Rabu, 07 Agustus 2013

Basmah Syahin: Prestasiku Berkat Hafalan Al-Qur’an

 Memasuki hari pengumuman hasil ujian SMU, keluarga siswi Basmah Syahin dari Tel Zatir, Gaza Utara, berkumpul di sekitar TV, untuk mengetahui hasil ujian puteri mereka yang meraih nilai 99,1%.

Basmah memprediksi hasil ujiannya mendekati yang ia capai, setelah Allah menganugerahkan hafalan Al-Qur’an sejak kecil. Karena itu ia tidak pernah lepas berdoa dan berserah diri serta percaya penuh kepada Allah, dan sampai kepada nilai ini yang menurutnya berhasil diraih berkat keutamaan menghafal Al-Qur’anul Karim.
Basmah belajar di sekolah Tel Zatir dengan jurusan humaniora, dan berhasil meraih tiket Umrah setelah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sejak usia 8 tahun. Syahin bertekad mempelajari bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan dunia selain bahasa Arab, dengan tujuan mengirimkan pesan penderitaan bangsa Palestina kepada dunia luar.

Sejak kecil Syahin telah meraih beragam prestasi, sebagai peringkat pertama di Gaza Utara saat kelas 11,
dan peringkat ke 8 dari seluruh siswa di Gaza.

Kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, Syahin menyatakan tidak pernah mendapatkan kesulitan saat belajar maupun saat ditugaskan membuat kurikulum pendidikan. Syahin berhasil mengendalikan persoalan keterputusan aliran listrik dengan membuat pembangkit listrik tenaga surya.

Syahin berkeinginan bergabung dengan saudaranya Muhammad dan Izzudin yang berkuliah di fakultas kedokteran dan berhasil meraih peringkat atas selama belajarnya di SMU.

Saat belajar, Syahin tidak pernah mengalami kesulitan, dan menegaskan keyakinannya kepada Allah jauh lebih besar dari kekhawatiran maupun kebingungan.

Sang ayah Wael saat wawancara dengan koresponden kami menyatakan, di negeri ini kami tidak memiliki selain kesuksesan dan prestasi agar putera-putera kami membawa pesan perjuangan melawan penjajah dengan menggunakan ilmu dan keyakinan terhadap kemenangan dan kemerdekaan. (PIP)

Selasa, 06 Agustus 2013

Empat Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dihindari di Waktu Sahur

Waktu dini hari memang tidak memberikan banyak pilihan untuk makanan. Namun sahur tetap sahur yang mempunyai banyak keberkahan dan keutamaan. Agar keutamaan dan keberkahan selaras dengan kesehatan, maka perlu kiranya kita memperhatikan makanan di waktu sahur.

Gorengan

Gorengan adalah salah satu makanan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Apalagi makanan yang murah meriah ini sangat mudah dijumpai disetiap sudut jalan, sehingga kita tak perlu susah payah untuk membuatnya.
Apalagi ketika saat makan sahur, Kadang membeli gorengan adalah pilihan yang praktis. Namun gorengan sangat tidak dianjurkan untuk disantap sahur karena mengandung lemak yang sangat banyak.

Pada dasarnya, minyak sayur adalah minyak tidak jenuh, tetapi proses pemanasan minyak dalam suhu tinggi dapat menyebabkan lemak menjadi jenuh, sehingga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol yang jahat dalam tubuh. Apalagi jika minyak goreng digunakan berulang-ulang.

Makanan Bersantan

Makanan bersantan yang berlebihan dapat memicu penyakit pembuluh darah seperti strok, jantung, kenaikan kadar asam urat, Kejang-kejang, muntaber, mata membesar, kepala mengkerut,. Apalagi saat sahur, banyak ibu-ibu yang
menghangatkan kembali makanan sisa semalam, agar lebih praktis. Seperti halnya gorengan, makanan bersantan perlu untuk tidak disantap saat sahur, karena mengandung lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Makanan Pedas

Makanan yang pedas dapat merangsang pengeluaran asam lambung yang berlebihan. makanan pedas dapat membuat permukaan lambung lebih rapuh dan mengalami luka. Itulah yang disebut maag. sebaiknya Hindari makanan pedas, terutama saat sahur agar tidak mendatangkan masalah bagi kesehatan

Makanan Asam

Seperti halnya makanan pedas, makanan asam juga menjadi pemicu keluarnya asam lambung tinggi dan sulit dicerna. Sehingga tidak baik dimakan terlalu banyak, apalagi ketika saat agan sahur.

Makanan asam juga dapat menyebabkan maag, sehingga bisa mengganggu aktivitas. Dan akan memungkin kan juga bisa membuat puasa agan batal. Hindari makanan dengan tomat dan jeruk, karena mengandung asam.

Makanan dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, lada merah atau hitam dan bubuk cabai dapat menyebabkan kondisi menjadi lebih parah. Hindari makanan-makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut saat agan sahur jika agan tidak mau perut tersiksa selama menjalankan ibadah puasa. [bgetsuka]

DUA WAKTU YANG BAIK DI BULAN RAMADHAN

Ada dua waktu yang baik di bulan ramadhan, tapi sayangnya di Indonesia, dua waktu yang baik itu diisi dengan acara-acara televisi yang konyol.. Tidak mendidik, asal rame, tidak punya nilai ibadah, acara-acara sahur yang semakin tidak berkualitas. Acara-acara menjelang berbuka yang lebih banyak mengandung tawa yang berlebihan.

Dua waktu terbaik itu adalah :

1. PADA SAAT AKAN BERBUKA PUASA

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”.
(HR Ibnu Majah)

“Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah : Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dengan lafaz dari at-Tirmidzi)

Karenanya para ulama salaf sangat-sangat mengagungkan waktu penghujung hari (sore hari) karena ia menjadi penutup hari puasa. Sesungguhnya orang cerdas, tentunya akan memanfaatkan waktu yang berharga ini untuk berdoa.

2. PADA SAAT SAHUR

"Dan di akhir-akhir
malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzariyat: 18)

Imam Mujahid dan lainnya mengatakan, "(di akhir-akhir malam) mereka mengerjakan shalat." Ulama lainnya mengatakan, "Mereka shalat malam dan menutupnya dengan istighfar sampai menjelang fajar." Ini sesuai dengan firman Allah Ta'ala: "Dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)

Kemudian Ibnu katsir berkata, "Jika istighfar di dalam shalat maka itu lebih baik." Beliau berhujjah dengan hadits shahih, "Sesungguhnya Allah turun setiap malam ke langit dunia saat seperti tiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: Adakah orang yang mau bertaubat sehingga Aku ampuni dia? Adakah orang yang beristighfar sehingga aku ampuni dia? Adakah orang yang meminta (kepada-Ku) sehingga aku beri permintaannya? Sehingga terbit fajar."

Jadi, Sebaiknya Anda MATIKAN TELEVISI pada saat dua waktu tersebut..

Semoga bermanfaat, manfaatkan 10 hari terakhir di bulan suci ini untuk semakin dekat dengan Allah dan menjauhi televisi..

Umur Langit dan Umur Bumi

 “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Al-Sajdah 32:4)

Katakanlah, “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam” (QS. Al-Fushshilat 41:9)
SATU dari sekian banyak contoh yang  dirincikan Al-Qur’an adalah umur bumi dan alam semesta ini, yang kata orang bahwa bumi kita ini sudah tua. Lalu bagaimanakah Al-Qur’an menceritakan tentang perihal tersebut ? dan bagaimana pula sistematika rinciannya?

Menurut penelitian ilmuwan, umur alam semesta atau disebut ‘langit’ dalam bahasa Al-Qur’an memang lebih ‘tua’ dari bumi. Berdasarkan QS. Al-Sajdah:4 Allah SWT memposisikan kata ‘langit’ sebelum ‘bumi’. Lalu, mengapa Allah selalu mendahului kata’ langit’ dari pada ‘bumi’ dalam setiap firman-Nya? Berikut
rinciannya.

Analogi : Allah SWT. menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (QS.Al-Sajdah 32:4), serta menciptakan bumi sebagai tempat tinggal dalam dua masa (QS. Fushshilat 41:9). Menurut para ahliGeologi, meninjau dari batuan meteorit tertua, perkiraan umur bumi adalah sekitar 4,56 × 109 tahun. Kembali ke Al-Qur’an jika umur langit 6 masa dan umur bumi 2 masa, maka perbandingannya adalah 6 : 2 = 3 : 1, jadi umur alam semesta dapat kita cari dengan cara yaitu 4,56 × 109 × 3 = 13,68 × 109tahun. Itu adalah perhitungan umur umur alam semesta atau ‘langit’ versi Al-Qur’an.

Fakta :  Versi sains modern menyatakan tentang sebuah teori bernama Big Bang yang menyebutkan bahwa umur alam semesta 13,7  × 109 tahun. Angka tersebut hampir mendekati angka perkiraan umur alam semesta versi Al-Qur’an. Subhanallah, apakah ini suatu kebetulan ?

Terdapat selisih 20 juta tahun antara perhitungan sains modern dengan Al-Qur’an. Namun, perbedaan ini bukanlah menjadi suatu selisih yang signifikan. Dan kita bisa menyimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kajian dan pedoman yang sangat Akurat. Wallahu’alam Bissawab. [islampos/muslimtech]

Aasiya : Aku Pilih Islam, Saya Tidak yakin Dengan Hindu, Membingungkan

Aasiya Inaya, dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang menganut agama Hindu yang meyakini bahwa Tuhan itu ada dalam berbagai wujud mulai dari air, sungai, batu sampai pepohonan. Oleh sebab itu, Asiya mengaku bangga sebagai penganut politheis, yang meyakini bahwa semua obyek ciptaan Tuhan layak disembah karena menurutnya, di setiap benda ada bagian Tuhan di dalamnya.

Tapi keyakinan Aasiya mulai berubah ketika ia mengenal Islam, yang mengawali perjalanan panjangnya menjadi seorang Muslimah. Sebelum memutuskan mengucapkan dua kalimah syahadat, Aasiya mengalami pergumulan jiwa yang hebat. Di satu sisi ia mengakui kebenaran Islam, tapi sisi hatinya yang lain masih membuatnya ragu menjadi seorang Muslim.
“Saya pertama kali mengenal Islam di sekolah menengah atas. Mayoritas teman-teman sekelas saya adalah Muslim dan setiap waktu istirahat kami biasa berdiskusi tentang Islam, utamanya karena propaganda anti-Islam yang dilancarkan organisasi-organisasi Hindu di India pasca serangan 11 September dan kerusuhan di Gujarat,” kata Aasiya.

Ia melanjjutkan,”Sepanjang pembicaraan, mereka (teman-teman Muslim Aasiya) berusaha untuk meluruskan berbagai pandangan-pandangan saya yang salah tentang agama monoteis, hak perempuan, status mereka dan berbagai mitos tentang Islam yang klise.”

“Tapi, upaya mereka tidak begitu meyakinkan saya. Saya tetap memegang teguh keyakinan saya dan tetap bangga sebagai penganut politheis,” tukas Aasiya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sikap anti-Muslimnya agak berkurang setelah mendengar penjelasan dari teman-temannya yang Muslim. “Saya mulai merasa tersentuh dengan penderitaan mereka, bagian dari masyarakat kami, yang harus termarginalkan hanya karena ingin menjalankan ajaran agama mereka. Pandangan-pandangan saya pun jadi agak sekular …” sambung Aasiya.

Tapi semua itu belum menggerakkan hati Aasiya untuk memeluk agama Islam. Aasiya mulai beralih ke kelompok Arya Samaj, sebuah kelompok penganut agama Hindu yang keluar dari mainstream Hinduisme. Kelompok ini meyakini bahwa Hinduisme adalah agama monoteis dan tidak mengajarkan umatnya untuk menyembah berhala. Setelah menjadi bagian kelompok ini, Aasiya tidak lagi menyembah banyak benda, ia melakukan ritual Arya Samaj dan jadi rajin ke kuil.

Setelah beberapa waktu menjalani ritual Arya Samaj, Aasiya menemukan bahwa keyakinan ini juga memiliki banyak cacat dan kekurangan. “Saya merasa kembali berada di sarang laba-laba yang sama, dimana ritual dan penyembahan terhadap api menjadi bagian integral keyakinan itu, sama seperti keyakinan yang saya anut dahulu,” paparnya.

“Tapi saya menyebut itu semua sebagai langkah panjang, sebelum akhirnya saya sampai pada keputusan untuk memeluk agama Islam,” ujar Aasinya.

“Kejelasan tentang Islam mulai saya rasakan begitu kuat ketika saya menjadi mahasiswa fakultas hukum. Ketika itu saya mengikuti kuliah tentang hukum keluarga dalam agama Hindu dan Islam, mulai dari hukum perkawinan, perceraian dan urusan keluarga lainnya.”

“Saya menemukan bahwa hukum keluarga dalam agama Hindu banyak memiliki celah kelemahan karena beragamnya aturan terkait masalah teknis, perbedaan pendapat, sehingga hukum keluarga dalam agama Hindu kerap membingungkan dan tidak pasti. Di sisi lain, hukum keluarga yang diatur oleh Islam, sangat jelas, cermat dan pasti,” tutur Aasiya.

Sejak perkualiahan itu, pandangan Aasiya terhadap Islam berubah total. Selama ini,
Aasiya memandang Islam sebagai agama yang kaku dan keras. “Saya melihat umat Islam sebagai umat yang statis, hidup berdasarkan pada masa lalu sementara dunia terus berkembang. Buat saya, apa yang diyakini umat Islam tidak masuk akal, tidak praktis, kejam dan ketinggalan jaman,” kenang Aasiya mengingat pandangan-pandangannya terhadap Islam di masa lalu.

“Tapi, sejak perkuliahan itu, pendapat saya langsung berubah hanya dalam satu malam. Apa yang selama ini saya anggap statis ternyata sebuah kestabilan. Ini membuat rasa ingin tahu saya tentang Islam memuncak dan saya menghabiskan waktu berjam-jam di internet untuk bicara dengan teman-teman saya yang dulu menjelaskan tentang Islam pada saya,” papar Aasiya.

Selain bertanya pada teman-temannya yang Muslim, Aasiya juga mencari berbagai informasi tentang Islam di internet dan aktif mengikuti berbagai forum diskusi. Pengetahuan Aasiya yang mulai bertambah tentang Islam mempengaruhi sikap dan pandangan Aasiyah tentang Islam ketika ia berkumpul dan membahasnya dengan sesama temannya yang beragama Hindu. Perubahan sikap dan pandangan Aasiya, tentu saja tidak mendapat tanggapan negatif dari sahabat-sahabatnya yang Hindu.

“Mereka menyebut bahwa saya sudah mengalami ‘cuci otak’ yang ingin mengubah penganut Hindu menjadi pemeluk Islam,” kata Aasiya tentang pendapat teman-teman Hindunya.

Saat itu, Aasiya mengaku khawatir dan takut melihat ketidaksetujuan teman-temannya tentang Islam dan ia merasa telah mengkhianati teman bahkan keluarganya. Tapi keyakinan Aasiya akan kebenaran Islam justeru makin kuat dan ia merasa tidak bisa lari dari kebenaran itu.

“Sampai kapan orang bisa menghindar dari kebenaran? Anda tidak bisa hidup dalam kebohongan dan menerima kebenaran membutuhkan keberanian seperti yang disebutkan dalam ayat Al-Quran dalam surat An-Nisaa; ‘ Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan’.”

“Hari itu, semua rasa kekhawatiran saya lenyap. Saya merasa, jika saya tidak pernah memeluk Islam dan selamanya saya tidak akan pernah memiliki Islam, saya akan tetap dicengkeram oleh kompleksnya kehidupan yang materialistis ini, dimana hawa nafsu membuat kita enggan melakukan hal-hal yang benar,” tandas Aasiya.

Aasiya akhirnya memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang Muslim. “Alhamdulillah, hari ini saya menjadi seorang Muslimah. Saya berusaha belajar dan terus belajar al-Quran dan Sunnah Rasulullah Muhammad Saw. Insya Allah, saya akan mengikuti sunah-sunahnya dengan lebih baik. Dengan bantuan beberapa teman dan sebuah organisasi Islam, saya belajar salat lima waktu,” tuturnya.

Persoalan Aasiya sekarang adalah memberitahukan tentang keislamannya pada teman-teman Hindunya dan orangtuanya. “Cepat atau lambat, saya pasti akan memberitahu mereka. Saya berharap mereka menghormati keputusan saya dan saya berdoa, semoga Allah swt memberikan kekuatan sehingga saya bisa istiqomah dengan keputusan saya menjadi seorang Muslim,” tandas Aasiya. (ln/readislam)

Ulil Abshar: Islamis Boleh Berpolitik, Tapi Tidak Boleh Membesar

Ulil Abshar Abdala, gembong Jaringan Islam Liberal dalam pernyataannya pada 30 Juli 2013 di Twitter mengatakan bahwa kalangan Islamis diperbolehkan berpolitik dalam sistem demokrasi, namun ia mengaku bahwa Islamis tidak boleh membesar karena akan menimbulkan polarisasi hingga menyebabkan kudeta militer.

“Pelajaran dari Mesir: Jika kekuatan Islamis terlalu kuat di sebuah negara, politik akan cenderung sektarian, masyarakat terpolarisasi. Keadaan seperti itu biasanya akan mudah mengundang militer melakukan intervensi politik. Mesir adalah contoh terakhir. Alhamdulillah, di Indonesia kekuatan Islamis tak terlalu besar. Jika membesar, kita akan menghadapi masalah seperti Mesir,” katanya.
Dalam konteks Mesir, ia menyatakan bahwa baik kubu militer dan Islamis – sama-sama bukan alternatif yangg ideal untuk konsolidasi demokrasi di Mesir. Masalah besar Mesir adalah terlalu kuatnya kubu Islamis di sana. Yang bisa menandingi
mereka hanya militer.

Polarisasi atas kekuatan Islamis dan militer menurutnya menunjukkan bahwa Islamisme adalah ideologi berbahaya, dan akan selalu menimbulkan politik aliranisme yang memecah-belah masyarakat.

Ia mengatakan, “Tugas kita adalah melakukan kritik terus-menerus agar ideologi Islamis di Indonesia yang dibawa PKS tak meluas pengaruhnya.”

Ia mengaku tidak melarang Islamis berpolitik, tetapi mereka harus meninggalkan ideologi Islamisme mereka.

“Yang saya anjurkan adalah kritik, bukan menghalangi hak kaum Islamis untuk berpolitik. Hak itu ada pada mereka dan dilindungi konstitusi. Di semua sistem demokrasi, kaum Islamis punya hak untuk berpolitik, berpartai. Tak boleh dihalang-halangi. Tapi hak masyarakat untuk melakukan kritik atas ideologi Islamisme supaya pengaruhnya tak meluas. Dg kritik yang keras dan terus-menerus, kaum Islamis kita harapkan “sadar” dan merevisi ideologi mereka seperti di Turki,” katanya.(fimadani

Siapakah Sebenarnya 7 Pemuda Dalam Kisah Ashabul Kahfi ?

SIAPA gerangan yang tidak tahu kisah Ashabul Kahfi? Kisah ini sangat terkenal baik bagi penganut agama Islam atau Kristen. Ashabul Kahfi dalam Islam yaitu kisah yang menceritakan 7 pemuda yang mendapat petunjuk dan beriman kepada Allah tertidur lelap dalam gua selama 309 tahun. Mereka melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus.

Lokasi Gua :
Banyak terjadi perselisihan faham tentang lokasi gua. Ada yang mengatakan berada di Suriah, ada pula yang mengatakan di Turkia, akan tetapi banyak yang berpendapat lokasi gua terdapat di Yordania di perkampungan Al-Rajib atau dalam Al-Quran di sebut Al-Raqim, yang berjarak 1.5 km dari kota Abu A’landa dekat kota Amman- Yordania.



Info terakhir yang didapatkan bahwa Raja Abdullah ke 2 (Raja Yordania) telah meresmikan untuk mendirikan di muka gua Ashhabul Kahfi masjid dan ma’had yang diberi nama “Masjid Gua Ahlul Kahfi” dan Ma’had Da’wah dan Dai’.

Nama nama Ashhabul Kahfi: Maksalmina, Martinus, Kastunus, Bairunu, Danimus, Yathbunus dan Thamlika adapun anjingnya bernama Kithmir.

Sebab turun kisah ini dalam Al-Quran:
Kisah dimulai dari seorang kafir datang kepada seorang Yahudi di Madinah. Dia memceritakan kepadanya bahwa Muhammad mengaku dirinya sebagai Nabi dan dia meminta nasehat kepadanya bagaimana caranya untuk membantahnya. Yahudi tadi berkata “Tanya kepada Muhammad tentang kisah Ashhabul Kahfi, jika dia mengetahunya maka ia benar sebagai Nabi”. Lalu orang kafir tadi bertanya kapada Rasulallah saw tantang kisah tersebut.

Mereka menyangka beliau tidak mengetahuinya sehingga mereka bisa mengalahkan dan membantah beliau. Tapi apa yang terjadi. Allah perintahkan Jibril as agar segera turun dari langit menceritakan kepada Rasulallah saw kisah trb sebagaiman tertera dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Kahfi.

18:9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

18:10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

18:11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,

18:12. kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

18:13. Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;

18:14. dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.

18:15. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih lalim daripada
orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

18:16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.

18:17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

18:18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.

18:19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.

18:20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.

18:21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”.

18:22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka

Selasa, 30 Juli 2013

Mesir dan Terkuaknya Kedok Kita


Pembantaian di Mesir terhadap pendukung legitimasi Mursi yang semakin massif menguak banyak hal yang selama ini seolah samar dan tersembunyi. Salah satunya adalah menguak kedok atau topeng yang menutupi wajah para pemimpin dan tokoh-tokoh kita. Wajah asli mereka akhirnya terhidang tanpa ada yang bisa disembunyikan lagi. Kedok mereka terlepas menunjukkan siapa sesungguhnya mereka. Terlepasnya kedok mereka seiring dengan keluarnya lontaran pernyataan dari mulut mereka terhadap kondisi Mesir. Kata orang bijak, apa yang dimuntahkan dari mulut kita adalah cerminan sesungguhnya dari diri kita.

JOKO WIDODO

Kita mulai dari sosok yang “dipaksa” media dan lembaga survey untuk menjadi presiden: @jokowi, si Gubernur DKI Jakarta. Dalam seminar ‘Kepemimpinan Nasional’ yang dihelat oleh Mabes Polri, Jokowi berucap bahwa Mursi eksklusif sehingga ia diturunkan rakyatnya. Statement ini sangat serampangan dan menunjukkan bahwa Jokowi sama sekali tak melakukan blusukan informasi ke media alternatif. Bisa dipastikan Jokowi hanya mengandalkan pada berita media-media mainstream yang tak pernah memihak Islam. Atau bisa juga Jokowi hanya mengandalkan bisikan dari orang-orang di sekelilingnya tentang kondisi Mesir. Apapun penyebabnya, Jokowi telah membuka kedoknya sendiri bahwa ia tak bisa melihat persoalan secara utuh. Dan Jokowi adalah tipe pemimpin yang mengandalkan informasi sesat dalam menyikapi sebuah persoalan. Bahaya!!!

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Beralih ke @SBYudhoyono. Kedoknya sebagai anak emas Uncle Sam kian kentara seiring dengan dinamika yang terjadi di Mesir.
Alih-alih mengecam tindakan kudeta dan pembantaian di Mesir, justru @SBYudhoyono meminta WNI untuk tidak terlibat dalam konflik di Mesir. @SBYudhoyono juga bermemori pendek karena lupa atau sengaja tak ingat bahwa Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Dan @SBYudhoyono juga tak bisa membedakan mana kudeta, pecinta demokrasi dan anti demokrasi.

KOMARUDIN HIDAYAT

Sekarang ke seorang tokoh yang menjadi Rektor UIN Jakarta. Dia memilih tak berkomentar tentang Mesir karena beralasan tak tahu info sebenarnya. Ini tweet @komar_hidayat, “Soal Mesir tanyakan yang lebih ahli dan kaya data dari hari ke hari. Saya tak mau menduga-duga apa yang sesungguhnya...” @komar_hidayat ngeles dengan argumen yang tak masuk akal. Tak sulit menemukan fakta sesungguhnya tentang Mesir.

ULIL AB & ZUHAIRI MISRAWI

Bagaimana dengan gembong2 JIL: @ulil @zuhairimisrawi dan lainnya? Tanpa peristiwa Mesir pun kedok mereka sudah terkuak. Kita tunggu apa reaksi @komar_hidayat kalau ada aksi yang libatkan FPI, Ahmadiyah, Syiah, dan lain-lain. Apakah argumen serupa dia ucapkan juga?

YUSRIL IHZA MAHENDRA

Pembantaian di Mesir hanya mengaskan posisi @ulil @zuhairimisrawi dan lainnya bahwa mereka antek-antek Barat yang cinta fulus. Bandingkan @SBYudhoyono @komar_hidayat @zuhairimisrawi @ulil, Jokowi dengan @Yusrilihza_Mhd. Mesir di analisa objektif oleh @Yusrilihza_Mhd. Dalam kultwitnya, @Yusrilihza_Mhd mampu menjelaskan kudeta militer dengan jernih, menyeluruh dan objektif.

Pada akhirnya, Mesir membuat kita menjadi tahu: mana orang yang bisa membedakan kudeta dan bukan kudeta; demokrasi dan anti demokrasi. Mereka yang komentar asal bunyi, membisu atau membela kudeta adalah sosok yang dengan keji meracuni otak sendiri dan orang lain. Tak ada bedanya dengan aksi tentara Mesir yang menembaki pendukung legitimasi. Bedanya: tentara dengan senjata, mereka dengan kata-kata.

Kultwit Oleh: @Erwyn2000

FPI: Tak Bisa Balas Budi Mesir, Pemerintah SBY Lemah hanya bisa Akting


JAKARTA (voa-islam.com) - Selain menyoroti pengkhianatan Jenderal Abdul Fatah As-Sisi, dalang kudeta militer berdarah di Mesir serta mengingatkan agar sejumlah negara yang mendukung kudeta bertaubat, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab juga memberikan dukungan terhadap Ikhwanul Muslimin untuk berjuang merebut haknya yang telah dirampas.

“IM harus terus berjuang merebut kembali haknya yang dikhianati dan dirampas. Seluruh bangsa Mesir harus sadar akan posisi mereka yang telah dimanfaatkan oleh militer Mesir dan kaum liberal untuk kepentingannya,” ungkap Habib Rizieq Syihab melalui pesan singkat yang diterima redaksi voa-islam.com, Senin (29/7/2013).

Habib Rizieq pun menyerukan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) khususnya Indonesia agar menolak pemerintahan inkonstitusional melalui kudeta di Mesir.

“Bangsa mesir dan IM harus bersatu menegakkan konstitusi yang sudah mereka sepakati sejak revolusi. Kini, seluruh negara OKI khususnya Indonesia harus bersikap tegas menolak pemerintahan inkonstitusional yang berkuasa di Mesir melalui kudeta dan darah rakyatnya sendiri. Apalagi Mesir adalah termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI,” tegasnya.

Meski seyogyanya pemerintah membalas budi terhadap Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, Habib Rizieq justru meragukan peran pemerintah Indonesia sendiri. Pasalnya, selama ini SBY sebagai kepala negara sangat lemah.
“Tapi saya ragu SBY mampu memberi kontribusi bagi rakyat Mesir. Padahal semestinya SBY berperan besar sebagai pemimpin negara Muslim terbesar di dunia. Saya ragu karena saya tahu SBY lemah, bahkan sangat lemah hanya mampu ‘akting’ untuk sekedar pencitraan, tidak lebih!” pungkasnya. [Ahmed Widad]   

Jawaban Syar'i Untuk Komen Said Aqil Tentang Sweeping yang Tak Syar'i


JAKARTA (voa-islam.com) – Said Aqil Siradj kembali berkomentar dengan mendiskreditkan ormas Islam yang giat beramar ma’ruf nahi mungkar. Kali ini yang jadi sasaran Said Aqil adalah aksi monitoring Front Pembela Islam (FPI) terhadap sejumlah tempat maksiat di Sukorejo Kendal beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua PBNU yang sering mengeluarkan statemen kontroversial ini, ia mengaku setuju jika ormas yang dirasa “meresahkan” masyarakat dibubarkan saja sebagaimana pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Saya dukung Pak SBY dalam mengambil langkah tegas terhadap ormas yang mengatasnamakan Islam dan menghadirkan rasa takut kepada mayarakat dibubarkan,” katanya usai acara peresmian Ponpes Luhur Al-Tsaqofah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2013) seperti dilansir detik.
“Kepada teman-teman FPI, cobalah kita merenungkan Sirah Nabawiyah, contoh Nabi Muhammad SAW itu. Tidak pernah Nabi Muhammad memerintahkan sweeping,” tambah Said.
...NABI TIDAK PERNAH MEMERINTAHKAN SWEEPING? Apa hadits berikut ini bukan sweeping namanya paka Kyai?...
Menanggapi pernyataan Sadi Aqil tersebut, Ketua Masyarakat Peduli Syari’at Islam (MPSI) Grabag Magelang, ustadz Fuad Al-Hazimi mengatakan bahwa sweeping memang tidak tidak pernah ada dan dilakukan dizaman Nabi Muhammad SAW.
Sebab bila ada sebuah kemungkaran, apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat adalah tidak untuk mencegahnya, melainkan langsung menindak tegas para pelaku maksiat dan kemungkaran tersebut.
“NABI TIDAK PERNAH MEMERINTAHKAN SWEEPING? Apa hadits berikut ini bukan sweeping namanya paka Kyai?,” tanya ustadz Al-Hazimi dalam akun jejaring sosialnya.
Kemudian, mantan Imam Masjid Al Hijrah Sydney NSW Australia ini mengutip sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :
...Kalau cuma sweeping mah cemen, namanya juga baru penyadaran, kayak anak kecil yang di jewer telinganya. Apa mau langsung yang macam ini?...
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, aku pernah bertekad untuk menyuruh orang membawa kayu bakar dan menyalakannya, kemudian aku akan perintahkan orang untuk mengumandangkan adzan untuk shalat (berjama'ah) kemudian akan aku suruh salah seorang untuk mengimami orang-orang (jama'ah) yang ada lalu aku akan berangkat mencari para lelaki yang tidak ikut shalat berjama’ah itu supaya aku bisa membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Kalau cuma sweeping mah cemen, namanya juga baru penyadaran, kayak anak kecil yang di jewer telinganya. Apa mau langsung yang macam ini?,” tegasnya sambil memberikan sejumlah contoh upaya penindakan terhadap pelaku kemaksiatan dan kemungkaran.
  1. Hudud zina ghoiru muhson = 100 kali cambuk dan diasingkan selama 1 tahun
  2. Hudud zina muhson = dirajam hingga mati
  3. Hudud mencuri (bila sudah sampai batas nishob) = potong tangan
  4. Hudud menuduh zina tanpa bukti = 80 kali cambuk & ditolak persaksiannya
  5. Hudud minum khomr = 40 kali cambukan
  6. Hudud menghina Allah, Islam, Rasul & Al Qur'an = eksekusi mati
  7. Hudud murtad = eksekusi mati
  8. Hudud Lesbi atau Gay = Dilempar batu atau dijatuhkan dari ketinggian 
  9. Hudud-hudud lain pun masih ada seperti qishosh, ta'zir dan sebagainya.
Ustadz yang juga pengurus Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia (DDII) kabupaten Magelang ini menjelaskan, istilah yang tepat untuk penegakkan hukum dalam Islam adalah “HADD”.
...Sebenarnya istilah yg tepat bukan hudud tapi hadd. Namun yang sudah jama' dikenal oleh umat Islam Indonesia adalah hudud. Maka saya pakai istilah ini...
“Sebenarnya istilah yg tepat bukan hudud tapi hadd. Namun yang sudah jama' dikenal oleh umat Islam Indonesia adalah hudud. Maka saya pakai istilah ini,” terangnya.
Terakhir, ustadz Al-Hamizi berpesan, jangan sampai umat Islam dilaknat oleh Allah karena durhaka kepada Allah lantaran tidak mau mencegah perbuatan maksiat yang dia ketahui. Allah Azza wa Jalla berfirman :
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat Allah dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka lakukan. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. Al Maidah 5 : 78 – 79).
Adapun urutan amar ma'ruf nahi mungkar adalah sesuai hadits Nabi Muhammad SAW :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barangsiapa yang menyaksikan kemungkaran, maka wajib baginya untuk merubah dengan tangannya (kekuatannya), jika ia tidak mampu maka ia wajib menggunakan lisannya, jika ia tidak mampu maka ia wajib menggunakan hatinya, dan itu adalah iman yang paling lemah”. (HR. Muslim). [Khalid Khalifah]

Yahya Lihu, Polisi yang Tangkapi Mujahidin Tewas Tragis Masuk Jurang



MAGELANG (voa-islam.com) - Polisi yang turut menangkapi mujahidin dalam kasus bom Bali II mati masuk jurang.  
Kanit Resmob Polda Jateng, AKP Yahya Renaldy Lihu tewas secara mengenaskan bersama tersangka penipuan bermodus penggandaan uang, Muhyaro (45) terjun ke dalam jurang di Desa Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

"Kami tersesat saat hendak menuju ke rumah Muhyaro. Saat itu, Muhyaro masih berada di dalam mobil. Pak Yahya kemudian mengobrol dua mata dengan Muhyaro di mobil," kata seorang anggota polisi, seperti dikutip tribun, Kamis (25/7/2013).

Selanjutnya, Yahya memutuskan mengajak Muhyaro turun dari mobil untuk menunjukkan sebuah tempat. Yahya lalu mengaitkan borgol pada tangan kirinya dan tangan kanan Muhyaro.
...banyak aparat yang turut menzalimi mujahidin lalu mendapatkan musibah tragis...

"Tiba-tiba tersangka melompat ke jurang, kedalamannya kira-kira 200 meter (versi lain menyebut 50 meter). Pak Yahya ikut terseret jatuh. Kami panik kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan evakuasi," kata polisi tersebut.

Yahya Lihu Turut Menangkapi Mujahidin

Benar jika dikatakan bahwa daging para ulama termasuk mujahidin itu beracun dan Allah akan menimpakan adzab sebelum datangnya kematian kepada mereka yang menzaliminya.

Salah seorang mantan terpidana kasus bom Bali II, Abdullah menuturkan kisah pedih atas perlakuan Yahya Lihu -aparat kepolisian yang tewas masuk jurang- terhadap dirinya yang saat itu menjadi tersangka.

“Yahya Lihu itu waktu itu kepala operasionalnya, dia juga ngeler-ngeler ana sampai ke gunung itu dia komandannya,” ujar Abdullah kepada voa-islam.com, Jum’at (26/7/2013).

Sudah menjadi rahasia umum, para mujahidin yang ditangkap karena tuduhan terorisme pasti mendapat perlakuan kejam tak manusiawi. Termasuk apa yang dialami oleh Abdullah pada tahun 2006.

Ia pun mengungkapkan, bagaimana Yahya Lihu yang saat itu masih bertugas di Resmob Polwiltabes Semarang ikut terlibat memburu mujahidin. Saat kasus bom Bali II, seluruh satuan seolah berlomba untuk menangkapi para mujahidin yang diburu.

“Begitu penangkapan bom Bali II dan kontak senjata di Semarang, keluar pengumuman buron, nah semua kesatuan berlomba ikut memburu bahkan dari TNI sekalipun,” ungkap pria yang pernah divonis zalim 6 tahun penjara itu.

Mendengar kabar Yahya Lihu mati, Abdullah mengatakan bahwa ini merupakan peringatan dari Allah kepada aparat yang selama ini menangkapi para mujahidin.

“Ini merupakan kabar gembira bagi kita dan peringatan bagi mereka,” ujarnya.

Abdullah juga menambahkan, sebelum Yahya Lihu, banyak aparat yang turut menzalimi mujahidin lalu mendapatkan musibah tragis. Di antaranya salah seorang jaksa yang ikut menuntutnya di pengadilan waktu itu terkena stroke.

“Waktu awal tuntutan ibunya kena stroke, lalu pas saya inkrah, dia yang terkena stroke. Jaksa itu pun menyampaikan permohonan maafnya kepada saya melalui TPM,” tutur Abdullah mengingat peristiwa tersebut saat dirinya di LP Permisan, Nusakambangan, Cilacap.

Ia menegaskan dirinya telah mengingatkan para aparat ketika di pengadilan dulu, bahwa akan datangnya adzab Allah atas perlakuan mereka terhadap mujahidin.

“Saya bersumpah dan mengingatkan mereka, adzab Allah akan menimpa mereka sebelum kematiannya,” tegasnya.

Untuk diketahui, fenomena sejumlah aparat baik yang ikut menangkap maupun menjatuhkan vonis yang terkena adzab dari Allah telah berkali-kali terjadi.

Hakim Made Karna Parna (60) yang memvonis mati Amrozi, tewas lebih dahulu pada hari Ahad  (28/10/2007)karena gagal jantung dan paru-paru, sebelum Amrozi syahid dieksekusi.

Demikian pula yang terjadi dengan jaksa Urip Tri Gunawan yang menuntut Amrozi hukuman mati, terlibat korupsi dan dijatuhi vonis berat 20 tahun penjara pada September 2008.

Dari fenomena tersebut, seolah tinggal menunggu waktu saja, bagaimana Allah tampakkan di dunia akhir hayat para aparat yang menzalimi ulama dan mujahidin. [Ahmed Widad]

kezaliman Media Massa Thd Umat Islam




Eks Produser TVOne Luncurkan Buku Kezaliman Media Massa Thd Umat Islam

JAKARTA (voa-islam.com) – “Revolusi media tidak akan pernah terjadi di media arus utama. Mereka lebih sibuk dengan popularitas, rating dan uang. Revolusi media lahir dari pinggir, dan dilakukan oleh sekelompok orang yang dianggap tidak ada. Siapakah mereka? Mereka adalah jurnalis Muslim yang senantiasa membela Agama Kebenaran, penuh dedikasi dan keikhlasan meski dihadapkan pada banyak keterbatasan..”
Demikian kalimat pembuka dalam buku yang berjudul “Kezaliman Media Massa terhadap Umat Islam”  yang ditulis oleh Mohamad Fadhilah Zein, diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar.
Belum lama ini, buku yang mendapat kata pengantar dari Wartawan Senior Herry Mohammad (Redaktur Pelaksana Majalah Gatra) ini, diluncurkan bersama sejumlah jurnalis muslim yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Warung Teko, Poins Square, Lebak Bulus, Jakarta.
Fadhil – begitu ia disapa – adalah seorang Jurnalis televisi yang paham betul tentang jagad dunia jurnalisme. Ia merasa prihatin dengan media massa di Indonesia, sengaja atau tidak, telah bertindak zalim terhadap umat Islam di republik ini. Realitas ini mendorongnya untuk menghimpun fakta dan bukti kezaliman yang dilakukan media terhadap umat Islam.
Buku yang ditulis Fadhil, lelaki kelahiran 1 April 1979 ini, menjadi pengingat bagi para jurnalis muslim agar memahami peran dan tugasnya, dan selanjutnya bekerja sesuai dengan rambu-rambu syar’i. Jika tidak, mereka akan menjadi bagian dari scenario besar yang hendak memadamkan cahaya Islam di bumi pertiwi ini, secara sadar maupun tidak.
Terdapat lima bab yang dibahas buku ini. Bab I membahas tentang Kebebasan Pers Pasca Tumbangnya Orde Baru. Bab II: Kezaliman Media Massa Dunia Terhadap Umat Islam, Bab III: Jurnalis dan Harga Sebuah Idealisme, Bab IV: Saatnya Umat Islam Melawat Lewat Media Massa, Bab V: Resolusi Umat islam di Bidang Komunikasi.
Yang menarik dalam buku ini dalam mengkritisi setiap kezaliman media  terhadap umat Islam, mulai dari pemberitaan terorisme, pemberitaan miring soal Front Pembela Islam, pemberitaan Sunni-Syiah, pemberitaan kerusuhan Ambon dan Poso, pemberitaan HKBP Ciketing Bekasi dan Gereja Yasmin.
Kezaliman media massa dunia terhadap umat islam juga disinggung dalam buku ini, mulai dari kezaliman media memberitakan Perang Irak, kezaliman media dalam pemberitaan 11 September 2001, dan sebagainya.
Fadhil menegaskan, meskipun umat islam mayoritas di negeri ini, namun tidak memiliki kekuatan untuk membangun opini public yang positif tentang dirinya sendiri. Jika kita telaah dan telusuri, begitu banyak pemberitaan yang menyudutkan Islam.
Saat menulis buku ini, Fadhil masih bekerja sebagai News Produser TVOne yang selama ini zalim terhadap umat islam, terutama pemberitaan seputar terorisme. Perang batin yang dirasakan Fadhil atas kebijakan redaksi, tempat ia bekerja sebelumnya, menjatuhkan pilihannya untuk hengkang  dari TV One. Karena sudah tidak ada lagi kecocokan.
Dalam bukunya, Fadhil menulis: "Pada level global, beberapa jurnalis kawakan pun memilih keluar dari tempatnya bekerja, karena bertentangan dengan hati nurani, saat kepentingan politik praktis dan tugas jurnalistik yang mengedepankan kebenaran, bertabrakan."
Ia memberi contoh, Helene Thomas dari Heart Newspaper, mengundurkan diri dari posisinya sebagai jurnalis senior di Gedung Putih. Dia dikecam oleh Pemerintah George W. Bush karena mengkritik Israel dan kebijakan politik luar negeri AS yang mengivansi Irak dan Afghanistan.
Adapula Yvonne Ridley, jurnalis Inggris yang pernah disekap Taliban, saat melakukan tugas jurnalistik pada tahun 2002. Dia kemudian masuk Islam dan melakukan kampanye Islam ke seluruh dunia. Bahkan bersama sejumlah koleganya, jurnalis muslimah yang kini berjilbab ini membangun Islamic Channel. Sepertinya Fadhilah Zein terinspirasi dengan jurnalis Barat yang kini sadar dengan kezaliman media massa dunia terhadap umat islam. Buku yang ditulisnya adalah sebuah ilmu, gagasan dan pengalaman yang sangat berharga bagi jurnalis muslim dimanapun berada. [desastian]

CERITA MENGHARUKAN DARI MEDAN RAB'AH ADAWADIYAH



"Saya telah berdoa kepada Allah, agar menganugerahkan kematian di tempat ini" -Mohammed-

Sepekan lalu mobil saya mogok sewaktu berada di sekitar Rabaa. Ketika mencari-cari bengkel terdekat, saya diberitahu bahwa ada seorang montir di tengah massa aksi unjuk rasa, lalu saya diantar menuju tendanya.

Semua orang menyebutnya "Mohammed sang montir listrik". Jika ada mobil yang rusak, mereka bakal langsung menguhubunginya. Sejenak saya beranggapan bahwa ia ikutan unjuk rasa cuma untuk cari duit dari orang yang sedang punya masalah seperti saya, namun ternyata ia menolak pembayaran saya untuk jasa perbaikan mobil yang diberikannya.

Maka saya tanya dia: "Kelihatannya Anda sudah lama ikut unjuk-rasa ini, bagaimana Anda mengurus rumah tangga keluarga Anda?" Ia membalas dengan jawaban: "Saya telah bekerja selama lebih dari 20 tahun untuk momen seperti hari ini. Saya memeroleh pendapatan yang cukup baik, membangun rumah untuk keluarga saya,
merawat dan membesarkan putri-putri saya sampai mereka menikah. Sekarang hanya ada saya dan istri saya, dia ada di rumah dan bisa mengurus dirinya sendiri."

Terkejut oleh jawabannya, saya lanjut bertanya: "Apakah Anda tidak akan kembali ke mereka?" "Doakan saya agar wafat di sini. Saya telah berdoa kepada Allah agar ,menganugerahkan kematian di tempat ini, jika itu terhitung sebagai kesyahidan."

Kami pun bertukar nomor ponsel lalu berpisah. Sejak saat itu, ia menelepon setiap hari untuk menyapa saya, sampai tadi malam, ketika dia berkata "Kamu pulanglah, kamu punya si kecil yang sedang menunggumu. Saya merasa malam ini akan menjadi malam terakhir."

Begitu saya mendengar kabar pembantaian di Rabaa, saya langsung menghubunginya. Dia tidak mengangkat 3 kali berturut-turut panggilan telepon saya. Saya merasa dia telah gugur sebagaimana doanya. Lalu saya kirimkan sebuah pesan singkat: "Aku tahu Engkau tidak akan membalas pesan ini, Mohamed, dan saya betul-betul mendoakan Engkau telah membuktikan bahwa yang kau lakukan ialah hal yang benar."

Sejurus kemudian saya menerima balasan: "Dia beriman kepada ALlah dan gugur dalam jalan iman, ini saya Dr Tariq dari rumah sakit darurat, tolong kontak keluarganya untuk menghadiri shalat jenazah sebelum pemakamannya."(islamedia)

WASIT YANG ZALIM


Bila anda ingin menjadi wasit yang mendamaikan dua kelompok muslim yang bertikai, jadilah wasit yang adil. Dan bila anda tidak bisa berbuat adil maka sesungguhnya anda tidak diperlukan dalam perseteruan ini. Sesungguhnya mendamaikan itu ada adab dan syaratnya.

Bila anda terus mengkritik kepada mereka yang dirampas legitimasinya " kenapakah engkau tidak bisa seperti Sayyidina Hasan r.a yang mengikhlaskan kekuasaannya ? " Tetapi anda diam seribu bahasa kepada As Sisi dan kelompok pemberontak dan tidak berkata " kenapa engkau tidak mengembalikan hak yang telah engkau rampas dari mereka ? Bukankah itu awal mula perseteruan ini ? " Maka sesungguhnya anda adalah wasit yang zalim. Diam lebih baik bagi anda bila tidak bisa berlaku adil.

Mendamaikan harus memenuhi dua syarat, meminta keikhlasan pihak yang terzalimi atau meminta pihak
yang menzalimi mengembalikan hak yang terzalimi. Tetapi bila si penzalim tidak mau mengembalikan hak yang telah dirampasnya, maka hak yang terzalimi untuk tetap menuntut atau mengikhlaskannya. Tidak layak anda terus-menerus memaksa orang untuk merelakan sesuatu sebab itu bukan kewajibannya. Dan lebih pantas lidah anda yang tajam itu ditujukan kepada si perampas sebab menjadi kewajibannya mengembalikan yang bukan haknya.

Di mana akal anda, anda terus menerus menyalahkan orang yang dirampas haknya tetapi anda bisu terhadap perampas ? Wasit seperti apa anda ? Sesungguhnya bagi yang dirampas haknya ada keutamaan yang tinggi bila dia merelakannya tetapi bila dia tetap menuntut haknya maka itu adalah jihad bagi dia. Tajamkanlah lidah anda di hadapan As Sisi bila anda berani, lalu hibur dan nasihatilah saudaramu yang telah direnggut haknya dengan lembut karena bila engkau ingin menjadi penasihat yang baik. Tapi bila adan justru diam seribu bahasa pada penjahat, lalu lidah anda keras mengkritik dan mencaci maki saudara anda yang ingin mengambil haknya dengan alasan nasihat maka anda adalah seburuk-buruk pemberi nasihat, bahkan anda adalah penasihat yang jahat.

Ini Pembantaian Tersadis Setelah Tahun 1820



Dalam sebuah jumpa pers bersama tokoh-tokoh pemikir, Thariq Bisyri, seorang pakar hukum mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Sabtu pagi, 27 Juli, adalah sebuah tragedi. Pemerintah membunuhi rakyatnya. Ini adalah terbesar setelah tahun 1820.
Lanjut beliau, Mesir harus kembali
kepada konstitusi tahun 2012. Karena konstitusi telah disahkan dalam sebuah referendum yang juga telah banyak menelan korban. Oleh karena itu, kita harus menghormati pengorbanan rakyat. Memang saya tidak ikut serta dalam menyusun konstitusi tersebut, dan saya mengkritisi beberapa butirnya. Walaupun demikian, kita harus tetap menghormatinya.
Suksesi kepemimpinan harus melalui pemilihan umum, bukan kudeta. Ini adalah pengalaman yang sangat buruk dalam sejarah Mesir. (msa/sbb/dkw)

Minggu, 28 Juli 2013

PERNYATAAN SYEKH MUHAMMAD HASAN TENTANG PEMBANTAIAN RAB'AH AL ADAWIYAH



(Tokoh Sentral Salafi Mesir | Sudah Lama Dinanti Pernyataan Beliau oleh rakyat Mesir dan Dunia Islam)

Terkait Tragedi Berdarah Sabtu Subuh (27/7/13)

Berikut point2 pernyataan beliau:

    1. Alhamdulillah, shalawat dan salam utk Nabi.

    2. Sungguh saya berlepas diri dan mengutuk darah mengalir yg semestinya haram utk ditumpahkan.

    3. Ini adalah kemungkaran! Apa darah rakyat Mesir sdh demikian murah?! Meski terhadap pihak yg berselisih!

    4. Krn membunuh 1 org sprt bunuh smua umat manusia (beliau menyitir ayat)

    5. Juga Nabi bersabda: 'Membunuh muslim lebih berat daripada hilangnya dunia berikut isinya'

    6. Saya ingatkan engkau wahai Sisi, kita tlh berjanji utk tdk bertemu Allah sdgkan tangan kita berlumuran darah darah rakyat Mesir.

    7. Bukankah yg di jalan2 itu rakyat Mesir? Saya bertanya Anda atas nama Allah.

    8. Saya himbau Polisi, militer n intansi keprisedenan utk tdk membunuh tak berdosa. Tdk abis pikir membunuh org yg beda
pandangan di bulan suci ini.

    9. Kekerasan n pembunuhan hy akan menjadi malapetaka.

    10. Cegah tangan kalian dr membunuh, perbaikilah dan berdamailah sesuai firman Allah: 'Bertakwalah pd Allah n perbaiki perilaku kalian'. 'Dan perdamaian itu lebih baik.'

    11. Saya tegaskan pd org2 mulia, telah terjadi pembantaian tragis, di mana hati kalian (terdengar beliau terisak menangis)

    12. Saya serukan semua tokoh, cendekia utk bergerak hentikan pertumpahan darah secepatnya dg tulus n menghindari perpecahan.

    13. Pertumpahan darah antara aparat n sipil bkn utk kepentingan Mesir bahkan utk kepentingan ISRAEL.

    14. Jgn diulangi lagi mobilisasi2 tandingan dan membenturkan kedua kubu pro-kontra hy akan darah tertumpah.

    15. Terakhir, dunia abadi jika ada keadilan dan kekafiran tp dunia binasa jika ada pertentangan antara kezhaliman n Islam.

    16. Kezhaliman akan menjadi kegelapan di hari kiamat.

    17. Saya himbau semua pihak utk kembali pada akal sehat dan sikap bijak

    18. Dan saya berdoa agar Mesir, rakyatnya dijauhkan dari bahaya n pertumpahan darah.

    19. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anak Indigo, Anak Yang Melihat Jin?

SEBAGIAN orang di dunia ini percaya dengan indera keenam. Seperti kita ketahui, manusia umumnya mempunyai lima indera, namun konon, sebagian orang—utamanya anak-anak—dianugerahi indra keenam itu. Sering juga disebut anak indigo.

Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet.

Terkait fenomena anak indigo, ada beberapa catatan yang bisa kita beri garis tebal,
Pertama, islam tidak menolak realita

Sebelumnya, mari kita memahami peta realita berikut,

Realita dibagi menjadi dua:

1.  Realita syar’i: itulah semua berita yang disampaikan dalam Al-Quran dan sunah yang sahih. Misalnya: meteor yang memancarkan cahaya di langit, sejatinya adalah panah api untuk melempar setan yang berusaha mencari berita dari langit. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surat al-Jin ayat 9. Meskipun kita tidak pernah melihat peristiwa ini dengan kasat mata, namun mengingat hal ini Allah ceritakan dalam Al-Quran maka wajib kita yakini, karena demikianlah realita yang ada. Contoh lain: Jibril memiliki 600 sayap, sebagaimana dinyatakan dalam hadis riwayat Bukhari. Meskipun kita tidak pernah melihat wujud asli Jibril, namun mengingat hal ini disebutkan dalam hadis shahih, maka wajib kita yakini.

2.  Realita kauni merupakan semua kejadian yang Allah ciptakan di alam ini. Misalnya, ada orang melihat kejadian aneh, kemduian dia abadikan gambarnya, lalu dia share ke yang lain. Kita tidak mungkin mengingkari kejadian ini, karena orang yang melihat langsung membawakan bukti asli sesuai yang dia saksikan.

Penyimpangan terhadap dua realita di atas, kita sebut berita dusta. Jika berita dusta itu terkait masalah syariat atau keyakinan, diistilahkan dengan tahayul. Misalnya: berita bahwa pada hari rabu terakhir di bulan safar, akan turun 320 ribu bencana. Berita ini masuk dalam ranah masalah ghaib. Karena indera manusia tidak pernah mendeteksi 320 ribu bencana yang turun di hari itu. Sehingga untuk membuktikan kebenaranya, kita perlu kembalikan kepada dalil, adakah ayat atau hadis shahih yang menyebutkannya. Jika tidak ada, termasuk tahayul, yang tidak boleh diyakini.

Anda bisa menimbang semua informasi masalah ghaib yang simpang siur di sekitar kita dengan cara di atas. Sehingga kita bisa membedakan antara keyakinan yang benar dengan tahayul semata.

Fenomena indigo termasuk realita yang bisa kita saksikan. Ada anak yang berkomunikasi dengan makhluk lain, atau dia melihat makhluk lain, dan itu asli tidak dibuat-buat.

Sebatas kejadian yang bisa kita lihat, termasuk fenomena kauni. Kejadian yang Allah ciptakan di alam ini. Selama kejadian itu memang benar-benar ada, islam tidak melarang kita untuk membenarkannya, karena islam tidak menolak realita.

Kedua, kemampuan dasar makhluk

Islam tidak menolak fenomena indigo jika memang itu realita. Kita boleh meyakininya, selama kejadian itu memang benar-benar ada di sekitar kita. Namun realita yang boleh kita yakini dalam hal ini hanya sebatas yang bisa kita lihat. Sementara tentang hakikat anak indigo, perlu kajian yang lebih serius utnuk bisa menjelaskan dan memberi komentar.

Di sini kita tidak menggali hakikat dan sebab si anak menjadi indigo. Sebagian ahli medis menyebutkan, anak indigo mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), semacam gangguan perkembangan dan keseimbangan aktivitas motorik anak sehingga menyebabkan aktivitasnya tidak lazim dan cenderung berlebihan. Ada juga yang menyebutkan, anak indigo bisa seperti itu karena memiliki kemampuan melihat jin. Dan beberapa analisis lainnya.

Hanya saja ada beberapa informasi tentang anak indigo yang disuasanakan berlebihan. Sebuah analisis ‘ngawur’ menyebutkan beberapa kemampuan luar biasa anak indigo,

    Prekognision: kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
    Retrokognision: kemampuan melihat peristiwa di masa lampau.
    Klervoyans: kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain.
    Psikometri: kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengan objek apapun. Dia menerjemahkan getaran dan gelobang yang dipancarkan setiap benda yang menyimpan rekaman suatu peristiwa.
    Mediumship: kemampuan untuk
menggunakan rohnya dan roh makhluk lain sebagai medium, serta bisa berkommunikasi dengan roh.
    Telekinetik adalah kemampuan untuk menggerakkan benda dari jarak jauh.
    Sugesti hipnosis: Anak Indigo dapat menghipnosis seseorang dengan kemampuan telepatinya.
    Berkomunikasi dengan Tuhan: Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan.

Jika kita perhatikan kemampuan di atas, bisa disimpulkan bahwa anak indigo tak ubahnya seperti seorang Nabi. Karena satu-satunya manusia yang kita kenal memiliki kemampuan hebat seperti di atas hanya para nabi, atas bimbingan wahyu dari Tuhannya.

Namun sayang, banyak juga mereka yang mempercayai hal ini, terutama para budak klenik dan ramalan. Anak indigo siapapun dia, tetap manusia. Dia tidak akan melampaui batas kemampuannya sebagai manusia. Semua kemampuan di atas, sejatinya tidak mungkin dimiliki manusia, selain Nabi yang mendapat wahyu dari Allah.

Ketiga, indigo dan jin

Bagian ini perlu kita kupas ulang, karena memungkinkan untuk dilakukan pendekatan berdasarkan dalil. Beberapa laporan menyebutkan anak indigo melihat sesuatu yang tidak kita lihat.

Ada dua kemungkinan yang dia lihat, antara malaikat atau jin. Untuk malaikat, dipastikan tidak mungkin. Karena malaikat hanya akan melakukan tugas yang diperintahkan Allah. Sementara tidak mungkin malaikat melakukan tugas kecuali untuk sesuatu yang penting.

Dengan demikian, yang lebih pasti adalah jin. Anak ini melihat jin. Apa mungkin? Sangat mungkin.

Allah tegaskan dalam Al-Quran ketika membahasa tentang iblis: “Sesungguhnya dia (iblis) dan kabilahnya (semua jin) bisa melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27).

Inilah sifat asli jin. Dia tidak bisa dilihat oleh manusia. Akan tetapi jin bisa menjelma menjadi makhluk yang lain, sehingga bisa terindera oleh manusia. Baik dengan dilihat, didengar, atau diraba. Sebagaimana kisah Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu pada hadis berikut,

Suatu ketika Ubay pernah menangkap jin yang mencuri makanannya. Ubay bin Ka’ab berkata kepada Jin: “Apa yang bisa menyelamatkan kami (manusia) dari (gangguan) kalian?”. Si jin menjawab: “Ayat kursi… Barangsiapa membacanya di waktu sore, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga pagi, dan barangsiapa membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari (gangguan) kami hingga sore”. Lalu paginya Ubay menemui Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- untuk menuturkan hal itu, dan beliau menjawab: “Si buruk itu berkata benar”. (HR. Hakim, Ibnu Hibban, Thabarani dan lainnya, Albani mengatakan: Sanadnya Thabarani Jayyid)

Kejadian yang sama juga pernah dialami Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau menangkap jin yang mencuri makanan zakat fitrah.

al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Jin terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan bagi manusia untuk melihatnya. Firman Allah Ta’ala, ‘Sesungguhnya iblis dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ khusus pada kondisi aslinya sebagaimana dia diciptakan.” (Fathul Bari, 4:489).

Karena itu, jika benar anak indigo melihat jin, bukan karena dia memiliki kemampuan khusus melebihi yang lain, sehingga bisa melihat jin. Namun karena ada jin yang menampakkan diri kepadanya.

Keempat, Kondisi tidak Normal

Catatan tambahan yang penting untuk disebutkan. Kejadian anak indigo sejatinya adalah kondisi tidak normal. Baik karena sebab ADHD atau melihat jin. Karena normalnya manusia, dia hanya bisa berinteraksi dengan sesuatu yang bisa memberikan respon kepadanya. Jika sebabnya karena gangguan kejiwaan, bisa dilarikan ke ahli penyakit terkait, sehingga bisa dilakukan penanganan.

Demikian pula jika indigonya disebabkan melihat jin. Juga termasuk kondisi tidak normal. Karena dalam kondisi normal, sejatinya mansuia tidak bisa melihat jin. Ketika ada orang yang melihat jin, berarti dia tidak normal. Karena tidak normal, kasus semacam ini perlu dinormalkan (baca: diobati). Melihat jin, berarti ada jin yang usil dan mengganggunya. Dia harus usir jin ini agar segera meninggalkannya. Jika tidak, akan sangat sulit bagi si anak untuk melepaskan diri dari gangguan jin itu. [konsultasi syariah]

Minggu, 21 Juli 2013

Keturunan Nabi dan Tiga Sosok Assegaf Yang Menghebohkan


Keturunan Nabi dan Tiga Sosok Assegaf Yang Menghebohkan
BILA ada seseorang atau sekelompok orang mengaku-ngaku sebagai keturunan Nabi, sebenarnya kalau secara umum sah-sah saja dan tidak salah sama sekali. Karena, pada dasarnya semua umat manusia di muka bumi ini merupakan keturunan Nabi Adam Alaihissalam, Nabi pertama. Namun, tidak semua keturunan Nabi Adam Alaihissalam beriman kepada Allah SWT dan mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah. Artinya, secara umum, tidak ada yang ‘istimewa’ dengan status keturunan Nabi. Apalagi, yang sesungguhnya dinilai oleh Allah SWT bukanlah asal-usul keturunan seseorang tetapi tingkat ketaqwaannya kepada Allah.
George Bush mantan Presiden Amerika Serikat juga keturunan Nabi Adam Alaihissalam, begitu juga dengan Osama bin Laden dari Saudi Arabia dan Ariel Sharon dari Israel. Semua nabi yang jumlahnya ribuan, juga keturunan Nabi Adam Alaihissalam, begitu juga dengan para Rasul Allah. Sementara itu, tidak ada satu pun keturunan Nabi Muhamad SAW yang menjadi Nabi atau Rasul, kecuali kalau ada yang mengaku-ngaku, maka bisa jadi nabi dan rasul palsu pembawa kesesatan.
Dalam perspektif antropologis, ada fenomena ‘penghormatan’ terhadap keturunan Nabi Muhammad SAW yang muncul dari sebuah penafsiran atau penyikapan terhadap sebuah hadits (?) yang berbunyi: “Sesungguhnya keturunanku itu dari Fatimah.”
Maka, tersusunlah sebuah silsilah yang menjuntai hingga belasan abad kemudian dari Hadramaut (Yaman) hingga ke Tanah Abang (Jakarta). Yaitu sebuah silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis keturunan Fathimah ra yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra.
Maka, muncullah sebuah penyebutan khusus bagi keturunan Fathimah ra ini, yaitu Habib (yang tercinta), Sayid (tuan), Syarif (yang mulia), dan sebagainya. Di Jakarta, sebutan yang paling populer untuk ‘menghormati’ para keturunan Nabi Muhammad dari jalur Fathimah ra ini adalah habib atau habaib (jamak).
Tidak semua keturunan Arab bisa disebut habib. Misalnya, Abu Bakar Ba’asyir mantan Amir Mujahidin MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) yang kini memimpin Jama’ah Ansharut Tauhid meski merupakan keturunan Arab dari Yaman, bukanlah tergolong habib, dan tidak pernah mau dipanggil habib atau diperlakukan sebagai habib. Ba’asyir memang bukan keturunan Fathimah ra, maka tidak disebut habib, berbeda dengan Riziek Shihab Ketua FPI (Front Pembela Islam).
Dari sejumlah komunitas keturunan Fathimah ra ini, mereka terkelompokkan ke dalam sejumlah fam (nama keluarga) seperti Syihab, Shahab, Assegaf, dan sebagainya. Dari sejumlah fam komunitas keturunan Fathimah ra ini, salah satu yang menonjol adalah Assegaf. Bahkan tiga sosok yang cukup menghebohkan ‘dunia persilatan’ di Indonesia, menyandang nama Assegaf. Siapa saja mereka?
Mahmud bin Ahmad Assegaf
Nama yang menghebohkan ini pasti tidak begitu mudah dikenali bila tidak disebut nama aslinya. Nama Mahmud bin Ahmad Assegaf adalah nama alias dari sosok bernama Omar Al-Farouq, kelahiran Kuwait 24 Mei 1971.
Menurut catatan majalah Tempo edisi 25 November – 1 Desember 2002, Al-Farouq merupakan tokoh kunci Al-Qaidah di Asia Tenggara yang berperan membekingi dana gerakan Jamaah Islamiyah (JI), dan merupakan tangan kanan Osama bin Laden yang oleh Geroge Bush disebut teroris. Al-Farouq juga diduga terlibat pada sejumlah aksi peledakan gereja di Indonesia pada malam Natal 2000, kerusuhan di Poso dan Ambon.
Di Indonesia, Al-Farouq punya beberapa buah KTP. Bahkan ia sempat menikahi Mira Agustina pada 26 Juli 1999, dan punya dua orang anak. Menurut Mira, suaminya itu meski sering dipanggil Abu Faruq, namun bernama asli Mahmud bin Ahmad Assegaf, keturunan Arab yang lahir di Ambon pada tanggal 24 Mei 1971 dan fasih berbahasa Indonesia dengan logat Ambon. Begitu pengakuan Mira.
Pada tanggal 5 Juni 2002, Al-Farouq ditangkap aparat di Masjid Raya Bogor, dan langsung dideportasi ke Amerika Serikat, karena diidentifikasi sebagai warga negara asing yang menjadikan Indonesia sebagai arena menebar teror. Dari Bogor, Al Farouq langsung dibawa ke Halim Perdana Kusumah. Di Halim, sudah menunggu pesawat militer AS yang membawa Al-Farouq ke tempat tujuan selanjutnya (penjara AS di Baghram, Afghanistan). Hal itu dimungkinkan karena adanya kerja sama antara intelijen Indonesia dan Amerika dalam perang melawan teror.
Beberapa bulan kemudian, September 2002, muncul wawancara antara majalah Time dengan Al-Farouq. Antara lain berisi pengakuan Al-Farouq bahwa ia merupakan wakil senior Al-Qaida di Asia Tenggara dengan tugas merencanakan sejumlah serangan terhadap kepentingan AS di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja.
Menurut Manullang (mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Nasional), Al-Farouq adalah agen binaan badan intelejen Amerika Serikat (CIA), yang ditugaskan menyusup dan merekrut agen lokal melalui kelompok-kelompok Islam radikal. Karena tugasnya sudah selesai, dibuat skenario tertangkap. Hal tersebut dikatakan Manullang kepada Tempo News Room pada hari Kamis sore (19 Sep 2002).
Pada 12 Juli 2005, Al Farouq dikabarkan berhasil kabur dari penjara Baghram yang super ketat itu. Namun kasusnya baru terpublikasikan pada November 2005. Hampir satu tahun kemudian, pada hari Senin tanggal 25 September 2006, Al-Farouq dikabarkan tewas akibat ditembak tentara Inggris di Irak. Menurut Mayor Charlie Burbridge juru bicara militer Inggris, Al-Farouq ditembak mati setelah terlibat baku tembak dengan 250 tentara Inggris di sebuah rumah tempat dia bersembunyi di Kota Basra, Irak. (http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=156466)
Habib Abdurrahman Assegaf
Nama Habib Abdurahman Assegaf menjulang ketika terjadi pengerahan sejumlah massa ke markas Ahmadiyah di Parung pada hari Jum’at tanggal 15 Juli 2005, sekitar pukul 16:00 wib. Begitu juga ketika mencuat kasus aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah, sosok Habib Abdurrahman Assegaf kembali menonjol dalam rangkaian aksi menghancurkan dan membakar gubuk tempat pertapaan Ahmad Mushaddeq (pemimpin Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang mengaku sebagai nabi) yang berlokasi di lereng kaki Gunung Salak Endah, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa 30 Oktober 2007. Habib Abdurrahman Assegaf pada saat itu merupakan pemimpin atau koordinator GUII (Gerakan Umat Islam Indonesia). Sebelumnya, Al-Qiyadah Al-Islamiyah telah dinyatakan sesat oleh MUI pada 4 Oktober 2007.
Menurut Arrahmah.com, Abdurrahman Assegaf adalah seorang habib palsu yang bernama (asli) Abdul Haris Umarella bin Ismail Umarella. Namun ada juga yang mengatakan nama aslinya adalah Amsari Umarella. Ayahnya asal Makassar dan ibunya berasal dari Ambon.
Amsari alias Abdul Haris yang kini menjelma menjadi Habib Abdurrahman Asegaf, pernah menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 yang terletak di jalan Mardani Raya, Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMPN 2, Amsari melanjutkan ke SMA Negeri 68 jurusan IPS. Selama bersekolah di SMAN 68, Amsari tidak tertarik bergiat di rohis (rohani Islam, sebuah lembaga ekstra yang bergerak di bidang pembinaan rohani atau keagamaan). Bahkan saat itu ia termasuk yang tidak mendukung jilbab. Setelah lulus dari SMAN 68, Amsari melanjutkan pendidikan di Unkris Pondok Gede, Jakarta. (http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/5459/iapa-habib-palsu-abdurrahman-assegaf)
Nur Hidayat Assegaf
Februari 1989, terjadi peristiwa berdarah-darah di Lampung, yang dikenal dengan nama Kasus Talangsari. Sebuah komunitas pengajian pimpinan Warsidi yang merupakan serpihan Darul Islam (NII), disapu bersih aparat, karena telah dengan terang-terangan mempersiapkan sebuah perlawanan terhadap pemerintahan, dan membunuh Kapten Soetiman (yang waktu itu menjabat sebagai Danramil Way Jepara).
Salah satu tokoh pencetus kasus Talangsari ini adalah Nur Hidayat, mantan Karateka Nasional yang pernah menjadi bagian dari kelompok pengajian usroh Abdullah Sungkar. Sosok Abdullah Sungkar adalah salah satu tokoh DI/TII atau NII yang kemudian melepaskan diri dari NII dan membentuk Al-Jama’ah Al-Islamiyah (JI).
Dalam kasus Talangsari (Lampung, 1989), Nur Hidayat merupakan tokoh penting. Antara lain, ia menjadi Amir Musafir dan penentu bagi orang-orang yang akan ‘hijrah’ ke Talangsari. Bahkan setelah kasus Talangsari pecah, Nur Hidayat merencanakan sejumlah aksi teror lanjutan, sebagai perlawanan atau balasan terhadap penyerbuan aparat ke Talangsari. Yaitu, mengacaukan Jakarta dengan jalan membakar sejumlah pom bensin, membakar Pasar Pagi, Glodok dan Tanjung Priok. Hanya saja, rencana itu berhasil digagalkan aparat.
Beberapa tahun belakangan, Nur Hidayat melengkapi namanya dengan membubuhi nama fam Assegaf, dan berprofesi sebagai rohaniwan (ustadz, penceramah agama). Hal ini setidaknya bisa dilihat pada harian Republika edisi 30 Januari 2001 dalam serial tulisan bertajuk Melacak Bom di Malam Natal. Pada tulisan serial itu, Republika menuliskan nama Nur Hidayat dengan tambahan Assegaf. Padahal, menurut mantan isteri pertamanya, Nur Hidayat bukan keturunan Arab, apalagi bermarga Assegaf yang tergolong ahlul bait atau keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Fathimah ra.
Berkenaan dengan Bom Malam Natal yang terjadi 24 Desember 2000, Nur Hidayat memang pernah berkoar-koar bahwa ia tahu siapa pelaku di balik kasus yang menghebohkan itu. Ketika diwawancarai oleh Rakyat Merdeka pada tanggal 29 Januari 2001, Nur Hidayat menyatakan bahwa ia tahu akan terjadinya peledakan Bom Malam Natal 2000 dari seorang kawannya asal Bandung, bahkan sang kawan itu berusaha mengajaknya terlibat, namun Nur Hidayat menolak. Meski sudah secara terbuka mengatakan hal itu, namun Nur Hidayat tidak ikut diciduk aparat dalam kasus Bom Malam Natal 2000.
Dari data-data di atas, nampaknya fam Assegaf dibanding fam ahlul bait lainya, sering ‘dimanfaatkan’ oleh orang-orang yang mengerti adanya benefit di balik penggunaan nama keluarga keturunan Fathimah ra tersebut. (haji/tede)

Sabtu, 20 Juli 2013

Mu’jizat Qur’an & Sunnah: Keajaiban Nabawi Di Balik Larangan Memelihara Anjing

 BAHAYA LIUR ANJING
Air liur anjing dari jenis apapun berbahaya bagi manusia. Persatuan Dokter Kesehatan Anak di Munich-Jerman, mengungkapkan bahwa air liur anjing mengandung berbagai kuman penyebab penyakit. Bakteri tersebut dapat masuk dan menyerang organ dalam manusia melalui sistem terbuka./ (wadahdit)

Dalam sebuah penelitian terbaru yang pertama, yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Munich terbukti bahwa memelihara anjing di rumah meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara.
Studi ini menemukan bahwa 80 persen wanita yang menderita kanker payudara ini adalah mereka yang memelihara anjing di rumah mereka dan melakukan kontak secara terus-menerus dengan anjing-anjing tersebut.
Dalam studi lain, para ilmuwan menemukan bahwa anjing menyimpan virus-virus penyebab kanker payudara, yang namanya MMTV (mouse mammary tumour virus). Dan tatkala bersinggungan dan berinteraksi dengan anjing, virus-virus ini akan berpindah ke tubuh manusia dengan mudah.
Para ilmuwan telah mengungkapkan “sesuatu” yang banyak di dalam air liur anjing, darah dan bulunya, semuanya adalah sarang bagi bakteri-bakteri dan virus. Dan yang perlu diketahui bahwa di dalam kucing tidak terkandung virus-virus tersebut!


Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:
مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا، إِلا كَلْبَ مَاشِيَةٍ، أَوْ ضَارِيًا نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ.)، ضاريًا: أي كلب صيد؛ متفق عليه
” Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga binatang ternak, atau anjing pemburu maka dikurangi dari pahala kebaikannya dua qirath setiap hari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Selalu saja di dalam ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kita temukan faidah, pencegahan dan penjagaan/perlindungan untuk diri kita, karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat belas kasihan terhadap kita, sebagaimana dalam firman-Nya tentang sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

…بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128)
” …(dia) Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS. At-Taubah: 128)
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan untuk kita kebaikan dan menginginkan untuk kita kesehatan. Oleh karena itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallammengharamkan memelihara anjing, dan menganggapnya sebagai makhluk yang najis, serta memperingatkan manusia darinya.
Para ilmuwan telah mengungkapkan banyak hal tentang anjing, dan ini adalah hal paling akhir yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Dalam sebuah penelitian terbaru yang pertama, yang
dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Munich terbukti bahwa memelihara anjing di rumah meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara. STUDI INI MENEMUKAN BAHWA 80 PERSEN WANITA YANG MENDERITA KANKER PAYUDARA INI ADALAH MEREKA YANG MEMELIHARA ANJING DI RUMAH MEREKA DAN MELAKUKAN KONTAK SECARA TERUS-MENERUS DENGAN ANJING-ANJING TERSEBUT.
Sementara mereka menemukan bahwa orang-orang yang memelihara kucing tidak terinfeksi jenis kanker tersebut! Dan itu disebabkan karena sisi kesamaan yang besar antara kanker payudara pada anjing dan manusia. Mereka telah menemukan suatu virus yang menyerang manusia dan anjing secara bersamaan, dan terkadang ia berpindah (menular) dari anjing ke manusia. Virus ini memiliki peran yang utama dalam proses terjangkitnya kanker tersebut.
Mereka menemukan bahwa para wanita di negara-negara Barat lebih besar kemungkinannya untuk terjangkit kanker payudara dibandingkan para wanita di negara-negara Timur. Dan ketika mereka mengkaji tentang perbedaan mendasar antara kedua kelompok wanita ini, mereka menemukan bahwa para wanita di Barat terbiasa memelihara anjing “manja” di rumah mereka. Sementara di negeri Timur jarang ditemukan seorang wanita yang memelihara anjing!
Dalam studi lain, para ilmuwan menemukan bahwa anjing menyimpan virus-virus penyebab kanker payudara, yang namanya MMTV (mouse mammary tumour virus). Dan tatkala bersinggungan dan berinteraksi dengan anjing, virus-virus ini akan berpindah ke tubuh manusia dengan mudah.
Ini baru sedikit yang diketahui oleh manusia, sesungguhnya dampak buruk yang disebabkan karena bersinggungan dengan anjing adalah sangat besar. Para ilmuwan telah mengungkapkan “sesuatu” yang banyak di dalam air liur anjing, darah dan bulunya, semuanya adalah sarang bagi bakteri-bakteri dan virus. Dan yang perlu diketahui bahwa di dalam kucing tidak terkandung virus-virus tersebut!
Dari sini, wahai pembaca yang budiman mungkin kita dapat mengetahui mengapaNabiyurrahmah (Nabi yang penuh kasih sayang) shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ummatnya memelihara anjing di rumah, dan membatasi perannya (peran anjing) hanya pada penjaga di luar rumah. Bahkan beliau shallallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummatnya agar mencuci wadah air tujuh kali, dan salah satunya dengan tanah jika ada seekor anjing yang minum air dari wadah tersebut. Subhanallahu.
(SUMBER: الإعجاز النبوي في النهي عن تربية الكلاب oleh Abduddaim Kaheel dari http://kaheel7.com/pdetails.php?id=616&ft=37. Diterjemahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatmujizat&id=291