properties USD 488,5 ribu, PT Barenjoy Indonesia USD 82 ribu, PT Tirta Inves­tama USD 6.598,91 (seleng­kapnya lihat grafis).

“Hari ini, investor asal Turki, yakni Hitay Group akan datang ke Sumbar. Mereka telah diberi izin untuk survei panas bumi di lintas Pariaman dan Tanahdatar. Nilai investasi yang akan dita­nam­kan Hitay, informasi se­mentara jum­lahnya triliunan,” ujarnya.

Kedatangan investor Turki ini tindak lanjut kunjungan gubenur ke Turki. Mereka ter­ta­rik dan mengurus izin untuk survei. Izin Hitay Group untuk survei telah ada dari peme­rintah pusat. Makanya, mereka datang ke sini,” tuturnya.

Sedangkan realisasi
PMDN, baru terealisasi Rp 365 miliar dari target Rp 461 miliar. “Kami tetap optimis, target PMDN tercapai sampai akhir tahun. Kan masih ada empat bulan lagi,” tuturnya.

Untuk PMDN ada 14 peru­sahaan menanamkan investa­sinya. Empat belas perusahaan telah menyerap 310 tenaga kerja. Di antaranya PT Selago Makmur Rp 10 miliar, PT Bina Pratama (Solsel) Rp 8,147 mi­liar (selengkapnya lihat grafis).

PT Bina Prtaama (Sijun­jung) Rp15,405 miliar, PT Bumi Sarimas Indonesia Rp12,780 miliar, PT Semesta Berjaya Rp33,26 juta, PT Wira Inno Mas 23,910 miliar, PT Lestari Jaya Basamo Rp250 juta, PT Bintara Tani Rp 15,60 juta, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk  Rp304,83 juta, PT Japfa Com­feed Indonesia (Tbk) Rp61,125 miliar, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Rp32,074 miliar, PT Selo Kencana Energi  Rp158 miliar, PT Koperasi Sopir Taxi (Kosti) Padang Rp 11, 031 miliar.

“Pada 18 September men­datang, BKPMP Sumbar akan mengelar temu usaha di Ja­karta. Temu usaha tersebut untuk mempromosikan poten­si- potensi daerah. Rencananya kami akan tawarkan untuk pembangunan cable car di tiga daerah yakni Padangpariaman, Tanahdatar dan Padang­pan­jang,” tuturnya.

Masrul mengatakan data realisasi investasi yang dida­patkannya  bersumber dari loporan pemerintah kota dan kabupaten. Setiap tahunnya, baik PMDN atau PMA wajib memberikan laporan kegiatan investasinya. Berdasarkan la­po­ran tersebut, diketahui nilai investasi yang ditanamkan PMA dan PMDN.

“Data kami bukan sem­barang data saja, tapi data yang valid. Kami melihatnya dari laporan kegiatan investasinya. Selain itu, kami akan juga mela­kukan pengawasan terha­dap kegiatan investasi yang telah dilakukan,” tuturnya. (ayu)

*http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=47055

Kebohongan Tingkat Tinggi

 Berbohong, walaupun kecil, sudah termasuk dosa besar. Bahkan berbohong termasuk dosa yang paling dekat dengan kekafiran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [An-Nahl; 105].

Semakin besar isi dan akibatnya maka semakin besar dosanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga orang yang tidak disucikan, tidak dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapatkan siksaan yang pedih di hari kiamat: orang tua yang berzina, raja yang berbohong, dan penanggung yang sombong.”
Jika orang yang berbohong adalah seorang raja atau pemimpin negara, maka kebohongannya akan membahayakan seluruh rakyatnya. Jabatannya pun menjadi hina. Kebohongan seorang yang berkuasa berbeda dengan kebohongan orang lemah yang mengkhawatirkan dirinya; berbeda dengan kebohongan antar personal. Bahaya kebohongan seseorang sesuai dengan kedudukannya.

Ketika kebohongan itu dilakukan kepada hak, nyawa, kehormatan, dan kebebasan orang lain, maka hal itu disebut sebagai kesaksian palsu. Rasulullah saw. Menggolongkan kesaksian palsu termasuk dosa yang paling besar, jika hal itu merugikan orang lain, walaupun satu orang saja. Bagaimana kiranya jika kebohongan itu merugikan ribuan, ratusan ribu, atau bahkan jutaan orang, tentu tidak bisa dibayangkan dosanya.

Saat ini banyak sekali tuduhan bohong yang diarahkan kepada Ikhwanul Muslimin. Misalnya tuduhan bahwa mereka adalah kelompok teroris. Penguasa Mesir saat ini memberantas jamaah ini dengan dalih memerangi teroris. Para penguasa Saudi pun melakukan hal yang sama. Bahkan mereka mengerahkan
apa saja untuk memerangi Ikhwan. Di Suriah, penguasa menindas mereka sejak beberapa dekade yang lalu. Penguasa Emirates bahkan bersumpah akan menghabisi jamaah ini dengan segenap yang mereka miliki. Belum lagi, orang-orang biasa; seperti wartawan, dan lawan politik dari partai lain. Semuanya menebar tuduhan bohong bahwa Ikhwan adalah kelompok teroris.

Padahal puluhan orang Ikhwan dari Mesir, Suriah, dan lainnya, yang telah membangun negara-negara Teluk. Ada guru, dosen, dokter, perawat, hakim, teknisi, konsultan, dan juga para pengusaha. Sudah sejak setengah abad yang lalu, orang-orang Ikhwan di Saudi dan Emirates seperti itu, dan tidak ada yang menuduh mereka sebagai teroris. Kenapa hari-hari ini, mereka tiba-tiba dituduh sebagai teroris? Tidak tanggung-tanggung, yang menuduh mereka adalah para raja dan penguasa. Seakan mereka berkata kepada As-Sisi, “Bunuhlah, kami yang mendanai. Bereskan mereka, dan engkau minta apa saja kepada kami.”

Karena ditindas penguasa, banyak kader Ikhwan yang menyebar ke seluruh dunia. Baik di dunia Arab, Eropa, maupun Amerika. Mereka adalah tokoh-tokah yang sudah terkenal, baik kepribadian, lembaga, maupun proyek-proyek mereka. Bagaimana mungkin saat ini kita dipaksa oleh para penguasa itu untuk mempercayai bahwa mereka adalah anggota kelompok teroris yang berbuat kekerasan, membunuh, dan sebagainya?

Semua orang akhirnya mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan mereka menuduh Ikhwan demikian. Para penguasa itu sedang memerangi kebebasan dan kehendak rakyatnya. Mereka memerangi kebangkitan dan kemajuan negara mereka. Mereka memerangi prototype pemerintahan yang baik. Sebentar lagi kedok mereka pasti akan tersingkap semuanya.(hasanalbana.com)

Tiga Kondisi Janin di Rahim Ibu

 “Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az-Zumar:6).

Ada banyak hal seputar kehidupan janin dalam rahim yang dirincikan Al-quran, ini membuktikan luar biasanya kekuasaan Allah menciptakan manusia.
Di sinilah kita menjadi tahu tentang serangkaian bukti dan uraiannya yang memperlihatkan tahapan-tahapan kegelapan yang dilalui seorang calon bayi , sekaligus menyaksikan kesesuaian yang utuh antara keagunggan teks Al-Quran dan perkataan para
Ilmuwan-ilmuwan Modern yang kini banyak membuktikan tentang rahasia kehidupan janin dalm rahim ibu.

Sebuah fakta Mutakhir, dan jika kita merenungkan hasil dari penelitiaan terbaru dalam embriologi, serta mengkaji ulang tahapan-tahapan yang telah disampaikan oleh Allah SWT dalam Sabdanya

Terbukti secara ilmiah bahwa evolusi janin dalam rahim ibu melalui tiga tahap kegelapan: pertama; kegelapan dinding perut, yang kedua; kegelapan dinding rahim, ketiga; kegelapan plasenta.

Sehingga bentuk keajaiban dalam ayat Al-Quran ini adalah isyarat Al-Qur’an, bahwa proses penciptaan embrio dalam rahim ibu melalui tiga kegelapan, dan proses yang tersembunyi ini tidak ada seorangpun yang mengajarkan pada saat diturunkannya wahyu, sehingga menjadi saksi akan mukjizat Al-Qur’an yang agung ini. (rumah keluarga indonesia)

Mengintip Kedekatan George Soros – Hary Tanoe

Oleh: Muhammad Faisal

SIAPA tak kenal George Soros, miliarder Yahudi berkebangsaan Amerika yang pernah mengantar Indonesia bersama sejumlah negara lainnya ke lembah kelam bernama krisis moneter, 1997-1998 silam. Indonesia dibuatnya porak-poranda, yang hingga kini jelas masih terasa. Soros dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam berspekulasi di bidang perdagangan mata uang.
Bahkan, pada 1982, dalam waktu singkat Soros berhasil meraup keuntungan 1,2 miliar dolar dalam perdagangan mata uang Poundsterling. Akibatnya, sebagian perekonomian Inggris hancur. Ia pun dijuluki sebagai “Pria Yang Menghancurkan Pound” (The Man Who Broke the Pound).

Dengan menggunakan “The Open Society Institute” ia berusaha menancapkan pengaruhnya seluruh dunia.  Soros mempunyai pengaruh yang luas. Tokoh Yahudi ini memiliki usaha dibidang finansial, dan sekaligus bergerak dibidang philantropis telah terlibat dalam perubahan politik di berbagai negara. Ia menggunakan usahanya dibidang finansiil yang dimilikinya itu, pernah mengobrak-abrik negara-negara ASEAN, yang mengakibatkan terjadinya krisis politik dan ekonomi, dan efek dominonya yaitu jatuhnya rejim-rejim di kawasan ini berguguran, termasuk di Indonesia.

Tokoh finansial Yahudi ini, ikut melakukan rekayasa perubahan politik di Soviet, yang kemudian muncul rejim baru, yang tidak lagi menggunakan komunisme sebagai ideologi, dan arah ekonominya lebih kepada sistem kapitalis, yang pro-pasar.

Belum lama ini, ia datang ke Jakarta dan menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta. Ia datang disaat Indonesia sedang panas-panasnya, di mana Boediono tengah dipojokkan dalam kasus Bank Century dan terancam pemakzulan.

Di Indonesia, Soros juga dikenal pendonor Yayasan Tifa, sebuah yayasan lokal yang bertujuan untuk membantu Indonesia dalam melakukan konsolidasi pada masa transisi demokrasi.

Soros juga menawarkan beasiswa kepada pemuda Indonesia. Di antaranya adalah tawaran beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Politik Internasional di University of Glasgow yang pendaftarannya ditutup Februari ini.

Tifa didirikan oleh belasan orang Indonesia yang berkomitmen untuk membantu pengembangan masyarakat yang terbuka di negeri ini. Fokus kegiatan lebih tertuju pada pembangunan kapasitas, pemerintah daerah, hak asasi manusia, media dan reformasi bidang hukum.

Soros, HT dan Century

Siapa pula tak mengenal Hary Tanoe Sudibyo, seorang bos media yang saat ini sedang mencoba peruntungan politik di Partai NasDem. Pria yang akrab disapa HT ini juga dikenal ulung mengelola keuangan. Kendati umurnya masih relatif muda, ia sudah mampu menguasai berbagai sektor penting, utamanya industri media.

Lantas, bagaimana keduanya bisa sehebat itu? Benarkah ada hubungan khusus di antara keduanya? Benarkah HT sengaja dipakai Soros untuk menguasai perekonomian Indonesia?

Info beredar, keduanya memang telah lama menjalin persahabatan. Salah satu indikasi persahabatan itu, Soros punya 15 persen saham di PT Bhakti Investama, milik Hary Tanoe. Perusahaan ini beberapa waktu lalu pernah terseret kasus penyuapan yang diungkap KPK.

Soros juga disebut-sebut berkaitan erat dengan skandal Bank Century. Itu karena Soros memiliki 19 persen saham di Bank CIC, cikal bakal merger Bank Century. Dengan cerdas, Soros lalu merampok kas Indonesia di pasar modal Indonesia.

Itu dia lakukan melalui Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac disatukan menjadi Bank Century. Caranya, Bank CIC melakukan transaksi surat-surat berharga (SSB) fiktif senilai 25 juta dolar AS yang melibatkan Chinkara. Pada 2003, Bank CIC memiliki surat berharga dalam valuta asing sekitar Rp 2 triliun dan US Treasury Strips senilai 185,36 juta dolar AS.

Selanjutnya, Bank Indonesia pada 2004 menyetujui proses merger Bank Pikko dan Bank Danpac ke dalam Bank Century. Robert Tantular menjadi pemegang saham Bank Century bersama Alwarraq Hesyam Talaat dan Rafat Ali Rizvi tanpa fit and proper test sebagai bankir. Paska merger tersebut, Soros dikabarkan lebih banyak berperan di belakang layar, karena Bank Century dianggap sudah mampu dikendalikan Robert Tantular.

Kiprah Soros lainnya adalah pernah terlibat dalam proses tender saham yang dimiliki pemerintah di PT Astra International Tbk. Soros menyusup ke Astra melalui PT Bhakti Investama yang sahamnya dimiliki Quantum Fund, induk perusahaan milik Soros. Nilai investasi Soros saat itu diperkirakan sekitar Rp 203,5 miliar.

Dalam berbagai kebijakan HT, kuat dugaan ada Soros yang setia melindunginya dari belakang layar. Termasuk ketika HT membeli saham Bentoel, SCTV, Astra Internasional, dan PT Artha Graha Investama Sentral (AGIS). Soros memberikan konsultasi agar HT fokus pada bisnis media cetak dan televisi. Alasannya, prospek bisnisnya cukup besar.

Atas saran Soros, Hary Tanoe lantas melepas saham SCTV dan membeli RCTI dari Bimantara, kemudian memborong saham TPI (sekarang MNC TV) dan Global TV. Saham HT lalu melebar ke Music Televisi Indonesia , Radio Trijaya dan ARH, Harian Seputar Indonesia dan Tabloid Gennie; Majalah Trust (sekarang Majalah Sindo). Konsep yang ditawarkan Soros adalah dengan menguasai industri media, maka bisnis lain akan terbantu. Termasuk mampu menembus dunia politik. Usai meraup keuntungan dari industri media, Soros-Hary Tanoe lalu membidik pasar telekomunikasi dengan layanan seluler Fren.

Lihat saja,
dua presenter Indonesia yakni Rosianna Silalahi (SCTV) dan Putra Nababan (RCTI) pernah mewawancarai dua presiden AS. Rosianna untuk Presiden Bush, sementara Putra untuk Presiden Obama. Ditengarai, keberhasilan dua presenter itu juga tidak terlepas dari jasa Soros.

Sejak awal, Hary Tanoe seolah sudah dipersiapkan Yahudi AS untuk menguasai Indonesia. Hal itu ia peroleh saat masih kuliah di Ottawa University, Kanada. Saat itu, HT sudah berpengalaman bermain saham di bursa Toronto.

Soal terjunnya Hary Tanoe ke dunia politik tentu saja bukan karena kebetulan. Meski harus diakui, langkah HT tersebut mendapat perlawanan ‘kecil’ dari kaum nasionalis. Bukan kebetulan juga ketika HT menjanjikan modal Rp 5 miliar bagi kader Nansional Demokrat (NasDem) yang ingin bertarung di Pemilu Legislatif 2014 nanti.

Kepiawaian HT menggoreng pundi-pundi Keluarga Cendana (Titik Prabowo dan Bambang Soeharto) melalui PT Bhakti Investama juga berasal dari Soros. Kesimpulannya, Soros- Hary Tanoe memang memiliki kisah yang mirip. Atau boleh disebut, Hary Tanoe Sudibyo adalah anak didik sang miliarder Soros.

Hary Tanoesoedibjo  saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. Global Mediacom Tbk. (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT. Bhakti Investama Tbk. sejak tahun 1989.

Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) dan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT. Mobile-8 Telecom Tbk., Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai perguruan tinggi.

Pada tahun 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan pengusaha Hary Tanoesoedibjo menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan yang dimilikinya adalah sebesar "US$ 1,19 miliar".

Kontroversi dan Politik

Pada bulan Juni 2012, Hary Tanoesoedibjo diinterogasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehubungan dengan kasus korupsi Tommy Hindratno, pejabat pajak di Kantor Pajak Sidoarjo, dan James Gunarjo, yang diyakini terhubung dengan PT. Bhakti Investama Tbk., perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.

Tommy diduga bertindak sebagai perantara untuk memastikan penggantian sebesar Rp 3,4 miliar dalam bentuk pajak bahwa perusahaan diduga telah membayar lebih. KPK menggerebek kantor PT. Bhakti Investama Tbk. di Menara MNC di Jakarta Pusat dan PT. Agis, yang terletak di gedung yang sama, di mana PT. Bhakti Investama Tbk. memiliki saham di PT. Agis pada tahun 2002 dan 2004.

HT merupakan adik kandung dari Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Ia mempunyai seorang istri bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan memiliki lima orang anak yaitu: Angela Herliani Tanoesoedibjo, Valencia Herliani Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo, Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Bulan November 2011, HT muncul pada acara Rapat Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama. Di partai tersebut, Hary dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem dan juga sebagai Wakil Ketua Majelis Nasional Partai NasDem. Kabar bahwa HT masuk ke dunia politik mulai terdengar santer sejak awal bulan Oktober 2011, Hary sendiri resmi bergabung dengan Partai NasDem pada tanggal 9 Oktober 2011 lalu. Sejak ia berkiprah dalam kancah politik praktis melalui Partai NasDem, Hary selalu mendengung-dengungkan "Gerakan Perubahan" yang dimotori oleh kelompok angkatan muda bangsa Indonesia. Sebab menurutnya, di dalam Partai NasDem sendiri 70% kader partainya adalah terdiri dari kaum generasi anak muda bangsa.

21 Januari 2013, HT mengumumkan bahwa ia resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem yang dikarenakan adanya perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan Partai NasDem. Sebab menurut Hary lagi bahwa "politik" itu adalah "idealisme", meski sebenarnya dirinya merasa sedih dan sangat berat meninggalkan Partai NasDem yang telah tiga bulan terakhir ini ia besarkan, apalagi Partai NasDem telah berhasil lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan resmi menjadi partai politik peserta Pemilu 2014 dengan nomor urutan "1" (nomor urutan yang pertama).

Keluar dari Nasdem, HT resmi bergabung dengan Partai hanura pada tanggal 17 Februari 2013 langsung menduduki posisi ketua dewan pertimbangan. Selanjutnya menjabat Ketua Bapilu dan calon wakil presiden dari Hanura berpasangan dengan Wiranto.

Sebelum berkuasa memimpin Indonesia, bersama istrinya Liliana Tanaja Tanoesoedibjo  pasangan ini sudah menggegerkan rakyat Indonesia dengan acara-acara yang diambil dari gaya hidup Amerika semacam Miss World. Apa yang akan terjadi kelak bila ia benar-benar berkuasa?

Penulis adalah aktivis anti pemurtadan, alumnus Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa dan S2  di IMNI, Jakarta 

Selasa, 10 September 2013

Mantan Model Seksi Pakaian Dalam Wanita Itu Akhirnya Memeluk Islam


“Di dalam Islam, perempuan diperlakukan dengan hormat. Muslimah juga menghargai diri dan tubuh mereka,” ujar Carley Watts, seorang model ternama asal Inggris yang tengah jatuh hati pada Islam.
Bukan model biasa, Carley merupakan model seksi pakaian dalam wanita. Mengejutkan, ia memeluk Islam dan menutup tubuh indahnya dengan hijab.
Bertemu dengan seorang pria Tunisia, Mohammed Salah, menghantarkan Carley pada hidayah. Ia pun mempelajari Islam dan tertarik pada penjagaan Islam yang sangat melindungi wanita. Setelah berislam, ia segera meninggalkan pekerjaannya dan berencana menikah dengan Mohammed dan tinggal di Tunisia.
Cerita jalan hidayah sang model usia 24 tahun itu dimulai ketika ia berlibur ke Tunisia bulan April lalu. Ia pergi berjalan-jalan ke pantai hingga kemudian secara tak sengaja bertemu dengan seorang penjaga pantai. Ya, penjaga pantai itulah Mohammed Salah.

“Aku suatu hari memberanikan diri menanyakan namanya. Bahasa Inggrisnya tidak baik, kami pun berbicara dalam bahasa Prancis. Namun hanya sedikit bahasa Prancis yang saya ingat saat sekolah,” ujar Carley sembali tersenyum malu, dikutip The Sun.
Dari sanalah, hubungan Carley dan Saleh dimulai. Carley pun kemudian mengenal agama yang Saleh anut, Islam. Rupanya Saleh menjadi perantara Carley menemukan hidayah. Wanita beranak satu itu pun kemudian tertarik pada risalah yang dibawa Rasulullah. “Mohammed (Saleh) telah membuatku benar-benar melihat hidupku. Aku merasa tenang dan bahagia,” ujarnya.
Dengan bantuan Salah, Carley mempelajari agama Islam. Ia kemudian menemukan betapa Islam memuliakan wanita. Carley yang selama ini mengumbar keindahan tubuhnya pun merasakan penyesalan yang sangat. Makin mempelajari syariat Islam kepada para wanita, Carley makin membulatkan tekad untuk mengakhiri pekerjaannya.
Carley merasa
selama ini hidupnya begitu liar. Apalagi gaya hidup pemudapemudi Inggris seperti minum alkohol dan pergi ke klub malam juga sangat dekat dengan kehidupannya. “Aku tak ingin lagi hidup liar, tak mau lagi mempertontonkann payudara juga tak akan pergi lagi ke klub malam lagi,” tuturnya.
Pilihan hidup Carley ini pun tentu mengejutkan keluarga dan fans nya. Mereka menolak keputusan Carley. Teman-temannya pun tak mendukung pertunangannya dengan Salah. “Mereka tak dapat menerima aku masuk Islam dan mengenakan jilbab. Mereka menganggap aku telah mengakhiri hidupku dengan keputusan itu,” ujarnya sedih.
Kendati demikian, Carley tak goyah. Ia tetap memutuskan untuk menjadi muslimah. Ia pun bersyukur Salah selalu mendukungnya. “Dia mencintaiku dan memintaku untuk menjadi istrinya. Kami sudah membulatkan itu (rencana pernikahan). Ia menerimaku apa adanya, ia tak pernah mencoba mengubahku,” ujarnya.
Bertekad Menutup Aurat
Setelah menikah dengan Salah, Carley akan pindah dari Inggris ke Tunisia bersama putri kecilnya, Alanah yang baru berusia dua tahun. Oktober menjadi bulan yang telah disiapkan untuk hidup baru Carley di negara Timur Tengah itu. Ia bersama Alanah akan tinggal di Kota Monastir. Carley juga akan meresmikan statusnya sebagai mualaf saat musim semi, sebelum menikah dengan Salah.
Pindahnya Carley ke Tunisia pun seiring dengan tekad Carley untuk melepaskan pekerjaannya sebagai model. Tak hanya itu, ia juga telah siap untuk menutup aurat. “Hidupku mungkin memang diatur sesuai keyakinan, namun aku tak pernah merasa khawatir,” ujarnya.
Carley juga telah mempelajari budaya Tunisia, termasuk budaya menutup aurat bagi wanita. Ia pun megaku menyukai budaya itu. Menurutnya, budaya itu telah menghormati dan menghargai tubuh para wanita. Budaya itulah yang diajarkan Islam, yang tengah dipelajari Carley. (Heri Ruslan/ROL)

Inilah Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi



Oleh Ihsan Tanjung

PARA ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusnya Al-Mahdi ke muka bumi.

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan bahwa Al-Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.

Lelaki keturunan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tersebut adalah Al-Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah…! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Al-Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Al-Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Al-Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Al-Mahdi. Dan –subhaanallah– Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.

Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Al-Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Al-Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Al-Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah kematian seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Al-Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Al-Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Al-Mahdi.

Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Al-Mahdi di depan Ka’bah.

Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Al-Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir. Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut: ”Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Al-Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Al-Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin.” [bolehjadikiamatsudahdekat]

Rabu, 28 Agustus 2013

Peneliti Temukan Penjelasan Ilmiah Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah

Nabi Musa tak bisa dipisahkan dari Laut Merah. Salah satu mukzijat yang diberikan Allah SWT kepada Musa adalah kemampuan untuk membelah Laut Merah sehingga utusan Allah itu bisa melintasinya bersama para pengikutnya.

Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah untuk menghindari kejaran dari Fir’aun dan pasukannya. Seizin Allah, rombongan Musa berhasil melalui laut yang dalam itu. Laut kembali menutup dan Fir’aun bersama pasukannya pun tenggelam ditelan Laut Merah. Kisah itu dengan jelas tertulis dalam Alquran maupun Alkitab.

Setelah melalui riset komputer yang cukup lama, peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan kisah Laut Merah yang terbelah seakan memberi jalan bagi Musa itu, bila dilihat dari sisi ilmiah, sangat mungkin terjadi. Angin timur yang bertiup sepanjang malam bisa mendorong air laut seperti yang dikisahkan dalam Alquran atau Alkitab.

Menurut simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, memperlihatkan bahwa angin mampu mendorong air kembali pada satu titik sehingga seperti membentuk sungai yang membungkuk untuk menyatu dengan laguna di pesisir. Demikian dilaporkan Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado. ”Hasil simulasi sangat cocok dengan kisah yang disampaikan dalam Exodus (Keluaran),” ujar Carl Drews dari NCAR, yang memimpin studi
ini.

”Terbelahnya air (laut) dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan lorong bagi perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya dan itu memungkinan air untuk tiba-tiba menutup kembali.”

Drews dan rekan-rekannya mempelajari bagaimana badai topan di Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang dalam. Para peneliti itu juga menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai tempat penyeberangan yang legendaris, dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya air laut membelah.

Model ini memerlukan formasi berbentuk huruf U dari Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini menunjukkan bahwa angin dengan kecepatan 63 mil per jam yang terus berhembus selama 12 jam, bisa mendorong air hingga kedalaman 6 kaki (2 meter). ”Ini (menjadi) jembatan tanah sepanjang 3-4 kilometer (2 sampai 2,5 mil) dan luas 5 kilometer (3 mil), dan tetap terbuka selama 4 jam,” tulis mereka di jurnal Public Library of Science, PLoS ONE.

”Orang-orang selalu terpesona oleh kisah Exodus (Keluaran), bertanya-tanya apakah itu datang dari fakta-fakta sejarah,” kata Drews. ”Penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi terpisahnya perairan memang memiliki dasar dalam hukum-hukum fisika.” (Budi Raharjo/Al Arabiya/RoL)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Khawarij Gaya Baru (Muqaddimah)


Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya  dan berlindung  kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan keburukan perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun mampu menyesatkannya dan barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tak seorang pun mampu memberinya petunjuk. Saya bersaksi sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau dan para shahabat.
 Wa Ba’du…
Sesungguhnya Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani adalah salah seorang ulama kontemporer. Tak seorangpun mengingkari keutamaan beliau selain orang yang mendustakan atau arogan. Syaikh hafidzahullah telah mengabdikan dirinya untuk mendalami hadits Rasulullah dan bekerja keras untuk menyebarkan sunah, memberantas bid’ah serta menyebarkan ilmu salaf di tengah umat. Kami berdoa semoga Allah membalas semua jasa beliau dengan sebaik-baik balasan.
Namun Allah enggan untuk menjadikan seorang manusia selain para rasul-Nya sebagai seorang yang maksum. Syaikh adalah manusia juga, beliau kadang benar dan kadang salah. Orang yang mengikuti tulisan-tulisan dan kaset-kaset syaikh tentu akan menemukan ada juga kesalahan atau ketergelinciran di dalamnya.
Kami, Alhamdulillah, bukanlah orang-orang yang mencari-cari ketergelinciran orang, membesar-besarkannya dan banyak menyebut-nyebutnya. Karena itu, bukan termasuk kebiasaan kami mencari ketergelinciran-ketergelinciran tersebut. Tetapi bila kami mendapati ketergelinciran dalam pelajaran atau pembahasan kami, kami berpaling dari kesalahan yang kami dapatkan dan kami beramal dengan yang benar. Barangkali kami mengingatkan kesalahan tersebut dalam sebagian majlis kami dengan bahasa yang baik dan metode yang santun, bukan meributkan dan menyebar luaskannya.
Dalam beberapa masa belakangan ini, saya mendengar sebuah kaset syaikh Hafidzahullah. Saya melihat menjadi kewajiban dari ilmu kami untuk segera mendiskusikan sebagian isi kaset beliau dengan diskusi yang tenang, di mana Allah mengetahui bahwa saya tidak mempunyai maksud selain menerangkan dan mencari kebenaran.
Kaset yang dimaksud berjudul “ Min Manhajil Khawarij  (Manhaj Khawarij). Kaset ini telah direkam pada tanggal 29 Jumadil Akhirah 1416 H bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1995 M, dengan nomor  1/830 dari nomor berseri “ Silsilatu Al Huda wa An Nuur sebagaimana disebutkan dalam kata pengantarnya. Dalam kaset ini, syaikh membahas peristiwa yang terjadi di Mesir dan Al Jazair dan menolak  sikap keluar dari ketaatan kepada para pemimpin kaum muslimin hari ini, dan beliau memberi fatwa dalam beberapa masalah yang berkaitan dengan hal ini.
Saudara pembaca yang budiman, tulisan yang ada di hadapan anda ini memuat dua persoalan, barangkali keduanya adalah persoalan terpenting yang disebutkan syaikh dalam kasetnya.
Persoalan pertama adalah masalah keluar (melawan) penguasa kafir. Syaikh berpendapat tidak boleh melawan penguasa hari ini sekalipun mereka jelas-jelas telah kafir.
Persoalan kedua adalah persoalan yang berkaitan dengan mengkafirkan penguasa yang membuat dan menetapkan undang-undang positif untuk rakyat tanpa berlandaskan kepada (hukum) Allah dan penguasa yang mewajibkan rakyat untuk berhukum kepada undang-undang positif. Syaikh berpendapat penguasa seperti ini tepat untuk dikenai apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Kufrun duna kufrin(kekafiran yang tidak mengeluarkan dari Islam).
Dalam tulisan ini pembaca akan menemukan diskusi ilmiah terhadap dua persoalan ini dan penjelasan tentang pendapat yang benar dalam kedua masalah ini. Kemudian saya lampirkan juga beberapa halaman lain seputar tema–tema lain yang terpisah-pisah namun masih ada kaitannya dengan dua permasalahan di atas.
Sebenarnya hal yang mendorong saya untuk menulis tulisan ini adalah bahwa saya mendapati perbincangan seputar permasalahan-permasalahan ini menjadi ciri umum dari pembicaraan dan majlis syaikh. Sekiranya persoalannya sekedar sekali majlis saja di mana syaikh mengutarakan pendapatnya, tentulah persoalannya remeh. Namun kami mendapati syaikh selama bertahun-tahun telah berbicara seputar dua permasalahan di atas dengan menuduh orang-orang yang tidak sependapat dengan beliau sebagai orang-orang bodoh dan tergesa-gesa, dengan memakai ungkapan-ungkapan pedas dan kasar. Sebaliknya kami tidak mendapati ungkapan yang pedas dan kasar ini beliau tujukan kepada pihak yang lain, yaitu para penguasa sekuler yang merupakan faktor terbesar terjadinya bencana dalam diri umat ini dengan kejahatan mereka menjauhkan umat ini dari kitab Rabbnya dan sunah Nabinya Shallalahu ‘alaihi Wa Salam, dan kejahatan mereka memaksa umat ini untuk berjalan sesuai keinginan Barat yang kafir dan ridha dengan program-program Yahudi dan Nasrani.
Telah kami lihat di antara pengaruh dari metode syaikh ini, banyak pemuda-pemuda yang mengikuti syaikh dan metode beliau, melihat para penguasa sekuler yang merubah syariat Allah sebagai ulil amri (penguasa) yang wajib kita dengar dan kita taati dan bahwa keluar dari ketaatan kepada mereka layaknya keluar dari penguasa-penguasa umat Islam masa awal dahulu. Sebaliknya, kami melihat mereka melihat saudara-saudara mereka yang memusuhi penguasa tadi layaknya Khawarij ahli bid’ah, tidak layak disikapi selain dengancelaan dan cercaan, bahkan barangkali sebagian berpendapat lebih jauh lagi dengan meminta penguasa memusuhi mereka dan lain sebagainya.
Berangkat dari sini, saya memberanikan diri untuk menulis lembaran-lembaran ini meskipun harus melewati kesulitan yang berat, karena saya tak pernah sekalipun menginginkan mengambil sikap membantah atau menentang syaikh Nashirudin, namun kebenaran yang diajarkan oleh Dien kami menyatakan kebenaran lebih kami cintai melebihi para ulama dan masayikh kami serta seluruh umat manusia.
Dalam kesempatan ini saya ingin menerangkan bahwa ketika kami berbeda pendapat dengan syaikh dalam sebagian persoalan ilmiah, kami berlepas diri kepada Allah Ta’ala dari orang-orang yang memusuhi syaikh dan membenci beliau disebabkan beliau berpegang teguh dengan As Sunah dan membela aqidah yang benar. Kami memohon kepada Allah semoga perbedaan kami dengan beliau tetap berada dalam koridor ahlu sunah wal jama’ahahlul haq wal ‘adl, mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas jalan Rasulullah dan para shahabatnya. Semoga Allah tidak menjadikan dalam hati kami kebencian kepada orang-orang mukmin. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang. Dan sebagai penutup dari pembicaraan kami, “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.”
Abu Isra’ Al Asyuthi

Minggu, 18 Agustus 2013

Kaum Muslimin Poso: “Aku Tertindas Di Negara Mayoritas”


Kaum Muslimin Poso: “Aku Tertindas Di Negara Mayoritas”
Mushab untuk Al-Mustaqbal.net
POSO, INDONESIA – Jangan pernah tanyakan lagi ,”mengapa Umat Islam yang disebut teroris?”. Pertanyaan itu sudah tidak perlu diulangi lagi. Karena  pemerintah negeri ini pun memutar otaknya untuk mencari seribu alasan agar tindakan mereka di Poso tidak terkesan memerangi Islam.
Ketika kita tanyakan kepada Dunia Internasional,”negara mana yang mayoritas Islam terbesar di dunia?”, negara-negara di Dunia itu pasti mengatakan,”Indonesia”. Namun, ternyata kaum muslimin Indonesia menjadi kaum yang terlihat minoritas ditengah julukan mayoritas.
Ternyata sandang mayoritas tidak menjamin kaum muslimin merasa benar-benar menjadi seorang Muslim yang bebas menjalankan perintah agamanya, yang dengan leluasa menjalankan perintah tuhannya, yang dengan aman menjalankan isi kitab sucinya. Bisa kita bayangkan bagaimana jika kaum muslimin Indonesia itu minoritas?
Keadaan yang mayoritas hanya dimanfaatkan oleh para Munafiqin untuk menggiring kaum Muslimin ke lembah kesyirikan Demokrasi. Lalu mereka mengatakan,”demokrasi itu final, tidak ada sistem yang lebih baik dibanding sistem Demokrasi.” Sungguh ini perkataan kesyirikan, namun dengan bangga mereka masih mengaku Islam.
Ketika Umat Islam dibodohi dengan proyek “pemberantasan terorisme”  dimana Densus 88 mengejar terduga “teroris” dengan beringasnya, mereka cari walaupun sampai ke “lubang semut”. Namun ketika ada kasus korupsi,  ibarat mencari gajah yang tidak terlihat di depan mata. Sungguh ini permainan yang licik ketika kita lengah memperhatikannya.
Kita lihat saudara-saudara kita di Poso dan masih belum hilang dari ingatan kita bahwa ketika Kepolisian RI memasukkan orang-orang luar non-Poso untuk membantai Ummat Islam di Poso atas arahan Orang Kristen, dimana mereka masih sangat memiliki trauma yang mendalam atas Tragedi Pembantaian Ummat Islam oleh orang-orang kristen di Pondok Pesantren Wali Songo, Kilo 9, Buyung Katedo, dan di kota lain. Dan itu terjadi pada Malam Lebaran 2006, 11 Januari 2007 dan 22 Januari 2007.
Lalu kemana pemerintah negeri ini? Mengapa mereka menutup mata? Atau apakah mereka itu orang zindik yang mengaku Islam namun pada dasarnya mereka membenci Islam?
Dan belum lama ini di hari Sabtu (03/11/12), kejadian pembantaian itu terulang kembali, maka dengan berbondong-bondong Seluruh Kaum Muslimin di Poso Kota dan sekitarnya bahu-membahu memberikan perlawanan dan pembelaan terhadap saudaranya yang telah dibantai hari ini, dan memang terbukti di lapangan bahwa mereka yang turun di jalan-jalan dan memberikan perlawan kepada Kepolisian itu tidak hanya mereka yang sering orang mengatainya sebagai “Teroris” saja, tapi juga masyarakat pada umumnya, para pemabuk, preman-preman pasar, anak-anak sekolah, ibu-ibu, hingga anak-anak kecil.
Melihat Poso ibarat kita melihat Gaza di Palestina, dimana masyarakat ikut berperang sampai anak kecil pun mereka berlatih perang-perangan dan mengatakan,”cita-citaku ingin jadi teroris.” Begitu pun Ibu-ibu yang tidak mau ketinggalan amal jihad ini, mereka mempersiapkan logistik untuk masyarakat yang melawan kepolisian.
Wahai Umat Islam, Bukalah Mata Kalian Dan Sambut Akhir Zaman Yang Penuh Fitnah Ini
Jika memang sandang “teroris” itu hanya ditujukan kepada Umat Islam saja, maka jangan menangis dan jangan pula bersedih hati. Sambut masa depan Islam dengan tegar diatas Tauhid. Katakan kepada mereka yang membencimu,”cukup Allah yang menjadi penolongku, walaupun kalian berkumpul untuk membunuhku”
Hapus air mata kalian dan jangan terlihat cengeng di hadapan orang-orang Munafik itu. Kalian adalah sebaik-baik Umat yang telah Allah pilih, maka tersenyum lah. Sungguh pertolongan Allah telah dekat. Darah kaum muslimin Poso adalah darah kalian, anak-anak mereka adalah anak-anak kalian, ketika kalian tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka, maka do’akan mereka dengan hati yang tulus agar Allah menurunkan pertolongan-Nya.
Dan ingatlah pesan Rosululloh Sholallohu Alaihi wa Sallam dalam sebuah Hadits, dari Tsauban r.a. Maula (mantan hamba sahaya) Rasulullah Saw, dari Rasulullah Saw. Hadits itu berbunyi sebagai berikut:
“Dari Tsauban ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Suatu masa nanti, bangsa-bangsa akan memperebutkan kalian seperti orang-orang yang sedang makan yang memperebutkan makanan di atas nampan”. Kemudian ada sahabat yang bertanya: “Apakah saat itu kita (kaum Muslimin) berjumlah sedikit [sehingga bisa mengalami kondisi seperti itu]?”. Rasulullah Saw menjawab: “Sebaliknya, jumlah kalian saat itu banyak, namun kalian hanyalah bak buih di atas air bah [yang dengan mudah dihanyutkan ke sana ke mari]. Dan Allah SWT akan mencabut rasa takut dari dalam diri musuh-musuh kalian terhadap kalian, sementara Dia meletakkan penyakit wahn dalam hati kalian.” Ada sahabat yang bertanya lagi: “Wahai Rasulullah Saw, apakah wahn itu?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (Sunan Abi Daud, juz 4, hal. 111, hadits no. 4297. Musnad Ahmad, juz 5, hal. 278, no. 22450)

Kisah Nyata Pengasuh Ponpes Wali Songo Poso Yang Selamat Diikat dan Disiksa, Lolos Lewat Sungai




Kasus pertikaian di Poso tidak hanya membawa korban dan kerugian materil, tapi juga menjadi beban masyarakat lain yang tidak berdosa. Berikut cerita yang disajikan dalam gaya bertutur dari dua pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Ilham (23) yang selamat dari penyanderaan, setelah Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo dibumi hanguskan.
PADA saat itu hari Kamis (1/6) kami masih berada di hutan bersama adik-adik (santri, red) yang lain. Setelah ditangkap, mereka memisahkan kami. Perempuan jalan terus, sedangkan kami disuruh tetap tinggal di hutan.Setelah adik-adik santri dan ibu-ibu pergi, kami semua disuruh buka baju. Tangan kami diikat satu per satu. Jumlah kami saat itu ada 28 orang, menurut hitungan mereka (penyandera, red). Terdiri dari enam orang dari pesantren dan penduduk biasa. Setelah diikat dengan tali nilon, kabel atau sabut kelapa, kami digandeng tiap lima orang. Saya sendiri diikat tiga ikatan. Kami digiring jalan melewati hutan, tembus di suatu desa Lembomao. Di sana kami berhenti sebentar. Mereka kayaknya memanggil pemimpinnya. Saat itu juga pemimpinnya keluar dan memerintahkan anggotanya untuk membawa.
Kami digiring lagi berjalan melewati jembatan gantung tembus di desa Ranononcu, terus dibawa ke Baruga. Di sana kami disiksa dalam keadaan berdiri, berbanjar membuat dua barisan. Setelah itu tangan kami ditambah ikatannya. Saya sendiri diikat dengan tali sabut kelapa kemudian ditambah dengan tali nilon warna biru, kemudian diikat dengan kabel.
Setelah itu kami disiksa dengan begitu sadis. Badan kami diiris-iris, ditendang, dipukul, pokoknya sudah segala macam penyiksaan, ada yang dipukul dengan gagang pedang, ada yang dengan popor senjata. Saya sudah tidak tahu lagi dengan alat apa semua yang mereka gunakan memukul kami.
Setelah disiksa mereka mengeluarkan pertanyaan kepada kami. pertanyaan pertama. Siapa yang tahu mengaji? Pertanyaan kedua siapa guru mengaji? Dan yang ketiga, siapa yang pernah naik mimbar, dan pertanyaan keempat, siapa yang imam. Pada saat itu, kami tidak ada yang mengaku.
Setelah disiksa, badan-badan kami diiris dan setelah ditaruh tanah, disiram air panas. Sekitar kurang lebih dua jam kami disiksa di tempat itu, kami dinaikkan ke mobil. Mereka tujukan ke arah atas. Menurut pengamatan kami saat itu ke arah Desa Togolu. Sampai di situ mereka giring ke pinggir kuala Poso.
Sampai di pinggiran kuala kami disuruh turun. Saya sendiri loncat dari mobil tersebut. Saya melihat teman saya sudah dibacok satu orang. Dan saat itu, saya langsung mengambil keputusan, berlari menuju kuala tersebut yang jaraknya kurang lebih 10 meter.
Sebelum kami turun dari mobil, mereka sudah berdiri untuk menjaga kami di pinggir kuala tersebut. Yang anehnya bagi saya. Mungkin sudah gerakan Allah, pada saat saya lari di antara mereka tidak ada yang bergerak.
Sekitar satu meter lagi dari pinggiran kuala, saya sudah terjun. Dan tiba-tiba ikatan yang mengikat tangan saya terlepas. Setelah saya terjun ke kuala baru mereka mengambil gerakan. Ada yang menembak, tapi alhamdulillah -saya berenang, muncul lagi untuk mengambil nafas sedikit, mereka menembak lagi. Menyelam lagi saya, sampai waktunya sekitar satu menit, baru saya sampai ke seberang kuala, dalam kondisi badan saya yang sudah teriris-iris.
Setelah saya sampai, saya langsung naik ke daratan. Lari ke hutan. Saya perkirakan dan melihat mereka tidak kelihatan lagi, saya balik ke kuala . Saya masuk melebur kembali mencari tempat yang aman – mendapatkan pinggir kuala, ada rumput yang menutup. Saya masuk di semak-semak rumput tersebut. Badan saya setengah dalam air, setengah di atas.
Dan saat itu mereka mengadakan pencarian pada saya. Mereka lewat, saya lihat mereka. Tetapi mereka tidak melihat saya. Pada saat itu waktunya, saya perkirakan jam 04.00 sore. Sekitar dua jam saya merendam di kuala, untuk menunggu waktu malam.
Setelah malam, saya naik ke darat untuk mengambil alat renang. Saya cabut pohon pisang. Setelah saya cabut, saya langsung buang ke kuala, saya gunakan untuk membantu berenang.
Baru sekitar 10 meter saya berenang, mereka sudah hadang di depan dengan senternya yang begitu terang. Saya melihat senter mereka itu seperti senter mobil. Jadi tidak mungkin pakai baterei, mungkin sudah memakai accu (aki, red) atau alat canggih lain.
Pada saat itu saya lepaskan pohon pisang yang saya pakai. Saya menyeberang kembali, mendekati kembali pinggiran kuala tersebut. Setelah itu tiba-tiba saya lihat ada tiga orang yang lewat kuala. Mungkin teman-teman saya, yang masih ada di hutan, yang belum tertangkap pada saat itu. Dan alhamdulillah, tiga orang lewat itu lolos.
Kemudian lewat lagi tiga orang naik perahu, dan ini kelihatan oleh pengejar. Mereka langsung mengejar dengan perahu pula. Dua yang lolos pada saat itu. Satu orang tertangkap. Dia berteriak-teriak “Saya tidak salah”. Kedengarannya mereka menyiksa. Dan pada saat itu tiba-tiba terdengar suara letusan. Dan teriakan itu langsung lenyap.
Setelah itu, saya berpikir, berarti saya ini akan tertangkap juga kalau saya teruskan untuk berenang. Saya ke darat dan duduk berdoa. Ya Allah turunkan lah hujan, ya Allah. Supaya mereka menghindar dari pinggiran kuala tersebut.
Dalam kurun waktu kurang lebih setengah jam, yang awalnya bintang-bintang lengkap di langit. Tiba-tiba gelap dan langsung turun hujan. Setelah hujan turun, saya berlari ke atas sekitar 20 meter. Kemudian saya masuk lagi ke dalam kuala, dan saya lanjutkan berenang.
Dalam jarak 10 meter lagi saya berenang ke bawah, ada lagi mereka yang menghadang di depan. Saya naik lagi ke daratan. Duduk saya di daratan berkisar kurang lebih satu jam. Badan saya kayaknya sudah tak mampu lagi digerakkan, dengan merasakan luka, kedinginan. Rasanya badan saya sudah tidak bisa lagi bergerak.
Pada saat itu, saya berpikir. Kalau siang di sini, saya sembunyi dimana lagi. Setelah pemikiran itu muncul kepasrahan, saya berdoa: bismillahi tawaqqaltu alallahi la haula wala quwata illah billah. Saya berdiri, lalu mencari alat bantu renang lagi. Alhamdulillah, saya ketemukan satu biji kelapa kering. Saya bawa kembali ke kuala.
Setelah saya masuk, melebur kembali ke kuala, rasanya badan ini sudah kuat kembali. Tangan dan kaki saya, yang semula sudah tidak mampu digerakkan, setelah saya melebur ke kuala, badan saya terasa pulih kembali. Kayaknya tidak ada luka yang melekat.
Setelah itu saya berenang sampai melewati pinggir kuala tersebut. Setiap pinggiran kuala tetap juga mereka jaga. Tetapi sudah tidak terlalu ketat. Karena hujan turun terus.
Saya temukan jembatan yang saya lewati pertama pada saat kami menuju di desa Ranononcu itu. Mereka berjaga di jembatan itu, alhamdulillah saya masih sempat lolos. Kemudian terus lagi, menemukan lagi jembatan satu. Yang pertama jembatan gantung Ranononcu dan yang kedua jembatan gantung Lembomawo.
Setelah itu, saya terus lanjutkan berenang. Dan apabila mereka mencari, menyenter dari sebelah, saya menghindar, menyeberang ke sebelah. Jadi, saya memotong-motong kuala Poso itu, yang jaraknya, yang disebut orang sering ambil korban manusia, ada buaya kayaknya sudah tidak lagi saya pikirkan.
Setelah itu, saya tiba di jembatan II Poso, yang direncanakan untuk dijadikan “kriminal dua”. Setelah mendekati jembatan tersebut, saya melihat pancaran cahaya. Lampu mereka begitu terang. Mereka memakai lampu sorot. Mereka pancarkan ke kuala tersebut. Kualanya terang sekali. Jadi apapun yang lewat, kayu sepenggal pun yang lewat, kelihatan dalam kuala tersebut. Tetap saya terus dan berhenti di jembatan tersebut.
Saya berhenti di bawah jembatan dan berdiri serta duduk bergantian sambil berpikir, bagaimana caranya bisa lolos. Sedangkan kuala ini terang sekali. Berpikir saya di situ sekitar satu jam. Bagaimana caranya, tidak ada hasil. Kayaknya, secara jernih saya tidak mampu lagi untuk berpikir, bagaimana caranya untuk lolos.
Setelah itu, saya terpikir dalam satu firman “Jangan takut Allah bersama kita”. Saya membaca doa bismillahi tawaqqaltu alallahi la haula wala quwata illah billah. Segala daya dan kekuatan saya serahkan kepada Allah sepenuhnya. Muncul keyakinan saya pada saat itu, saya langsung meloncat berenang ke kuala.
Setelah saya mendekati lampu tersebut, tiba-tiba lampunya langsung mati. Saya berpikir jangan-jangan saya dijebak, dengan sengaja mematikan senter, agar saya terus berenang.
Dan setelah melewati tempat terang tersebut baru lampunya menyala. Tidak tahu mengapa lampu mereka mati. Berarti mereka sebenarnya bukan menjebak saya. Tetapi memang benar lampunya mati pada saat itu. Mungkin sudah digariskan oleh Allah.
Sudah memberikan pertolongan pada saat itu kepada saya.
Sebagai manusia biasa, yang sudah luka parah, muka saya sudah hancur dipukul, mungkin tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tapi kekuatan yang ada, saya melanjutkan berenang melewati jembatan dan tiba-tiba saya mendegar suara azan. Berarti menandakan waktu subuh atau pagi telah tiba. Saya makin cepat berenang sebelum terang, karena kalau sudah siang mereka akan temukan saya.
Sekitar pukul 6 pagi saya mendengar suara pengumuman yang menyebutkan nama kompi. Saya berpikir bahwa itu adalah asrama tentara dan langsung mendekati. Di dekat lokasi asrama saya melihat seorang pemuda dan saya tanyakan asalnya. Saya juga tanya mengapa ada disini dan pemuda itu mengatakan dirinya pengungsi. Saya tanya lagi agamamu apa, dan dia menjawab agama Islam. Disaat dia menjawab Islam, saya langsung mengatakan tolong, dan dia pun langsung menolong saya membawa ke asrama kompi dan dirawat. Pada saat disiksa, saya melihat seorang aparat tentara yang juga saya sudah pernah lihat sebelumnya. Waktu di kompi saya juga melihat tentara itu, kami sempat berpapasan mata kemudian tentara itu langsung pergi. Saya periksa di semua ruangan tentara itu tidak ada. Saya yakin dia adalah tentara yang saya lihat ketika saya disiksa. (ud/jpnn)
Source : Riau Pos Rabu, 14 Juni 2000
Date: Wed, 28 Jun 2000 12:43:30 +0200
From: fajar rahmat hidayat

Siapakah Abu Firas Mujahidin Berhati Mulia?

 MUNGKIN kematian hampir saja membayangi diri seorang kakek dari Syiah Alawiyah ketika mengetahui Mujahidin Sunni menangkap dirinya di Desa Astarba, Latakia, Suriah. Gurat cemas langsung memancar dari wajahnya ketika tahu dia sedang bersama Mujahidin Sunni.

Namun apa yang dilakukan Abu Firas seorang Mujahidin Sunni jauh di luar perkiraannya. Tidak ada penindasan, siksaan fisik, maupun kematian. Abu Firas justru tersenyum kepada sang kakek dan memberinya makanan dan tempat perlindungan. Jauh dengan apa yang dialami ketika warga Ahlussunah menjadi tawanan tentara Syiah Bashar Assad.
“Jangan takut kami tidak akan membunuh kamu, karena Nabi kami Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan dalam agama kami jika di dalam peperangan janganlah membunuh orang tua, perempuan atau memotong pepohonan. Ini adalah ajaran agama kami,” tandas Abu Firas.

Lantas siapakah Abu Firas, mujahidin berakhlak mulia tersebut? Sekjen Hilal Ahmar Society Indonesia, Angga Dimas Persada, yang pernah menginap satu bulan di kediaman Abu Firas selama di Suriah, menjelaskan lebih jauh sosok Abu Firas. Berikut testimoninya kepada Islampos.com, Ahad (11/8).

Abu Firas adalah orang yang pendiam tidak banyak bicara. Orang tidak akan banyak mengira bahwa Abu Firas adalah seorang komandan karena badan kecil, namun keberaniannya termasuk diacungi jempol oleh banayk mujahidin di kawasan Jabal Akrod.

Abu Firas yang saya kenal adalah seorang yang tawadhu’ tidak banyak bicara dan lebih suka mendengar,
hatta ketika anak-anak kecil berbicara beliau selalu mendengarnya. Hampir satu bulan saya menetap satu rumah dengan Abu Firas pada ramadhan tahun lalu, kami sahur dan berbuka bersama, hanya sesekali beliau absen karen harus terjun ke front.

Suatu ketika baru saja kami berbuka, tiba-tiba datang mujahid muda melaporkan kesulitan mereka mengevakuasi jenazah mujahidin karena dihujani tembakan terus-menerus oleh tentara rezim. Seketika itu Abu Firas menghentikan santapan berbukanya dan langsung ke lokasi. Problem itu akhirnya teratasi, Abu Firas memiliki kharisma tersendiri dimana para mujahidin muda seperti mendapat semangat baru jika Abu Firas ikut terjun ke front.

Selain itu Abu Firas juga memiliki hati yang lembut dan mudah meneteskan air mata. Suatu ketika beliau mengimami kami sholat shubuh. Beliau membaca ayat tentang jannah dan adzab. Seketika langsung menangis tersedu-sedu. Demikian pula ketika kami berpamitan untuk kembali ke Indonesia, beliau menangis melepas kami sambil berkata, “Jika kita tidak berjumpa lagi di dunia, kita akan berjumpa di akhirat.”

Abu Firas juga banyak memahami ilmu dien, dalam satu perbincangan beliau membahas hadits-hadits akhir zaman hingga ke persoalan qira’ah Al Quran, di situ pula kami baru tahu ternyata beliau hafal Al Quran 25 juz lebih. Alhamdulillah, saat tugas kedua ke Suriah, saya berkesempatan bersilaturrahim ke rumah beliau yang juga pernah terlibat jihad di Iraq. Saya dijamu untuk makan bersama beliau dan berfoto bersama beliau.

[Pz/Islampos]

MUSHAF AL QURAN DAN MOBIL FORD

 Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi sarjana.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? ” Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat
mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.
Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini”
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci itu. Dia memungutnya,…. sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati.

(Chicken Soup for muslim, safa press)